Kang Andri dkk aktivis IAGI, 

Kalau kunci-kunci yang mendorong pentingnya situs geologi akibat quarry, maka 
asosiasi yang sangat relevan mendorong adalah IAGI dan juga PERHAPI. Nah..., 
urusan supaya industri pertambangan logam dan batubara, juga non-logam (seperti 
terlihat setelah ada quarry andesit, batugamping dll), ada di pihak pemerintah. 
Pemerintah pusat melalui dit.minerba esdm (via Pak Marpaung) sangat OK.. Bola 
panas sekarang ada di kita-kita di IAGI ini. Begitu IAGI push masalah ini ke 
Pemerintah, maka Pemerintah (Minerba dan juga Badan Geologi) tentunya akan 
mendukung untuk mengatur dan "menyisakan singkapan geologi yang bernilai" di 
area pertambangan aktiv.....(semoga saja...). Berani ndak yaa..., apakah hal 
ini perlu dan siap untuk dibahas detil dalam PIT IAGI di Smg??? 

salam, agus hendratno 




________________________________
From: Andri Slamet Subandrio <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 12, 2009 11:23:28 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] "Situs Geologi" akibat Quarry & Kekar Kolom Lagadar

Pak Agus & sahabat sekalian IAGI neter,

Saya senang sekali membaca berita gembira tentang "semangat" bagi Konversi 
Situs Geologi, dan ditambah lagi upaya penyelamatan situs untuk pendidikan dan 
geowisata. Sebenarnya cukup banyak situs yang harus kita selamatkan misalnya 
Karst Citatah & Gua Pawonnya yang kini berada diambang kehancuran, Cikotok 
mantan tambang emas jaman Belanda. Bekas lahan penambangan Quarry, juga tambang 
logam dan batubara sebenarnya bisa ditata apik menjadi tempat pendidikan dan 
wisata outdoor yang menarik. Di kawasan Ruhr Gebiet, Jerman, ada bekas pabrik 
baja sekelas Karakatau Steel (KS) yang berada disekitar tambang Batubara, telah 
disulap sedimian rupa menjadi wisata outdoor yang banyak pengunjungnya. 
Instalasi pabrik dan tambang dibiarkan seperti apa adanya dengan beberapa 
perapihan disana sini untuk keamanan dan keselamatan. Menara untuk "lift" 
tambang bahkan bisa dinikmati dari mall disekitarnya. Sedangkan 
cerobong-cerobong  pabrik yang disusun oleh bebatuan yang
 menjulang tinggi dijadikan arena untuk panjat tebing, begitu dinding gawir 
pabrik. Kini disekitar Lagadar Cimahi, Bandung Barat terdapat Quarry andesit 
yang menyisakan singkapan kekar-kekar kolom yang luarbiasa! Panjang dinding  
yang melingkar sekitar 200 meter, tingginya mencapai 30 meteran. Kekar kolom 
dengan diameter bervariasi antara 30-40 cm, dan tinggi 0.5-2 m, sebagaian 
tegak, miring hingga rebah berdesakan membentuk gawir nan indah. Selain itu 
dibagian dasar terdapat kekar kolom yang berdiameter hingga 1 meteran juga 
kontak antara lava dan sedimen yang terlipat cukup tersingkap. Kebetulan sang 
pemilik Quarry berniat untuk menyisakan situs ini untuk areal wisata dan 
pendidikan, sehingga gawir kekar kolom ini tidak ditambang. Bagi yang yang 
ingin lihat beberapa situs bebatuan sekitar Bandung, dapat membaca buku 
Geowisata Bandung yang diterbitkan oleh P3G. Khusus yang berminat kekar kolom 
foto Lagadar dapat membuka Japri. Mungkin ada beberapa
 lokasi di sekitar Bandung Jakarta yang bisa dipertimbang untuk dijadikan situs 
atau di konservasi, seperti Quarry disekitar Jatiluhur, tambang emas Ciseuti di 
Purwakarta dan Bunikasih di Pangalengan (dekat Situ Cileunca). Salut bagi para 
penggagas dan penggarap konservasi situs geologi! Maju terus pantang mundur!

