Sigit,
 
Lingkungan pengendapan source rock (SR) berpengaruh kepada tipe kerogen, tipe 
kerogen berpengaruh kepada tipe hydrocarbon. Tipe hydrocarbon dipengaruhi pula 
oleh level kematangan source rock. Tipe hidrokarbon bisa berpengaruh 
kepada mobilitas hydrocarbon saat ia bermigrasi relatif terhadap densitas air. 
 
Migrasi dan mobilitas hidrokarbon diatur oleh prinsip-prinsip mekanika fluida 
di bawah permukaan. Penggeraknya antara lain buoyancy. Buoyancy dikendalikan 
oleh differential density antara hidrokarbon dan air. Semakin jauh perbedaannya 
akan semakin mobil. 
 
Maka minyak ringan yang dihasilkan di temperatur tinggi dan lingkungan lebih 
terestrial akan lebih cepat migrasinya dibandingkan minyak berat yang 
dihasilkan temperatur rendah dan lingkungan marin. Mengapa begitu, sebab 
differential density antara pasangan minyak ringan-air lebih besar daripada 
pasangan minyak berat-air.
 
Namun, kehadiran oil slick/seep jauh hubungannya dengan lingkungan pengendapan 
source rock, tipe hidrokarbon, dan mobilisasi hidrokarbon (dengan yang ini 
mungkin lebih dekat walaupun tetap jauh).
 
Kehadiran oil slick/seep erat berhubungan dengan dua faktor yang Sigit sebutkan 
: activitas-intensitas-pola-jenis structure, ketebalan overburden di atas 
reservoir rock. Ketebalan overburden di atas SR tak berpengaruh kepada 
keberadaan oil slick/seep, tetapi ia berpengaruh kepada tingkat kematangan SR. 
 
Semakin intensif struktur, semakin tipis overburden-sealing di atas 
reservoir/trap, semakin tidak bagusnya seal sebagai penyekat (karena berbagai 
faktor), maka semakin besar kemungkinan kehadiran oil slick/oil seep.
 
Yang ditulis Pak Rovicky adalah benar bahwa oil seep tak muncul di atas Central 
Sumatra Basin yang produktif (tetapi di Barisan Mountain front-nya muncul 
beberapa). Mengapa ? Sebab, intensitas strukturnya kalah dibandingkan dengan 
intensitas struktur di South Sumatra dan North Sumatra. Lapangan2 minyak 
pertama di kedua cekungan yang disebutkan terakhir ditemukan melalui seepages 
(Telaga Said, Kampong Minyak, Talang Akar). Sedangkan Minas dan Duri ditemukan 
bukan dengan seeps, tetapi dengan pemetaan antiklin kedua struktur itu secara 
detail yang dimulai menjelang pendudukan Jepang. 
 
Maka, tak mengherankan mengapa Central Sumatra Basin baru digarap kemudian 
sebab tak ada seeps di situ. Ini sekaligus mengoreksi tulisan saya sebelumnya 
menjadi bahwa wilayah tanpa seeps bisa sangat kaya (kasus Central Sumatra 
Basin). Tetapi wilayah dengan kaya seeps jelas lebih menarik dari segi 
eksplorasi. Lapangan2 besar di sebelah barat Zagros Mountains di wilayah Irak, 
Iran dan Arab hampir semuanya ditemukan melalui seeps sebab play utamanya 
adalah FTB (fold thrust belt) yang berhubungan dengan foreland basin dari 
collision Zagros. Di wilayah FTB pasti lebih banyak seeps dibandingkan yang 
bukan FTB. Di East Sulawesi collision bahkan seeps hadir di melange yang 
teretakkan akibat deformasi FTB di wilayah itu (Batui FTB).
 
Suatu wilayah yang mengalami tectonic reversal (Salawati hanya cekungannya saja 
yang terbalik - perpindahan depocenter maksudnya - perpindahan polarity basin 
-yang dulu updip jadi downdip, yang dulu downdip jadi updip) akan intensif 
strukturnya. Contoh lebih bagus sebenarnya South Sumatra Basin (yang disebut 
dengan Sunda folds) dan Barito Basin (lihat paper saya di Proceedings IPA tahun 
1994 -type of inverted structures of East Barito Basin). 
 
