Mas Rovicky,

Dalam keseharian saya pergi pulang dari rumah ke kantor selalu melewati 
Kali Pesanggrahan ini. Dan saya yakin dari sekian banyak orang yang setiap 
hari lewat kali ini, terutama pada saat musim hujan seperti sekarang, 
punya satu kekhawatiran yang besar seandainya kali ini meluap. Bahkan ada 
satu pemeo di daerah Cipulir dekat kantor LEMIGAS, yang mengatakan: 
"Cipulir itu dilempar air seember aja bakalan banjir". Sudah separah itu 
keadaan Kali Pesanggrahan di daerah hilir (dalam kota). Dalam 8 tahun 
terakhir, hampir setiap tahun kali ini meluap yang mengakibatkan daerah 
Jakarta Selatan terputus hubungannya dengan daerah Tangerang. Ini terjadi 
jauh sebelum Situ Gintung jebol. Seandainya fungsi DAS Situ Gintung 
di-ubah, entah apa yang akan terjadi pada Kali Pesanggrahan ini.

Mungkin akan lebih baik apabila daerah Situ Gintung ini di-tata ulang 
secara keseluruhan, termasuk daerah pemukiman di sekitarnya. Daerah di 
sekitar danau bisa di-alih fungsikan sebagai hutan kota. Ibarat Situ 
Lembang di Bandung (eh, masih termasuk Bandung nggak, sih?). Sebelum 
ketemu Situ Lembang kan kita musti ngelewatin hutan pinus dkk-nya. Semua 
outlet dan sungai sebagai pelarian air berlebih dikembalikan lagi seperti 
semula.

btw, di tipi katanya ada satu rumah warna merah yang dibangun dekat sekali 
dengan bendungan hasil temuan PU(?) tahun 2008. Lalu apa tindakan PU pada 
waktu itu, ya? Langsung meminta pemilik rumah untuk membongkar rumahnya 
atau didiamkan saja? Apakah rumah merah itu dibangun dengan IMB?

*www[dot]binun[dot]com*




Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> 
03/30/2009 11:43 PM
Please respond to
<[email protected]>


To
[email protected]
cc

Subject
Re: [iagi-net-l] Tsunami Situgintung: Kok bukan ke IAGI / P3G ya...? Just 
curious





Luas tangkapan air (DAS) Situ Gintung hanya sekitar 3 Km saja. Seluas satu
kalurahan di Jakarta.
Kalau hujannya lebat saya rasa kalau ada saluran (drainasi) yang pas 
dengan
tingkat penyerapan bagus (lahan hutan kota), maka air limpasannya masih 
akan
bisa dialirkan atau dikontrol. Memang betul akan menyumbang beban kali
Pesanggrahan tetapi pasti tidak akan menumpuk potensi banjir bandang 
karena
tidak air yang terkumpul.

Juga perlu diperhatikan lagi, bahwa Situ gintung bukan pengumpul air dari
sungai-sungai yang ada di sekitarnya. Luas DAS Gintung 3 Km2 saja. Aku 
yakin
Pak Ketua mampu menghitung dengan cepat, seberapa besar air limpasan yang
akan terkumpul pada daerah seluas 3 Km2 ini.

Aku rasa mudah dihitung, berapa kapasitas aliran yang diperlukan utk 
daerah
seluas 3 Km2 ini. Selama ini SI Gintung ditahan ngga boleh buang hajat,
dulunya hajatan SI Gintung dikeluarkan pada masa petani mencangkul 
disawah.
Saat ini sawahnya disini perumahan yang nyangkul di Sudirman Thamrin atau
bahkan sampai di Glodog dan sekitarnya.

Karena ditahan itulah maka volume Si Gintung menjadi gendoet, dan susah 
dan
berat menampung airnya. Kedalaman Gintung yang konon rata-rata masih 10
Meter ini di dekat tanggul yang jebol rasanya lebih dari itu. Sedangkan
menegok topografi yang sangat kasar (dari SRTM), ada beda elevasi cukup
besar antara tanggul dengan bagian bawah bantaran sungai Pesanggrahan.

[image: ketinggian-gintung]<
http://rovicky.wordpress.com/2009/03/30/dongeng-seputar-situ-situ-di-indonesia-beauty-and-the-beast-2-energinya-90-ton-tnt/
>

Kalau toh masih diperlukan tubuh air sebagai buffer, maka ukurannya 
tentunya
kecil saja (dangkal). Dan harus selalu di"drain" secara berkala.

