Sigit, Lingkungan pengendapan source rock (SR) berpengaruh kepada tipe kerogen, tipe kerogen berpengaruh kepada tipe hydrocarbon. Tipe hydrocarbon dipengaruhi pula oleh level kematangan source rock. Tipe hidrokarbon bisa berpengaruh kepada mobilitas hydrocarbon saat ia bermigrasi relatif terhadap densitas air. Migrasi dan mobilitas hidrokarbon diatur oleh prinsip-prinsip mekanika fluida di bawah permukaan. Penggeraknya antara lain buoyancy. Buoyancy dikendalikan oleh differential density antara hidrokarbon dan air. Semakin jauh perbedaannya akan semakin mobil. Maka minyak ringan yang dihasilkan di temperatur tinggi dan lingkungan lebih terestrial akan lebih cepat migrasinya dibandingkan minyak berat yang dihasilkan temperatur rendah dan lingkungan marin. Mengapa begitu, sebab differential density antara pasangan minyak ringan-air lebih besar daripada pasangan minyak berat-air. Namun, kehadiran oil slick/seep jauh hubungannya dengan lingkungan pengendapan source rock, tipe hidrokarbon, dan mobilisasi hidrokarbon (dengan yang ini mungkin lebih dekat walaupun tetap jauh). Kehadiran oil slick/seep erat berhubungan dengan dua faktor yang Sigit sebutkan : activitas-intensitas-pola-jenis structure, ketebalan overburden di atas reservoir rock. Ketebalan overburden di atas SR tak berpengaruh kepada keberadaan oil slick/seep, tetapi ia berpengaruh kepada tingkat kematangan SR. Semakin intensif struktur, semakin tipis overburden-sealing di atas reservoir/trap, semakin tidak bagusnya seal sebagai penyekat (karena berbagai faktor), maka semakin besar kemungkinan kehadiran oil slick/oil seep. Yang ditulis Pak Rovicky adalah benar bahwa oil seep tak muncul di atas Central Sumatra Basin yang produktif (tetapi di Barisan Mountain front-nya muncul beberapa). Mengapa ? Sebab, intensitas strukturnya kalah dibandingkan dengan intensitas struktur di South Sumatra dan North Sumatra. Lapangan2 minyak pertama di kedua cekungan yang disebutkan terakhir ditemukan melalui seepages (Telaga Said, Kampong Minyak, Talang Akar). Sedangkan Minas dan Duri ditemukan bukan dengan seeps, tetapi dengan pemetaan antiklin kedua struktur itu secara detail yang dimulai menjelang pendudukan Jepang. Maka, tak mengherankan mengapa Central Sumatra Basin baru digarap kemudian sebab tak ada seeps di situ. Ini sekaligus mengoreksi tulisan saya sebelumnya menjadi bahwa wilayah tanpa seeps bisa sangat kaya (kasus Central Sumatra Basin). Tetapi wilayah dengan kaya seeps jelas lebih menarik dari segi eksplorasi. Lapangan2 besar di sebelah barat Zagros Mountains di wilayah Irak, Iran dan Arab hampir semuanya ditemukan melalui seeps sebab play utamanya adalah FTB (fold thrust belt) yang berhubungan dengan foreland basin dari collision Zagros. Di wilayah FTB pasti lebih banyak seeps dibandingkan yang bukan FTB. Di East Sulawesi collision bahkan seeps hadir di melange yang teretakkan akibat deformasi FTB di wilayah itu (Batui FTB). Suatu wilayah yang mengalami tectonic reversal (Salawati hanya cekungannya saja yang terbalik - perpindahan depocenter maksudnya - perpindahan polarity basin -yang dulu updip jadi downdip, yang dulu downdip jadi updip) akan intensif strukturnya. Contoh lebih bagus sebenarnya South Sumatra Basin (yang disebut dengan Sunda folds) dan Barito Basin (lihat paper saya di Proceedings IPA tahun 1994 -type of inverted structures of East Barito Basin). Betul, di wilayah2 seperti itu seeps-nya akan intensif karena banyak sesar aktif sampai ke permukaan dan banyak against fault trap yang critical masalah sealingnya sebab tak ada reseve dip buat memerangkap hidrokarbon seperti pada four-way dip closure. Di Sulawesi Barat pun begitu (area Marathon Pasang Kayu, Tately Budong-Budong, dan Sigma Enrekang). Di wilayah itu cukup penyebaran seeps-nya sebab play di situ adalah FTB Neogen. Ke arah offshore barat, deformasi melemah. Kalau ingin mempelajari kemungkinan keberadaan seep/slick di suatu wilayah, harus menggunakan konsep "Destructive Process and Zones" (DPZ) -yaitu suatu zone subsurface di sekitar perangkap dan wilayah atasnya yang sangat mungkin rusak akibat proses2 deformasi, erosi, dll sehingga menyebabkan oil seeps dan slicks akan muncul di permukaan. Data utamanya berasal dari penampang seismik dengan masukan2 dari petroleum system dan geochemistry, juga sedikit hidrodinamika. Pemetaan DPZ ini baik dipakai untuk mempertimbangkan masalah post-entrapment preservation. salam, awang
--- On Tue, 12/30/08, sigit prabowo <[email protected]> wrote: From: sigit prabowo <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???)) To: [email protected] Date: Tuesday, December 30, 2008, 10:53 AM Pak Awang YTH., Apakah ada hubungan antara lingkungan pengendapan source rock, tipe Hydrocarbon, mobilitas Hydrocarbon, activitas-intensitas-pola-jenis structure, ketebalan overburden diatas source rock maupun reservoir rock nya, dsb.; dengan kehadiran oil slick (di laut) dan atau oil seep (di darat)...? Mungkinkah juga antara lain karena faktor2 tsb. diatas, sebenarnya oil maupun gas berpotensi ada di suatu daerah, namun dikarenakan kombinasi dari faktor2 tadi, menjadikan minyak maupun gas belum tentu muncul dan terdeteksi sebagai oil slick maupun oil seeps. Selain itu, bilamana suatu basin mengalami proses 'reversal', seperti yang pak Awang kemukakan dalam Salawati Basin Reversal (IPA Paper 1999), dan juga bila suatu basin berada di daerah thrust fold belt seperti misalnya di Banggai Basin (Central Sulawesi), Makassar Basin (West Sulawesi)..; apakah akan mempengaruhi lokasi kehadiran dari oil slick maupun oil seep nya, dan juga akan lebih memudahkan ditemukan nya oil slick maupun oil seep nya...? Mohon pencerahan nya pak... Terimakasih Best Regards Sigit Ari Prabowo ________________________________ From: Awang Satyana <[email protected]> To: [email protected]; Forum HAGI <[email protected]>; Geo Unpad <[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS <[email protected]> Sent: Friday, December 26, 2008 8:46:13 PM Subject: RE: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???)) Oil slick (di laut) atau oil seep (di darat) lebih baik dipandang positif daripada negatif. Positif artinya bahwa di wilayah oil slick/seep terjadi, ada generasi dan migrasi hidrokarbon. Jangan kuatir bahwa oil seep/slick telah menghabiskan banyak akumulasi di bawah permukaan (negatif). Area yang tak ada sama sekali oil slick/seep, dari banyak pengalaman, adalah justru area yang tanpa generasi hidrokarbon, bukan area yang masih menyimpan banyak akumulasi. Silakan dicek paper klasik dari Link (1952) dalam AAPG Bulletin; August 1952; v. 36; no. 8; p. 1505-1540 berjudul, "Significance of oil and gas seeps in world oil exploration". Di situ disimpulkan bahwa kehadiran oil seeps merupakan kunci pertama untuk kebanyakan wilayah penghasil minyak di dunia, dan bahwa paling sedikit setengah dari seluruh cadangan minyak terbukti lapangan-lapangan di dunia telah ditemukan dengan pemboran-pemboran di atau dekat area seepages. Para pemain minyak di Indonesia pun memandang oil slicks/seeps secara positif dibandingkan negatif. Beberapa contoh ditampilkan di bawah ini. (1) Area Banyumas yang dikenal mempunyai seeps di beberapa tempat -terjadi secara anomali dibandingkan sebelah barat dan timurnya yang tanpa seeps, telah membuat penasaran para explorer bertahun-tahun, sehingga area ini terus menantang untuk dieksplorasi sekalipun sampai sekarang belum ada penemuan yang definitif (tentu bukan karena semua akumulasinya sudah bocor, tetapi karena pengerjaannya saja belum intensif atau evaluasi cekungan dan petroleum system-nya belum tepat). (2) Sepuluh offshore area frontier di seluruh Indonesia dalam tiga tahun ini telah disurvey oleh sebuah company dengan menggunakan teknik terbaru identifikasi HC slicks, coring sedimen dasar laut, dan seismik regional. Baru-baru ini, lima dari sepuluh area dimintanya untuk menjadi area operasi perminyakan. Pertimbangan utamanya adalah karena kelima area itu mengandung HC slicks yang definitif berasal dari kemungkinan akumulasi bawah permukaan. Lima area yang lain yang tanpa HC slicks tidak diminatinya untuk menjadi area operasinya. (3) Satu oil seep saja yang terjadi di area sebelah barat Barito Basin, dan diyakini bukan berasal dari kitchen aktif cekungan tersebut, telah menyebabkan sebuah company melakukan banyak hal untuk mengejarnya, melakukan survey geologi, seimik, studi dan mungkin akan memintanya sebagai area operasi. Sebuah contoh bagaimana ketidakhadiran oil seep di suatu area tak menarik minat company untuk mengerjakan area tersebut ditunjukkan oleh area Pegunungan Selatan Jawa. Berdasarkan survey geologi, area ini punya beberapa unsur pertroleum system seperti source, reservoir dan seal rocks; perangkap pun mungkin hadir juga meskipun hal ini belum dibuktikan oleh banyaknya data seismik. Tetapi ketidakhadiran seeps di wilayah ini membuat curiga bahwa tak ada generasi dan migrasi hidrokarbon di wilayah ini. Sekalipun kita belum tahu unsur2 dan proses2 petroleum system di suatu wilayah, tetapi seeps/slicks terjadi - maka itu adalah kunci pertama untuk membuka lebih lanjut wilayah tersebut. Kita petakan seeps/slicks-nya, kita selidiki cekungannya, petroleum system-nya sampai akhirnya kita bisa dengan yakin mengetahui potensi wilayah itu. Area yang potensial mengandung hidrokarbon dan terdeformasi secara kuat, tetapi tak ada oil slicks/seeps muncul harus dicurigai bahwa tak ada generasi/migrasi hidrokarbon di area itu. Kehadiran oil slicks/seeps selalu positif dibandingkan negatif. Jangan kuatirkan kebocoran perangkap, dalam banyak kasus kita suka menilai terlalu rendah kapasitas sealing sekali kita melihat crestal faults di puncak perangkap. salam, awang --- On Thu, 12/25/08, Salahuddin, Andi <[email protected]> wrote: From: Salahuddin, Andi <[email protected]> Subject: RE: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???)) To: [email protected] Date: Thursday, December 25, 2008, 7:32 PM Saya (yang juga masih baru di dunia perminyakan) setuju sama Edo. Oil slick study hanya salah satu dari sekian banyak informasi yang mesti kita ketahui sebelum memperkirakan bahwa daerah/basin tersebut mengandung HC dalam jumlah ekonomis. Dengan kata lain, daerah yang menunjukkan adanya oil slick tidak otomatis berarti mengandung HC dlm jumlah ekonomis. Sebaliknya, area yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan adanya oil slick bisa saja mengandung HC yang sangat ekonomis dari segi quantitas. Jadi walau bagaimanapun juga pemahaman komprehensif ttg petroleum system di suatu basin/area tetap memegang peranan penting dalam explorasi HC di blok-blok baru. salam, Andi -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, December 24, 2008 6:40 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???)) Betul, pak Edo, karena 'oil slick' itu 'kan sama dengan 'oil seep' atau 'oil shows', hanya berbeda tempatnya saja. Salam, Syaiful Mohammad Syaiful * handphone: +62-812-9372808 * business: [email protected] -----Original Message----- From: "Edward, Syafron" <[email protected]> Date: Thu, 25 Dec 2008 06:10:18 To: <[email protected]> Subject: RE: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???)) Kalau sepengetahuan saya yang masih awam di perminyakan Keberadaan Oil Slick atau rembesan berarti Good news sekaligus bad news, good newsnya karena menandakan adanya source rock yang sudah matang dan bermigrasi dan bad newsnya adalah bahwa didaerah rembesan itu berarti trapnya leaking. Sering sekali didaerah yang leaking itu trapnya hanya terisi sedikit hydrocarbon karena sealnya leaking, jadi belum tentu block yang punya slick itu langsung menjadi block terbagus dengan prospect terbaik. Justru yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkan informasi dari slick itu untuk mengkalibrasi basin modelling kita, sehingga kita bisa mendefinisikan source rock mana yang matang, dimana kira-kira daerah yang matang dan bagaimana jalur migrasinya sampai merembes ke surface, dengan mengerti jalur migrasi yang baik, mudah-mudahan kita bisa tahu trap yang mana yang paling efektif sebagai perangkap dari minyak yang bermigrasi. Jadi intinya Geological understanding, seismic mapping, basin modeling masih sangat dominan dalam kata lain masih terlalu risky kalau hanya mengandalkan informasi rembesan.. Salam edo -----Original Message----- From: Salahuddin, Andi [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, December 25, 2008 1:32 AM To: [email protected]; [email protected] Subject: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???)) Saat ini sudah ada yang namanya teknologi 'oil slick mapping', dimana dgn teknologi ini rembesan oil di permukaan air laut coba dipetakan. Sepertinya penelitian ttg metoda ini terus dikembangkan di research center beberapa oil companies di US sambil mulai diaplikasikan ke business unit - business unit (BUs)nya, termasuk BU mereka di Indonesia mas. Setuju dengan mas Vicky, penerapan metoda ini kadang agak sulit dilakukan pada daerah dgn arus laut yg keras apalagi ditambah dengan lalu lintas kapal tangker yg kadang mencemari air laut shg terkadang sulit membedakan antara the real oil slick dan minyak yg berasal dari tangker misalnya. Setahu saya mas, beberapa hal yg coba dilakukan untuk mengatasi kasus ini adalah: - keberadaan oil ini di surface (baik yg oil slick maupun yg dari tangker) 'di petakan' dalam setiap jangka waktu tertentu (per hari, per minggu, atau mungkin per bulan) dengan maksud agar kita bisa melihat trend tertentu dari penyebarannya. - idealnya, the real oil slick akan cenderung stay pada posisi yang sama. Apalagi ditunjang dari keberadaan zona lemah /leakage tepat di bawah oil slick tsb berada berdasarkan seismic cross section. - sebalikanya, minyak yg berasal dari tangker misalnya, akan menunjukkan pola sebaran tertentu mengikuti arah kapal tersebut berjalan. Tentu saja hal ini akan dikoreksi dengan magnitude dan direction arus laut di wilayah itu. Namun yg saya lihat, teknologi ini bukan satu-satunya cara yang dipakai untuk meyakinkan diri kita sendiri sbg geoscientist (apalagi meyakinkan pihak manajemen) bahwa di bawah ada prospek yg ekonomis. Tetap mesti dilakukan seismic mapping, prospect analysis and ranking, basin modeling dsb. Menurut saya, mungkin lebih tepat kalau mengatakan kalau teknik ini belum (bukan tidak) menunjukkan hasil positif. Salah satu alasannya adalah karena metoda ini baru diaplikasikan pada blok-blok baru yang baru mau diexplorasi dan dikembangkan. Let's wait and see the result of the exploration well in the future. CMIIW. Mungkin Ibu/Bapak di milis ini punya pengalaman yang lebih bagus tentang hal ini. Silahkan di share. -selamat menikmati libur panjang... Salam Andi -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, December 24, 2008 10:42 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???) Ini yg mnurutku menyedihkan Mas Ismail. Kalau ada rekan yang salah kok malah dipake buat gojekan langsung "dithuthuki". Lah nanti juga kalau ada yang nulis hal sepele seringkali juga malah dikomentari, "ah gwe gitu aja juga tahu" :( pripun niku ? Btw, aku yakin banyak yang di mailist IAGI-net ini "mampu" untuk meluruskannya, tapi "enggan" melakukannya. Tapi lujtuna ... nanti kalau ada masyarakat yang keterusan salah persepsi kita sendiri juga yang kebakaran jenggot, sambil misuh-misuh dewe .... Koreksi sederhananya barangkali hanya menyatakan bahwa "Salah satu teknologi satelit moderen saat ini sudah ada yang digunakan dalam pencarian minyak bumi. Salah satu contohnya adalah dengan melihat rembesan minyak yang ada di permukaan air laut, atau dikenal dengan nama "slick". Teknologi ini sudah dikembangkan di Amerika Serikat (barangkali, cmiiw). Di Indonesia teknik ini juga sudah dipergunakan. Namun karena arus di Indonesia ini cukup deras karena dilewati oleh arlindo serta lalu lintas kapal tangker, maka penerapannya masih sulit dipakai sebagai satu-satunya metode dalam mencari minyak. (btw ini cuman misalnya aja looh, kali ada yang tahu kenapa teknik ini tidak (belum) menunjukkan hasil yg positip) dst dst Kalau hal sederhana bgini ngga perlu juga IAGI membuat press release, tetapi salah satu dari rekan disini bisa meluruskannya dengan menuliskan di mailist ini. Nanti kan tinggal di upload ke GeoBLOGi :) RDP -- Dongeng baru : - http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/prediksi-harga-minyak-perlu-tahu -walaupun-selalu-salah/ - http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/hanya-dengan-pengetahuan-kita-da pat-merubah-palak-menjadi-pajak/ - http://rovicky.wordpress.com/2008/12/21/kreatif-itu-bakat-atau-bisa-dipe lajari-creative-mindset/ ------------------------------------------------------------------------ -------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... ------------------------------------------------------------------------ -------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ------------------------------------------------------------------------ ----- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------ -------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... ------------------------------------------------------------------------ -------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ------------------------------------------------------------------------ ----- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