Betul, di wilayah2 seperti itu seeps-nya akan intensif karena banyak sesar 
aktif sampai ke permukaan dan banyak against fault trap yang critical masalah 
sealingnya sebab tak ada reseve dip buat memerangkap hidrokarbon seperti pada 
four-way dip closure. Di Sulawesi Barat pun begitu (area Marathon Pasang Kayu, 
Tately Budong-Budong, dan Sigma Enrekang). Di wilayah itu cukup penyebaran 
seeps-nya sebab play di situ adalah FTB Neogen. Ke arah offshore barat, 
deformasi melemah.
 
Kalau ingin mempelajari kemungkinan keberadaan seep/slick di suatu wilayah, 
harus menggunakan konsep "Destructive Process and Zones" (DPZ) -yaitu suatu 
zone subsurface di sekitar perangkap dan wilayah atasnya yang sangat mungkin 
rusak akibat proses2 deformasi, erosi, dll sehingga menyebabkan oil seeps dan 
slicks akan muncul di permukaan. Data utamanya berasal dari penampang seismik 
dengan masukan2 dari petroleum system dan geochemistry, juga sedikit 
hidrodinamika. Pemetaan DPZ ini baik dipakai untuk mempertimbangkan masalah 
post-entrapment preservation.
 
salam,
awang
 

--- On Tue, 12/30/08, sigit prabowo <[email protected]> wrote:

From: sigit prabowo <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas 
Tersandung Gaptek (???))
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 30, 2008, 10:53 AM

Pak Awang YTH.,

Apakah ada hubungan antara lingkungan pengendapan source rock, tipe
Hydrocarbon, mobilitas Hydrocarbon, activitas-intensitas-pola-jenis structure,
ketebalan overburden diatas source rock maupun reservoir rock nya, dsb.; dengan
kehadiran oil slick (di laut) dan atau oil seep (di darat)...?

Mungkinkah juga antara lain karena faktor2 tsb. diatas, sebenarnya oil maupun
gas berpotensi ada di suatu daerah, namun dikarenakan kombinasi dari faktor2
tadi, menjadikan minyak maupun gas belum tentu muncul dan terdeteksi sebagai oil
slick maupun oil seeps.

Selain itu, bilamana suatu basin mengalami proses 'reversal', seperti
yang pak Awang kemukakan dalam Salawati Basin Reversal (IPA Paper 1999), dan
juga bila suatu basin berada di daerah thrust fold belt seperti misalnya di
Banggai Basin (Central Sulawesi), Makassar Basin (West Sulawesi)..; apakah akan
mempengaruhi lokasi kehadiran dari oil slick maupun oil seep nya, dan juga akan
lebih memudahkan ditemukan nya oil slick maupun oil seep nya...?

Mohon pencerahan nya pak...

Terimakasih

Best Regards
Sigit Ari Prabowo



________________________________
From: Awang Satyana <[email protected]>
To: [email protected]; Forum HAGI <[email protected]>; Geo Unpad
<[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS
<[email protected]>
Sent: Friday, December 26, 2008 8:46:13 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas
Tersandung Gaptek (???))

Oil slick (di laut) atau oil seep (di darat) lebih baik dipandang positif
daripada negatif. Positif artinya bahwa di wilayah oil slick/seep terjadi, ada
generasi dan migrasi hidrokarbon. Jangan kuatir bahwa oil seep/slick telah
menghabiskan banyak akumulasi di bawah permukaan (negatif). Area yang tak ada
sama sekali oil slick/seep, dari banyak pengalaman, adalah justru area yang
tanpa generasi hidrokarbon, bukan area yang masih menyimpan banyak akumulasi.
 
Silakan dicek paper klasik dari Link (1952) dalam AAPG Bulletin; August 1952;
v. 36; no. 8; p. 1505-1540 berjudul, "Significance of oil and gas seeps in
world oil exploration". Di situ disimpulkan bahwa  kehadiran oil seeps
merupakan kunci pertama untuk kebanyakan wilayah penghasil minyak di dunia, dan
bahwa paling sedikit setengah dari seluruh cadangan minyak terbukti
lapangan-lapangan di dunia telah ditemukan dengan pemboran-pemboran di atau
dekat area seepages. 
 
Para pemain minyak di Indonesia pun memandang oil slicks/seeps secara positif
dibandingkan negatif. Beberapa contoh ditampilkan di bawah ini.
 
(1) Area Banyumas yang dikenal mempunyai seeps di beberapa tempat -terjadi
secara anomali dibandingkan sebelah barat dan timurnya yang tanpa seeps, telah
membuat penasaran para explorer bertahun-tahun, sehingga area ini terus
menantang untuk dieksplorasi sekalipun sampai sekarang belum ada penemuan yang
definitif (tentu bukan karena semua akumulasinya sudah bocor, tetapi karena
pengerjaannya saja belum intensif atau evaluasi cekungan dan petroleum
system-nya belum tepat). 
 
(2) Sepuluh offshore area frontier di seluruh Indonesia dalam tiga tahun ini
telah disurvey oleh sebuah company dengan menggunakan teknik terbaru
identifikasi HC slicks, coring sedimen dasar laut, dan seismik regional.
Baru-baru ini, lima dari sepuluh area dimintanya untuk menjadi area operasi
perminyakan. Pertimbangan utamanya adalah karena kelima area itu mengandung HC
slicks yang definitif berasal dari kemungkinan akumulasi bawah permukaan. Lima
area yang lain yang tanpa HC slicks tidak diminatinya untuk menjadi area
operasinya.
 
(3) Satu oil seep saja yang terjadi di area sebelah barat Barito Basin, dan
diyakini bukan berasal dari kitchen aktif cekungan tersebut, telah menyebabkan
sebuah company melakukan banyak hal untuk mengejarnya, melakukan survey geologi,
seimik, studi dan mungkin akan memintanya sebagai area operasi.
 
Sebuah contoh bagaimana ketidakhadiran oil seep di suatu area tak menarik minat
company untuk mengerjakan area tersebut ditunjukkan oleh area Pegunungan Selatan
Jawa. Berdasarkan survey geologi, area ini punya beberapa unsur pertroleum
system seperti source, reservoir dan seal rocks; perangkap pun mungkin hadir
juga meskipun hal ini belum dibuktikan oleh banyaknya data seismik. Tetapi
ketidakhadiran seeps di wilayah ini membuat curiga bahwa tak ada generasi dan
migrasi hidrokarbon di wilayah ini.
 
Sekalipun kita belum tahu unsur2 dan proses2 petroleum system di suatu wilayah,
tetapi seeps/slicks terjadi - maka itu adalah kunci pertama untuk membuka lebih
lanjut wilayah tersebut. Kita petakan seeps/slicks-nya, kita selidiki
cekungannya, petroleum system-nya sampai akhirnya kita bisa dengan yakin
mengetahui potensi wilayah itu.
 
Area yang potensial mengandung hidrokarbon dan terdeformasi secara kuat, tetapi
tak ada oil slicks/seeps muncul harus dicurigai bahwa tak ada generasi/migrasi
hidrokarbon di area itu.
 
Kehadiran oil slicks/seeps selalu positif dibandingkan negatif. Jangan
kuatirkan kebocoran perangkap, dalam banyak kasus kita suka menilai terlalu
rendah kapasitas sealing sekali kita melihat crestal faults di puncak perangkap.

 
salam,
awang
 
--- On Thu, 12/25/08, Salahuddin, Andi
<[email protected]> wrote:

From: Salahuddin, Andi <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas
Tersandung Gaptek (???))
To: [email protected]
Date: Thursday, December 25, 2008, 7:32 PM

Saya (yang juga masih baru di dunia perminyakan) setuju sama Edo.
Oil slick study hanya salah satu dari sekian banyak informasi yang mesti
kita ketahui sebelum memperkirakan bahwa daerah/basin tersebut
mengandung HC dalam jumlah ekonomis. Dengan kata lain, daerah yang
menunjukkan adanya oil slick tidak otomatis berarti mengandung HC dlm
jumlah ekonomis. Sebaliknya, area yang tidak menunjukkan tanda-tanda
akan adanya oil slick bisa saja mengandung HC yang sangat ekonomis dari
segi quantitas. 