Kalau ga salah ketinggian "earthfill" (bendung urugan) tidak boleh lebih
dari 15 meter. Tekana dibagian bawah sudah cukup mampu membuat erosi 
karena
tekana hidrostatisnya. Maksimum ketinggian earthfill ini juga perlu
diperhatikan untuk kasus Lusi.

rdp

2009/3/30 Iwan B <[email protected]>

> bagaimana solusinya fungsi danau sebagai area pengontrol banjir? klau
> hanya sekedar "dihijaukan" apakah mampu "menampung" luapan air....
>
> 2009/3/30 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>:
> > Aku berada di kubu yg ngga pelu dibangun bendungan lagi. Tapi diubah
> > menjadi hutan kota ;-)
> > Fungsi resapan dan fungsi wisata masih ada tapi fungsi pengairan dah
> > ga perlu lagi.
> > Geemana kan Iwan ?
> > Detail peta morphologi serta peta geologi dah tersedia loo.
> >
> > Rdp
> >
> > On 3/30/09, Iwan B <[email protected]> wrote:
> >> kok sampai sekarang belum ada yg membahas detail tentang hal ini dr
> >> sisi geologi tentang apakah dam ini harus dibangun lagi atau
> >> tidak....daripada mikirin ahli Jepang....saya rasa IAGI perlu
> >> memberikan input ini ke pemerintah....
> >>
> >> 2009/3/30 udrekh <[email protected]>:
> >>> Iya nih, kalau mau introspeksi diri, kita-kita ini kurang sekali
> >>> kapasitas yang bisa diukur dari segi keilmuan.
> >>> Misal :
> >>> 1. Jurnal / Publikasi ilmiah tentang Indonesia dan ditulis orang 
orang
> >>> Indonesia.
> >>> 2. Buku tentang geologi Indonesia.
> >>> 3. Peta geologi yang terus diperbaharui dan makin lengkap, kayak 
yang
> >>> "orang jepang" miliki misalnya.. :-)
> >>>
> >>> Rasa-rasanya yang ketemu tetep aja orang asing. Jadi, ya sukar 
sekali
> >>> untuk bisa bilang : "Ini negeri gue, gue jelas yang paling tau 
tentang
> >>> negeri gue. Elo pan orang asing, tau ape..!?", he..he.he...
> >>>
> >>> Saya setuju dengan penedapat om Yoga, mendingan buktikan kalau kita
> >>> memang mampu. Peristiwa ini bisa jadi energi positif buat kita. Saya
> >>> juga punya angan-angan pingin sekali memiliki kemampuan memahami
> >>> fenomena alam kita yang unik, khususnya dari segi geologi kelautan.
> >>>
> >>> Minggu lalu, saya kembali menerima seorang bimbingan. Saya tadinya 
udah
> >>> masang batasan: asal bukan studi buat perminyakan. Bukannya anti, 
cuman
> >>> pingin punya generasi baru yang mau bercita-cita menjadi seorang
> >>> peneliti dan karena saya punya data yang melimpah untuk urusan non
> >>> migas. Tapi, ternyata yang bersangkutan juga pinginnya untuk 
aplikasi
> >>> perminyakan. Yah, daripada enggak sama sekali, toh ilmu harus
> >>> ditularkan, saya terima juga.
> >>>
> >>> Dari tulisan di atas ada beberapa poin yang mungkin jadi perenungan
> buat
> >>> saya:
> >>> 1. Menjadi seorang peneliti di dunia Geologi dan Geofisika mungkin
> >>> memang sangat tidak menarik. Wajar sih, karena akan ada jurang
> >>> pendapatan yang menganga, manakala kita mau memilih lahan kering di
> >>> dunia keilmuan.
> >>> 2. Sebaliknya, dunia perminyakan apapun bidang ilmunya, tetap 
menjadi
> >>> tempat yang sangat menarik. Kalau demikian, mungkin kita bisa 
membuat
> >>> target, negara kita sudah harus bisa mandiri di tahun 20xx untuk 
segala
> >>> urusan yang terkait dengan eksplorasi, eksploitasi maupun proses
> >>> produksi. Di sini, orang pintarnya buanyak, uang juga ada, subsidi 
buat
> >>> R/Dnya juga mestinya ok. Maka di tahun20xx kita sudah bisa ekspansi
> >>> dalam tender minyak di luar negeri sekalipun.
> >>> 3. Dunia Geologi / Geofisika termasuk aplikasi buat teknik sipil /
> >>> mitigasi juga secara ekonomi sangat penting. Karena toh bicara 
ekonomi
> >>> tidak selalu bicara pemasukan, tapi juga biaya. Bencana adalah biaya
> >>> besar dalam waktu seketika, sementara income jarang yang sifatnya
> >>> seketika. Oleh karena itu, semangat untuk mensubsidi lahan kering 
ini
> >>> agaknya perlu difikirkan, sehingga orang tetap mau tekun mempelajari
> >>> aspek geologi yang bukan demand driven. Kadang, pas dengar pakar anu
> >>> sekarang juga mroyek di dunia minyak, yah miris juga. Tapi toh orang
> >>> hidup juga harus realistis, mereka juga pingin sejahtera, apalagi
> >>> peluangnya memang ada.
> >>>
> >>> Wallahu a`lam.
> >>>
> >>>
> >>>
> >>> On Mon, 2009-03-30 at 10:23 +1000, Yoga Negara wrote:
> >>>> Membaca beberapa email dari para senior di miling iagi ini terkait
> >>>> dengan diturunkannya tim geotek-nya jepun khok saya menangkap kesan
> >>>> prasangka yang dibangun adalah prasangka2 negatif semua.
> >>>>
> >>>> Saya pikir prasangka2 seperti ini justru tidak akan mendorong kita 
ke
> >>>> arah yang lebih positive untuk bertindak cepat dan tepat dalam 
kondisi
> >>>> yang sangat darurat ini.
> >>>>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> >>> PP-IAGI 2008-2011:
> >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> >>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> >>>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> >>> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> >>> akan dilaksanakan di Semarang
> >>> 13-14 Oktober 2009
> >>>
> 
-----------------------------------------------------------------------------
> >>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> >>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> >>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> >>> No. Rek: 123 0085005314
> >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> >>> No. Rekening: 255-1088580
> >>> A/n: Shinta Damayanti
> >>> IAGI-net Archive 1: 
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> >>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >>> 
---------------------------------------------------------------------
> >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> >>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
> event
> >>> shall IAGI and its members be liable for any, including but not 
limited
> to
> >>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting
> >>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection 
with
> >>> the use of any information posted on IAGI mailing list.
> >>> 
---------------------------------------------------------------------
> >>>
> >>>
> >>
> >>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> >> PP-IAGI 2008-2011:
> >> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> >> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> >> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> >>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> >> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> >> akan dilaksanakan di Semarang
> >> 13-14 Oktober 2009
> >>
> 
-----------------------------------------------------------------------------
> >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> >> No. Rek: 123 0085005314
> >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> >> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> >> No. Rekening: 255-1088580
> >> A/n: Shinta Damayanti
> >> IAGI-net Archive 1: 
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >> ---------------------------------------------------------------------
> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted
> >> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall
> >> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
> direct
> >> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from
> loss
> >> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
> any
> >> information posted on IAGI mailing list.
> >> ---------------------------------------------------------------------
> >>
> >>
> >
> > --
> > Sent from my mobile device
> >
> > Dongeng anget :
> >
> 
http://rovicky.wordpress.com/2009/03/27/minyak-di-indonesia-sudah-jenuh-di-ekplorasi/

> >
> >
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> > PP-IAGI 2008-2011:
> > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> >
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> > tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> > akan dilaksanakan di Semarang
> > 13-14 Oktober 2009
> >
> 
-----------------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no 
event
> shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited 
to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with 
the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> akan dilaksanakan di Semarang
> 13-14 Oktober 2009
>
> 
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net
>Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event 
shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to 
direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from 
loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of 
any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


--
Dongeng anget :
http://rovicky.wordpress.com/2009/03/27/minyak-di-indonesia-sudah-jenuh-di-ekplorasi/






The information contained in this communication is intended solely for the 
use of the individual or entity to whom it is addressed and others 
authorized to receive it. It may contain confidential or legally 
privileged information. If you are not the intended recipient you are 
hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any 
action in reliance on the contents of this information is strictly 
prohibited and may be unlawful. If you have received this communication in 
error, please notify us immediately by responding to this email and then 
delete it from your system. CNOOC is neither liable for the proper and 
complete transmission of the information contained in this communication 
nor for any delay in its receipt.

Kirim email ke