Iya Pak Syaiful, GPS di sekitar LUSI dan Watukosek Fault ditaruh bukan untuk 
mengukur vektor Watukosek Fault, tetapi hanya untuk mengetahui intensitas 
penurunan permukaan (land subsidence) akibat bencana LUSI.
 
Salam,
awang
 --- On Tue, 1/6/09, [email protected] <[email protected]> 
wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Gempa Aceh 2004 Menggetarkan Sesar San Andreas
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 6, 2009, 2:53 PM

Terimakasih, pak Awang. Jika demikian, mungkin sama dengan sepanjang Sesar
Sumatra (Bukit Barisan) ya? Jadi hanya GPS saja, tak ada alat lain yg lebih
canggih utk ditanam.

Salam,
Syaiful


Mohammad Syaiful
* handphone: +62-812-9372808
* business: [email protected]

-----Original Message-----
From: Awang Satyana <[email protected]>

Date: Mon, 5 Jan 2009 22:57:21 
To: <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Gempa Aceh 2004 Menggetarkan Sesar San Andreas

Pak Syaiful,
 
Setahu saya tak ada sesar yang dicurigai dan telah biasa menyebabkan gempa
(earthquake faults) di Indonesia yang ditanami instrumen-instrumen pengukur
getaran gempa, kecuali GPS. GPS didirikan untuk mengukur arah dan kecepatan slip
(vektor) sesar tersebut. Sesar Watukosek, yang populer setelah ada kasus LUSI
pun setahu saya tak ditanami alat2 pengukur getaran gempa. 
 
Barangkali saya salah, silakan rekan2 lain yang tahu masalah ini.
 
salam,
awang
 
mohammad syaiful
Thu, 01 Jan 2009 22:43:22 -0800
Terimakasih infonya, pak Awang.

Bukan bermaksud menyelewengkan topik, tetapi saya hanya ingin tahu.
Apakah setelah "Gempabumi Yogya" tiga tahun lalu, juga telah ditanam
/
dipasang instrumen2 pengamatan utk gempa di sepanjang "Sesar Watu
Kosek" dan sejenisnya?

Kurun waktu tiga tahun, kalo ada instrumen yg telah ditanam, tentu
akan memberikan hasil yg menarik ttg geliat gempa dan sesar tsb.

salam,
syaiful







      

Kirim email ke