Rekan
Saya tidak dapat panjang lebar menujukan perasaan menjelang 64 tahun kemerdekaan , saya yg lahir satu tahun sebelum merdeka mencoba menuliskannya. Semoga bisa jadi bahan renungan. Yanto R Sumantri <style type="text/css"> -> </style> INDONESIA-KU (Dialog antara Bapak dan Anak) Negeri ini kaya raya….Nak Kita punya segala-galanya…..Nak Kita punya emas…, perak…, batu bara. Bahkan Bung Karno pernah bilang: “Kita bisa bikin bom atom”. Koes Plus pernah bilang: “Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu” “Tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman” Nak… Alam kita sangat kaya., alam kita sangat mesra. Nak…. Minyak kita punya. Kamu tahu, kita ini anggota OPEC!!! OPEC…..Nak, artinya minyak kita banyak, jadi bisa ekspor. Gas kita juga nomer wahid. Si Anak memandang Bapak-nya. Bapak…. mengapa banyak yang kelaparan? mengapa banyak pengemis dijalanan? mengapa banyak pengangguran? mengapa banyak begal dijalanan? mengapa…?? Si Bapak tercengang, tapi terus berkata “Kamu tahu….Nak, kita ekspor batu bara nomer tiga di dunia.” “Nomer tiga…Nak!” “Kamu tahu…Nak, hutan belantara kita juga sangat kaya.,bisa bikin kayu lapis buat tujuh penjuru angin.” Si Anak tambang bengong… Bapak….. “Dimana-mana ada banjir, dimana-mana ada longsor, katanya minyak kita mau habis, kayanya disebelah mana?” “Katanya batu bara mau dihabisin…nanti aku kebagian apa?” Bapak….. “Orang cina rumahnya dibakarin, toko-toko dijarahin, kita berkelahi antara kita” Bapak…. “Yang berkelahi kan orang miskin” Si Bapak jadi lebih bengong, tapi dia jadi marah…. “Tahu kamu Nak…” “Negara besar tantangannya besar”. “Negara kita ini Nak, kata orang pinter bakalan jadi satu dari tiga negara besar didunia”. “Kamu harus yakin…Nak” Si Anak jadi tambah bingung.. “Bapak-ku mimpi, Rakyat pemimpi, mau kemana?” “Aku mau jadi apa?” Jakarta, Januari - 2006 Yanto R. Sumantri -- _______________________________________________ Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