Salam

Andri SSM
Hendratno Agus wrote:
> Ini hari, 11 Maret 2009 di Dit.Mineraba pabum ESDM berlangsung diskusi 
> tentang Konservasi Situs Geologi Batubara dari site PT Arutmin Indonesia, 
> dengan paparan dari Mas Sonny T.Pangestu (geofotographer, aktivis IAGI juga 
> senior di Arutmin). Diskusi dipimpin pak MS.Marpaung (Direktur Teknik di 
> Minerba, juga juga aktivis dan senior di IAGI atau PERHAPI). Kebanyakan yang 
> hadir adalah akademisi dari Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi 
> kampus-kampus di Jawa, serta IAGI. Kebetulan saya hadir, dan berikut laporan 
> pandangan mata :
> 1. Ide untuk memproteksi singkapan-singkapan geologi yang "bernilai saintifik 
> dan akademik" yang tersingkap karena penggalian di wilayah kerja KK, PKP2B 
> sudah mulai muncul dari kawan-kawan geologist di industri tersebut. 
> Pemerintah (melalui Pak Marpaung) dan industri tambang pun mendorong 
> memanfaatkan situs itu untuk pendidikan geosain. 2. Kawan-kawan Akademisi 
> juga sangat mendukung sebagai sarana pendidikan kebumian yang related dengan 
> dunia pertambangan. Bahkan pemerintah bisa jadi "mewajibkan" untuk 
> memproteksi sebagian kecil untuk disisakan/ tidak dihabiskan oleh alat-alat 
> berat. Pertanyaan muncul? Bagaimana jika dibawah singkapan geologi yang 
> "disituskan" tersebut masih ada lapisan / body endapan yang ekonomis dan 
> berkualitas untuk ditambang saja?
> 3. Isu-isu konservasi mineral di daerah site tambang-tambang besar, terus 
> digulirkan dan dikelola oleh Pusat Sumberdaya Geologi Bandung, tentunya juga 
> menyangkut konservasi singkapan geologi di daerah tambang.
> 4. Singkapan geologi batubara yang dikonservasi sudah ada contohnya di 
> kawasan Sawahlunto. Saya sendiri pernah diajak rembugan dengan walikota 
> Sawahlunto tahun 2006 untuk perencanaan pengembangan wisata tambang 
> Sawahlunto dengan memanfaatkan semua bekas tambang dan infrastruktur di 
> dalamnya, termasuk singkapan geologi batubaranya. Follow up oleh pemkot 
> Sawahlunto, kagak tahu?
> 5. Konservasi Situs Geologi sebagaimana dicanangkan di Kawasan Karangsambung 
> sebagai Cagar Geologi Nasional dengan Keppres, tentunya beda dengan Situs 
> Geologi akibat dibukanya oleh penggalian. Tentu beda juga dengan kawasan 
> lindung geologi, sebagaimana dimaksud dalam PP 24 tahun 2008 tentang tata 
> ruang wilayah nasional. Sehingga dari sisi aturan, situs geologi yang 
> terlihat setelah penggalian belum diatur dan belum ada conto. Tetapi 
> dibelahan lokasi tambang besar di dunia, banyak sekali situs geologi/ 
> singkapan geologi pada bekas tambang diawetkan dan dijadikan komoditas 
> geowisata dengan intervensi legenda-legenda. 6. Situs Geologi sebagai produk 
> geowisata juga sudah mulai diusung oleh IAGI, Badan Geologi, bisnisman 
> (maksudnya seperti pak Miko itu) dan akademisi. Bahkan di Jabar sudah ada 
> perda kawasan lindung geologi, juga Citatah yang sedang diperjuangkan...
> 7. Perlu dukungan semua pihak untuk "mengatakan bahwa itu penting dari sisi 
> ilmiah / akademik", jika memungkinkan salah satu diskusi panel PIT IAGI di 
> Semarang nanti, kami ingin dideklarasikan untuk mencoba mengusung konservasi 
> situs geologi akibat terbukanya singkapan oleh penambangan. Beberapa industri 
> yang sudah komitmen antara lain : Arutmin, Newmont, KPC, juga Freeport. IAGI 
> sebagai payung asosiasi juga sangat mendukung, apalagi kami. Bahkan saya 
> (yang juga salah satu panitia PIT IAGI di Smg) mendukung dan akan mengusulkan 
> ke pimpinan untuk event diskusi panel terkait dengan hal tersebut. 8. Jika 
> IAGI sudah OK, kemudian Badan Geologi juga mempunyai agenda yang sama, dan 
> regulator yang terkait dengan KK, PKP2B ada di Minerba (c.q. Pak Marpaung 
> juga sangat mendukung), maka kenapa tidak kita support saja. Pro kontra tentu 
> ada, tapi kita pun harus mengkaji, mana yang "betul-betul diproteksi" dan 
> mana yang boleh diteruskan tambangnya dari sisi binis
 tambang tersebut. 
> terima kasih mas Sonny, mas Nur Hardono dan pak Marpaung, juga kawan-kawan 
> yang hadir, salam, Agus Hendratno 
> 
> 
>  
>>> (ern/ern)
>>> 
>>> http://bandung.detik.com/read/2009/02/14/171503/1084944/486/selamatkan-bukit-kapur-citatah-lewat-jepretan
>>> 
>>> Artikel lain: Pengusaha Tambang di Citatah Bisa Mengancam Situs
>>> Purbakala
>>> http://bandung.detik.com/read/2009/02/14/160957/1084911/486/pengusaha-tambang-di-citatah-bisa-mengancam-situs-purbakala
>>> 
>>> 
>>>      
>> 
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> PP-IAGI 2008-2011:
>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
>> akan dilaksanakan di Semarang
>> 13-14 Oktober 2009
>> -----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
>> shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of any information posted on IAGI mailing list.
>> ---------------------------------------------------------------------
>> 
>> 
>>    
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> --------------------------------------------------------------------------------
> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> akan dilaksanakan di Semarang
> 13-14 Oktober 2009
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted 
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall 
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct 
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss 
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any 
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> 
>         
> ------------------------------------------------------------------------
> 
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.11/1577 - Release Date: 7/28/2008 
> 6:55 AM
>  


      

Kirim email ke