Pak Agus & sahabat sekalian IAGI neter,

Saya senang sekali membaca berita gembira tentang "semangat" bagi Konversi Situs Geologi, dan ditambah lagi upaya penyelamatan situs untuk pendidikan dan geowisata. Sebenarnya cukup banyak situs yang harus kita selamatkan misalnya Karst Citatah & Gua Pawonnya yang kini berada diambang kehancuran, Cikotok mantan tambang emas jaman Belanda. Bekas lahan penambangan Quarry, juga tambang logam dan batubara sebenarnya bisa ditata apik menjadi tempat pendidikan dan wisata outdoor yang menarik. Di kawasan Ruhr Gebiet, Jerman, ada bekas pabrik baja sekelas Karakatau Steel (KS) yang berada disekitar tambang Batubara, telah disulap sedimian rupa menjadi wisata outdoor yang banyak pengunjungnya. Instalasi pabrik dan tambang dibiarkan seperti apa adanya dengan beberapa perapihan disana sini untuk keamanan dan keselamatan. Menara untuk "lift" tambang bahkan bisa dinikmati dari mall disekitarnya. Sedangkan cerobong-cerobong pabrik yang disusun oleh bebatuan yang menjulang tinggi dijadikan arena untuk panjat tebing, begitu dinding gawir pabrik. Kini disekitar Lagadar Cimahi, Bandung Barat terdapat Quarry andesit yang menyisakan singkapan kekar-kekar kolom yang luarbiasa! Panjang dinding yang melingkar sekitar 200 meter, tingginya mencapai 30 meteran. Kekar kolom dengan diameter bervariasi antara 30-40 cm, dan tinggi 0.5-2 m, sebagaian tegak, miring hingga rebah berdesakan membentuk gawir nan indah. Selain itu dibagian dasar terdapat kekar kolom yang berdiameter hingga 1 meteran juga kontak antara lava dan sedimen yang terlipat cukup tersingkap. Kebetulan sang pemilik Quarry berniat untuk menyisakan situs ini untuk areal wisata dan pendidikan, sehingga gawir kekar kolom ini tidak ditambang. Bagi yang yang ingin lihat beberapa situs bebatuan sekitar Bandung, dapat membaca buku Geowisata Bandung yang diterbitkan oleh P3G. Khusus yang berminat kekar kolom foto Lagadar dapat membuka Japri. Mungkin ada beberapa lokasi di sekitar Bandung Jakarta yang bisa dipertimbang untuk dijadikan situs atau di konservasi, seperti Quarry disekitar Jatiluhur, tambang emas Ciseuti di Purwakarta dan Bunikasih di Pangalengan (dekat Situ Cileunca). Salut bagi para penggagas dan penggarap konservasi situs geologi! Maju terus pantang mundur!

Salam

Andri SSM
Hendratno Agus wrote:
Ini hari, 11 Maret 2009 di Dit.Mineraba pabum ESDM berlangsung diskusi tentang 
Konservasi Situs Geologi Batubara dari site PT Arutmin Indonesia, dengan 
paparan dari Mas Sonny T.Pangestu (geofotographer, aktivis IAGI juga senior di 
Arutmin). Diskusi dipimpin pak MS.Marpaung (Direktur Teknik di Minerba, juga 
juga aktivis dan senior di IAGI atau PERHAPI). Kebanyakan yang hadir adalah 
akademisi dari Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi kampus-kampus di Jawa, 
serta IAGI. Kebetulan saya hadir, dan berikut laporan pandangan mata :
1. Ide untuk memproteksi singkapan-singkapan geologi yang "bernilai saintifik dan akademik" yang tersingkap karena penggalian di wilayah kerja KK, PKP2B sudah mulai muncul dari kawan-kawan geologist di industri tersebut. Pemerintah (melalui Pak Marpaung) dan industri tambang pun mendorong memanfaatkan situs itu untuk pendidikan geosain. 2. Kawan-kawan Akademisi juga sangat mendukung sebagai sarana pendidikan kebumian yang related dengan dunia pertambangan. Bahkan pemerintah bisa jadi "mewajibkan" untuk memproteksi sebagian kecil untuk disisakan/ tidak dihabiskan oleh alat-alat berat. Pertanyaan muncul? Bagaimana jika dibawah singkapan geologi yang "disituskan" tersebut masih ada lapisan / body endapan yang ekonomis dan berkualitas untuk ditambang saja?
3. Isu-isu konservasi mineral di daerah site tambang-tambang besar, terus 
digulirkan dan dikelola oleh Pusat Sumberdaya Geologi Bandung, tentunya juga 
menyangkut konservasi singkapan geologi di daerah tambang.
4. Singkapan geologi batubara yang dikonservasi sudah ada contohnya di kawasan 
Sawahlunto. Saya sendiri pernah diajak rembugan dengan walikota Sawahlunto 
tahun 2006 untuk perencanaan pengembangan wisata tambang Sawahlunto dengan 
memanfaatkan semua bekas tambang dan infrastruktur di dalamnya, termasuk 
singkapan geologi batubaranya. Follow up oleh pemkot Sawahlunto, kagak tahu?
5. Konservasi Situs Geologi sebagaimana dicanangkan di Kawasan Karangsambung sebagai Cagar Geologi Nasional dengan Keppres, tentunya beda dengan Situs Geologi akibat dibukanya oleh penggalian. Tentu beda juga dengan kawasan lindung geologi, sebagaimana dimaksud dalam PP 24 tahun 2008 tentang tata ruang wilayah nasional. Sehingga dari sisi aturan, situs geologi yang terlihat setelah penggalian belum diatur dan belum ada conto. Tetapi dibelahan lokasi tambang besar di dunia, banyak sekali situs geologi/ singkapan geologi pada bekas tambang diawetkan dan dijadikan komoditas geowisata dengan intervensi legenda-legenda. 6. Situs Geologi sebagai produk geowisata juga sudah mulai diusung oleh IAGI, Badan Geologi, bisnisman (maksudnya seperti pak Miko itu) dan akademisi. Bahkan di Jabar sudah ada perda kawasan lindung geologi, juga Citatah yang sedang diperjuangkan... 7. Perlu dukungan semua pihak untuk "mengatakan bahwa itu penting dari sisi ilmiah / akademik", jika memungkinkan salah satu diskusi panel PIT IAGI di Semarang nanti, kami ingin dideklarasikan untuk mencoba mengusung konservasi situs geologi akibat terbukanya singkapan oleh penambangan. Beberapa industri yang sudah komitmen antara lain : Arutmin, Newmont, KPC, juga Freeport. IAGI sebagai payung asosiasi juga sangat mendukung, apalagi kami. Bahkan saya (yang juga salah satu panitia PIT IAGI di Smg) mendukung dan akan mengusulkan ke pimpinan untuk event diskusi panel terkait dengan hal tersebut. 8. Jika IAGI sudah OK, kemudian Badan Geologi juga mempunyai agenda yang sama, dan regulator yang terkait dengan KK, PKP2B ada di Minerba (c.q. Pak Marpaung juga sangat mendukung), maka kenapa tidak kita support saja. Pro kontra tentu ada, tapi kita pun harus mengkaji, mana yang "betul-betul diproteksi" dan mana yang boleh diteruskan tambangnya dari sisi binis tambang tersebut. terima kasih mas Sonny, mas Nur Hardono dan pak Marpaung, juga kawan-kawan yang hadir, salam, Agus Hendratno


(ern/ern)

http://bandung.detik.com/read/2009/02/14/171503/1084944/486/selamatkan-bukit-kapur-citatah-lewat-jepretan

Artikel lain: Pengusaha Tambang di Citatah Bisa Mengancam Situs
Purbakala
http://bandung.detik.com/read/2009/02/14/160957/1084911/486/pengusaha-tambang-di-citatah-bisa-mengancam-situs-purbakala



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------





--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


------------------------------------------------------------------------

Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.11/1577 - Release Date: 7/28/2008 
6:55 AM

Kirim email ke