Jadi walau bagaimanapun juga pemahaman komprehensif ttg petroleum system
di suatu basin/area tetap memegang peranan penting dalam explorasi HC di
blok-blok baru.


salam,
Andi

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, December 24, 2008 6:40 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi
Migas Tersandung Gaptek (???))

Betul, pak Edo, karena 'oil slick' itu 'kan sama dengan 'oil
seep' atau
'oil shows', hanya berbeda tempatnya saja.

Salam,
Syaiful

Mohammad Syaiful
* handphone: +62-812-9372808
* business: [email protected]

-----Original Message-----
From: "Edward, Syafron" <[email protected]>

Date: Thu, 25 Dec 2008 06:10:18 
To: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi
Migas Tersandung Gaptek (???))

Kalau sepengetahuan saya yang masih awam di perminyakan Keberadaan Oil
Slick atau rembesan berarti Good news sekaligus bad news, good newsnya
karena menandakan adanya source rock yang sudah matang dan bermigrasi
dan bad newsnya adalah bahwa didaerah rembesan itu berarti trapnya
leaking. Sering sekali didaerah yang leaking itu trapnya hanya terisi
sedikit hydrocarbon karena sealnya leaking, jadi belum tentu block yang
punya slick itu langsung menjadi block terbagus dengan prospect terbaik.
Justru yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkan informasi
dari slick itu untuk mengkalibrasi basin modelling kita, sehingga kita
bisa mendefinisikan source rock mana yang matang, dimana kira-kira
daerah yang matang dan bagaimana jalur migrasinya sampai merembes ke
surface, dengan mengerti jalur migrasi yang baik, mudah-mudahan kita
bisa tahu trap yang mana yang paling efektif sebagai perangkap dari
minyak yang bermigrasi. Jadi intinya Geological understanding, seismic
mapping, basin modeling masih sangat dominan dalam kata lain masih
terlalu risky kalau hanya mengandalkan informasi rembesan..

Salam
edo  

-----Original Message-----
From: Salahuddin, Andi [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, December 25, 2008 1:32 AM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Oil slick (was RE: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas
Tersandung Gaptek (???))

Saat ini sudah ada yang namanya teknologi 'oil slick mapping', dimana
dgn teknologi ini rembesan oil di permukaan air laut coba dipetakan.
Sepertinya penelitian ttg metoda ini terus dikembangkan di research
center beberapa oil companies di US sambil mulai diaplikasikan ke
business unit - business unit (BUs)nya, termasuk BU mereka di Indonesia
mas.

Setuju dengan mas Vicky, penerapan metoda ini kadang agak sulit
dilakukan pada daerah dgn arus laut yg keras apalagi ditambah dengan
lalu lintas kapal tangker yg kadang mencemari air laut shg terkadang
sulit membedakan antara the real oil slick dan minyak yg berasal dari
tangker misalnya.

Setahu saya mas, beberapa hal yg coba dilakukan untuk mengatasi kasus
ini adalah:
- keberadaan oil ini di surface (baik yg oil slick maupun yg dari
tangker) 'di petakan' dalam setiap jangka waktu tertentu (per hari, per
minggu, atau mungkin per bulan) dengan maksud agar kita bisa melihat
trend tertentu dari penyebarannya.
- idealnya, the real oil slick akan cenderung stay pada posisi yang
sama. Apalagi ditunjang dari keberadaan zona lemah /leakage tepat di
bawah oil slick tsb berada berdasarkan seismic cross section. 
- sebalikanya, minyak yg berasal dari tangker misalnya, akan menunjukkan
pola sebaran tertentu mengikuti arah kapal tersebut berjalan. Tentu saja
hal ini akan dikoreksi dengan magnitude dan direction arus laut di
wilayah itu.

