Bang Rovick,

Kok kesan yang saya tangkep dari statement di bawah ini adalah bahwa
kita generasi sekarang lebih berorientasi ke masalah berusaha untuk
mendapat pekerjaan ("peran").

Saya pikir salah satu sumber permasalahan kenapa bangsa ini tidak bisa
mencapai kemajuan secepat bangsa lainnya adalah karena pola pikir yang
seperti itu, "selalu mengharapkan diberi peran ("pekerjaan") untuk baru
bisa membuktikan eksistensi dirinya"

Coba kita perhatikan sedemikian banyak sekolah bisnis, sekolah ekonomi,
sekolah teknik, sekolah2 lainnya...tapi hampir sebagian besar lulusan
dari sekolah2 tersebut berorientasi menjadi pekerja (karyawan) tidak
sebaliknya berorientasi menjadi pengusaha (sang pemberi peran)...tragis

Kenapa nggk statement-nya kita rubah sedikit menjadi seperti ini: "ini
bukan "cuman" negeri loe atau cuman negeri gwe, tapi ini negeri kite
bersama"
Kalo loe emang cinta negeri dan bangsa ini, jangan menunggu dan
mengharap orang memberi loe "peran" untuk bisa berbuat, tapi berbuatlah
dahulu agar orang bisa melihat bahwa loe emang pantas untuk punya peran
dinegeri ini"

Negeri ini telah sedemikian banyaknya memberikan kesempatan pada anak
negeri-nya sendiri, tapi justru anak negeri-nya sendiri yang sering
menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan tersebut....buktinya...?
a. Kebocoran dana proyek, tidaklah dilakukan oleh para ahli asing, tapi
banyak dimanipulasi ahli dari bangsa sendiri...
b. Kerusakan lingkungan disemua aspek kehidupan, terjadi justru oleh
karena banyaknya regulasi yang justru dibuat oleh bangsa kita sendiri
tapi dilanggar oleh bangsa sendiri...
c. Pelanggaran bestek rancang bangun, justru dilakukan oleh hamper
sebagian besar ahli dan professional bangsa kita yang katanya berasal
dari alumni perguruan tinggi....
d. Kong kalikong dana apbn dan apbd...hampir tidak pernah dilakukan
dilakukan bangsa asing...tapi justru oleh bangsa sendiri...
e. beberapa kontrak migas dan mining yang "sepertinya" lebih
menguntungkan pihak asing, justru disepakati dan ditandatangani oleh
anak bangsa ini (yang katanya berhasil dilobi hanya oleh jabatan dan
segepok uang)...

Menurut saya, yang kita perlukan memang bukan hanya kemampuan untuk
membangun negeri ini, tapi juga percaya diri yang tinggi bahwa kita bisa
membangun dan membersihkan bangsa ini dari carut marut yang ada....

Kesempatan....harus diciptakan, karena itulah yang dilakukan para
pendiri bangsa ini, yang telah menciptakan dan memberikan kesempatan
kepada kita berupa kemerdekaan yang mereka rebut dengan darah dan
pengorbanan...itu saja sudah dan sangat cukup buat kita....

Mari kita tanya sama diri kita sendiri, jika hari ini kita sebagai
generasi saat ini merengek meminta kesempatan...maka bayangkan apa yang
akan diminta oleh para generasi penerus kita nanti...

Hayu atuh kita bareng2 ciptakan kesempatan2 itu untuk generasi penerus
kita nanti...seperti apa yang telah dilakukan bapak dan ibu kita
dulu....

Salam
Yoga



     

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, 30 March 2009 11:39 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Tsunami Situgintung: Kok bukan ke IAGI / P3G
ya...? Just curious

Kalau aku bilang gini "ini negeri gwe, gwe nyang mesti berperan. Soal
kemampuan itu akan berjalan kedepan sesuai dengan peranan. Tanpa
diberi peran gwe jadi jalan pelan"
Kalao loe emang cinta negeri dan bangsa loe, berilah peran buat gwe".

Bukan hanya kemampuan yg diperlukan membangun negeri ini tapi proses
pembelajaran dari halaman rumah sendiri harus diberikan kesempatannya
pada anak negeri sendiri.

Pripun?

