[image: gempapemicu.jpg]<http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/09/gempapemicu.jpg>Saya mengambarkan trigger dari gempa-gempa ini dalam sebuah gambar seperti disebelah ini
Tidak mudah untuk benar-benar mengerti gempa ini secara keseluruhan (*complicated and complex*). Disebelah ini menggambarkan terjadinya gempa dapat dipicu oleh beberapa aktifitas alam. Dari dalam bumi kita tahu adanya aktifitas inti (core), aktifitas mantle serta aktifitas kerak bumi. Semua aktifitas dari dalam ini akan sangat mungkin menjadi pemicu dari terjadinya gempa. Selain itu juga gaya endogen inilah yang menjadi sumber kekuatan (tenaga) yang terkumpul pada kerak sebagai "strain". Disamping itu gunung api yang sering juga muncul sebagai akibat dari aktifitas tektonik yang juga merupakan penyebab langsung dari gempa. Keduanya (gempa-gunungapi) dapat saling mempengaruhi. Gempa Jogja tahun 2006 lalu diperkirakan disebabkan oleh aktifitas Gunung Merapi, namun dilain pihak goyangan gempa Jogja meruntuhkan "geger boyo" sebuah tebing di puncak G Merapi yang akhirnya juga mempengaruhi aktifitas letusan. Selain itu pengalaman beberapa gempa besar terakhir ini sangat erat hubungannya dengan gerakan-gerakan benda-benda angkasa terutama bulan. Sehingga kita tahu bahwa gempa bukanlah "*single couse*", pemicu gempa bukan disebabkan satu jenis mekanisme saja. http://rovicky.wordpress.com/2007/10/01/meramal-gempa-2-pasti-bisa-atau-harus-bisa/ Salam RDP On Tue, Jan 6, 2009 at 3:19 PM, Awang Satyana <[email protected]> wrote: > Pak Franc, > > Sebenarnya pertanyaan seperti yang ditanyakan Pak Franc juga pernah menjadi pertanyaan para ahli gempa. > > Gempa besar di Aceh ini terjadi hanya tiga hari setelah sebuah gempa besar bermagnitude 8,1 melanda sebuah wilayah tak berpenghuni di sebelah barat Kepulauan Auckland (milik Selandia Baru) dan di sebelah utara Kepulauan Macquarie (milik Australia) di Antarktika. > > Hal ini di luar kebiasaan sebab berdasarkan statistik selama ini gempa dengan kekuatan di atas 8,0 hanya terjadi satu kali dalam setahun (USGS Earthquake Hazards Program: FAQ; Skinner et al., 2004, Dynamic Earth, hal. 359), tetapi kedua gempa bermagnitude > 8,0 > ini hanya terpisah tiga hari. Beberapa ahli seismologi berspekulasi tentang hubungan gempa Antarktika dan gempa Aceh ini. > > Gempa Antarktika mungkin telah berperan sebagai katalisator gempa Aceh karena kedua gempa ini terjadi masing-masing di ujung sisi selatan dan utara Lempeng Indo-Australia. Tetapi, USGS mengatakan tak ada bukti meyakinkan bahwa kedua gempa ini berhubungan. Yang jelas, gempa Aceh terjadi tepat setahun (sampai jam kejadian pun sama) setelah gempa bermagnitude 6,6 yang menewaskan 30.000 orang di kota Bam, Iran > pada 26 Desember 2003. > > Prof. S. Warren Carrey, ahli geologi Australia pencetus teori Expanding Earth telah meninggal dunia pada 20 Maret 2002 dalam usia 90 tahun, penerusnya mungkin tak sekonsisten dan setegar Prof. Carrey dalam membela teorinya, sekitar 50 tahun ia mempertahankan teorinya sejak dicetuskan pada tahun 1950-an. > > salam, > awang > > Franciscus B Sinartio > Fri, 02 Jan 2009 04:56:09 -0800 > Pak Awang dan yang lainnya. > apakah mungkin bahwa ada suatu force = "gaya" yang mentrigger gempa di Aceh dan > pergeseran San Andreas fault. Jadi bukan gempa aceh yang metrigger pergeseran > san andreas fault. Tetapi suatu force yang mentrigger kedua dua nya. > Kalau bisa dibuktikan hal ini, mungkin DR. Cary dari Australia yang sangat > getol memberikan teori nya expanding of the earth bisa mulai menambahkan hal > ini dalam analisanya. > > fbs > > > > -- "Terorisme atas nama negara lebih nyata ketimbang terorisme atas nama agama !"