Namun yg saya lihat, teknologi ini bukan satu-satunya cara yang dipakai
untuk meyakinkan diri kita sendiri sbg geoscientist (apalagi meyakinkan
pihak manajemen) bahwa di bawah ada prospek yg ekonomis. Tetap mesti
dilakukan seismic mapping, prospect analysis and ranking, basin modeling
dsb.

Menurut saya, mungkin lebih tepat kalau mengatakan kalau teknik ini
belum (bukan tidak) menunjukkan hasil positif. Salah satu alasannya
adalah karena metoda ini baru diaplikasikan pada blok-blok baru yang
baru mau diexplorasi dan dikembangkan. Let's wait and see the result of
the exploration well in the future. CMIIW.

Mungkin Ibu/Bapak di milis ini punya pengalaman yang lebih bagus tentang
hal ini. Silahkan di share.



-selamat menikmati libur panjang...

Salam
Andi



-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, December 24, 2008 10:42 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek (???)

Ini yg mnurutku menyedihkan Mas Ismail.
Kalau ada rekan yang salah kok malah dipake buat gojekan langsung
"dithuthuki". Lah nanti juga kalau ada yang nulis hal sepele
seringkali
juga malah dikomentari, "ah gwe gitu aja juga tahu" :( pripun niku ?

Btw, aku yakin banyak yang di mailist IAGI-net ini "mampu" untuk
meluruskannya, tapi "enggan" melakukannya. Tapi lujtuna ... nanti
kalau
ada masyarakat yang keterusan salah persepsi kita sendiri juga yang
kebakaran jenggot, sambil misuh-misuh dewe ....

Koreksi sederhananya barangkali hanya menyatakan bahwa "Salah satu
teknologi satelit moderen saat ini sudah ada yang digunakan dalam
pencarian minyak bumi. Salah satu contohnya adalah dengan melihat
rembesan minyak yang ada di permukaan air laut, atau dikenal dengan nama
"slick". Teknologi ini sudah dikembangkan di Amerika Serikat
(barangkali, cmiiw). Di Indonesia teknik ini juga sudah dipergunakan.
Namun karena arus di Indonesia ini cukup deras karena dilewati oleh
arlindo serta lalu lintas kapal tangker, maka penerapannya masih sulit
dipakai sebagai satu-satunya metode dalam mencari minyak. (btw ini cuman
misalnya aja looh, kali ada yang tahu kenapa teknik ini tidak (belum)
menunjukkan hasil yg positip)

dst
dst

Kalau hal sederhana bgini ngga perlu juga IAGI membuat press release,
tetapi salah satu dari rekan disini bisa meluruskannya dengan menuliskan
di mailist ini. Nanti kan tinggal di upload ke GeoBLOGi :)

RDP

--
Dongeng baru :
-
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/prediksi-harga-minyak-perlu-tahu
-walaupun-selalu-salah/
-
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/hanya-dengan-pengetahuan-kita-da
pat-merubah-palak-menjadi-pajak/
-
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/21/kreatif-itu-bakat-atau-bisa-dipe
lajari-creative-mindset/

------------------------------------------------------------------------
--------
serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK
HUTASOIT
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
------------------------------------------------------------------------
--------
ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA
JATENG
* mungkin di semarang
* mungkin pula di solo
* mungkin juga join dg HAGI dll.
------------------------------------------------------------------------
-----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to direct or indirect damages, or damages of any kind
whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of
or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing
list.
---------------------------------------------------------------------


------------------------------------------------------------------------
--------
serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
------------------------------------------------------------------------
--------
ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
* mungkin di semarang
* mungkin pula di solo
* mungkin juga join dg HAGI dll.
------------------------------------------------------------------------
-----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to direct or indirect damages, or damages of any kind
whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of
or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing
list.
---------------------------------------------------------------------


--------------------------------------------------------------------------------
serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
* mungkin di semarang
* mungkin pula di solo
* mungkin juga join dg HAGI dll.
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


      


      

Kirim email ke