Rdp

On 3/30/09, udrekh <[email protected]> wrote:
> Iya nih, kalau mau introspeksi diri, kita-kita ini kurang sekali
> kapasitas yang bisa diukur dari segi keilmuan.
> Misal :
> 1. Jurnal / Publikasi ilmiah tentang Indonesia dan ditulis orang orang
> Indonesia.
> 2. Buku tentang geologi Indonesia.
> 3. Peta geologi yang terus diperbaharui dan makin lengkap, kayak yang
> "orang jepang" miliki misalnya.. :-)
>
> Rasa-rasanya yang ketemu tetep aja orang asing. Jadi, ya sukar sekali
> untuk bisa bilang : "Ini negeri gue, gue jelas yang paling tau tentang
> negeri gue. Elo pan orang asing, tau ape..!?", he..he.he...
>
> Saya setuju dengan penedapat om Yoga, mendingan buktikan kalau kita
> memang mampu. Peristiwa ini bisa jadi energi positif buat kita. Saya
> juga punya angan-angan pingin sekali memiliki kemampuan memahami
> fenomena alam kita yang unik, khususnya dari segi geologi kelautan.
>
> Minggu lalu, saya kembali menerima seorang bimbingan. Saya tadinya
udah
> masang batasan: asal bukan studi buat perminyakan. Bukannya anti,
cuman
> pingin punya generasi baru yang mau bercita-cita menjadi seorang
> peneliti dan karena saya punya data yang melimpah untuk urusan non
> migas. Tapi, ternyata yang bersangkutan juga pinginnya untuk aplikasi
> perminyakan. Yah, daripada enggak sama sekali, toh ilmu harus
> ditularkan, saya terima juga.
>
> Dari tulisan di atas ada beberapa poin yang mungkin jadi perenungan
buat
> saya:
> 1. Menjadi seorang peneliti di dunia Geologi dan Geofisika mungkin
> memang sangat tidak menarik. Wajar sih, karena akan ada jurang
> pendapatan yang menganga, manakala kita mau memilih lahan kering di
> dunia keilmuan.
> 2. Sebaliknya, dunia perminyakan apapun bidang ilmunya, tetap menjadi
> tempat yang sangat menarik. Kalau demikian, mungkin kita bisa membuat
> target, negara kita sudah harus bisa mandiri di tahun 20xx untuk
segala
> urusan yang terkait dengan eksplorasi, eksploitasi maupun proses
> produksi. Di sini, orang pintarnya buanyak, uang juga ada, subsidi
buat
> R/Dnya juga mestinya ok. Maka di tahun20xx kita sudah bisa ekspansi
> dalam tender minyak di luar negeri sekalipun.
> 3. Dunia Geologi / Geofisika termasuk aplikasi buat teknik sipil /
> mitigasi juga secara ekonomi sangat penting. Karena toh bicara ekonomi
> tidak selalu bicara pemasukan, tapi juga biaya. Bencana adalah biaya
> besar dalam waktu seketika, sementara income jarang yang sifatnya
> seketika. Oleh karena itu, semangat untuk mensubsidi lahan kering ini
> agaknya perlu difikirkan, sehingga orang tetap mau tekun mempelajari
> aspek geologi yang bukan demand driven. Kadang, pas dengar pakar anu
> sekarang juga mroyek di dunia minyak, yah miris juga. Tapi toh orang
> hidup juga harus realistis, mereka juga pingin sejahtera, apalagi
> peluangnya memang ada.
>
> Wallahu a`lam.
>
>
>
> On Mon, 2009-03-30 at 10:23 +1000, Yoga Negara wrote:
>> Membaca beberapa email dari para senior di miling iagi ini terkait
>> dengan diturunkannya tim geotek-nya jepun khok saya menangkap kesan
>> prasangka yang dibangun adalah prasangka2 negatif semua.
>>
>> Saya pikir prasangka2 seperti ini justru tidak akan mendorong kita ke
>> arah yang lebih positive untuk bertindak cepat dan tepat dalam
kondisi
>> yang sangat darurat ini.
>>
>
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
--------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>
------------------------------------------------------------------------
--------
> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> akan dilaksanakan di Semarang
> 13-14 Oktober 2009
>
------------------------------------------------------------------------
-----
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

-- 
Sent from my mobile device

Dongeng anget :
http://rovicky.wordpress.com/2009/03/27/minyak-di-indonesia-sudah-jenuh-
di-ekplorasi/

------------------------------------------------------------------------
--------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
------------------------------------------------------------------------
--------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
------------------------------------------------------------------------
-----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to direct or indirect damages, or damages of any kind
whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of
or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing
list.
---------------------------------------------------------------------


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke