Abah,

Itu mencerminkan bahwa kita belum berdaulat atas kekayaan sumberdaya alam kita 
sendiri dan bahwa ayat (3) pasal 33 UUD 1945 belum terlaksana "Bumi dan air dan 
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan 
untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat". 

Negara yang kaya raya akan sumberdaya alam tetapi rakyatnya miskin tentu telah 
terjadi sesuatu yang salah. Itu bukan hanya salah urus dari kita sendiri, 
tetapi akibat ketidakberdayaan kita menghadapi imperialisme ekonomi oleh bangsa 
lain.

Arus globalisasi investasi juga menyeret negara-negara berkembang yang kaya 
sumberdaya alam malah semakin miskin dan terpecah2 di dalamnya, seolah 
sumberdaya alam bukannya menjadi berkah, tetapi malahan menjadi semacam kutukan.

"In the last quarter century, we have seen the surprising and sobering 
consequences of this wealth, producing what is now known as the 'resource 
curse'. Countries with large endowments of natural resources, such as oil and 
gas, often do worse than their poorer neighbors. Their resource wealth 
frequently leads to lower growth rates, greater volatility, more corruption, 
and, in extreme cases,devastating civil wars." (Humpreys, Sachs, Stiglitz : 
Escaping the Resource Curse -Columbia Univ. Press,  2007).

Hati-hati dengan neo-kolonialisme yang masuk lewat investasi ekonomi dalam era 
globalisasi. Noam Chomsky (2006 : Free and Fair Trade -Global Agenda) pernah 
mengingatkan, "Globalibalization that does not prioritize the right of people 
will very likely degenerate into a form of tyranny, perhaps oligarchie and 
oligopolistic, based on interactions of tightly-largely unaccountable to the 
public."

Amin Rais dalam "Indonesia di Tengah Pusaran Globalisasi"(PPSK Press, 2008) 
menulis," dalam 30 tahun terakhir,dunia menyaksikan bangkitnya imperialisme 
ekonomi yang dilancarkan negara-negara Barat, negara-negara eks kolonialis, 
lewat apa yang dinamakan globalisasi, IMF, Bank Dunia dan WTO yang merupakan 
tiga institusi pilar globalisasi.

Mereka membangun sistem korporatokrasi yang berunsurkan korporasi besar, 
kekuatan politik pemerintah,lingkaran militer, perbankan dan keuangan 
internasional, media massa dan kelompok intelektual prokemapanan. Unsur2 
korporatokrasi itu dapat menerobos ke negara-negara berkembang dengan bantuan 
elite nasionalnya yang bersedia menjadi komprador atau pelayan kepentingan 
korporatokrasi.

Semoga pemimpin kita berani menolak hal2 yang berpotensi menyengsarakan 
rakyatnya. "Sekali seorang pemimpin sudah menghempaskan rasa takutnya, berbagai 
watak positif segera bermunculan." -Noam Chomsky & Sameer Dossani.

Merdeka dan Berdaulat atas Sumberdaya Alam kita sendiri.


salam,
Awang

--- On Fri, 8/14/09, yanto R.Sumantri <[email protected]> wrote:

> From: yanto R.Sumantri <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] sedikit subangan untuk direnungkan
> To: "iagi-net" <[email protected]>
> Date: Friday, August 14, 2009, 10:53 PM
> 
> 
> Rekan
> 
> Saya tidak dapat panjang lebar menujukan perasaan
> menjelang 64 tahun kemerdekaan , saya yg lahir satu tahun
> sebelum merdeka
> mencoba menuliskannya.
> 
> Semoga bisa jadi bahan renungan.
> 
> Yanto R Sumantri
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> <style type="text/css">
> ->
> </style>
> INDONESIA-KU
> (Dialog antara Bapak dan Anak)
>  
>  
> Negeri ini kaya
> raya&hellip;.Nak
> Kita punya
> segala-galanya&hellip;..Nak
> Kita punya emas&hellip;,
> perak&hellip;, batu bara.
> Bahkan Bung Karno pernah bilang:
> &ldquo;Kita bisa bikin bom atom&rdquo;.
>  
> Koes Plus pernah bilang:
> 
> &ldquo;Bukan lautan hanya kolam susu,
> kail dan jala cukup menghidupimu&rdquo;
> &ldquo;Tanah kita tanah surga, tongkat
> kayu dan batu jadi tanaman&rdquo;
>  
> Nak&hellip;
> Alam kita sangat kaya., alam kita
> sangat mesra.
> Nak&hellip;.
> Minyak kita punya.
> 
> Kamu tahu, kita ini anggota
> OPEC!!!
> OPEC&hellip;..Nak, artinya minyak kita
> banyak, jadi bisa ekspor. 
> Gas kita juga nomer
> wahid.
>  
> Si Anak memandang
> Bapak-nya.
>  
> Bapak&hellip;.
> mengapa banyak yang
> kelaparan?
> mengapa banyak pengemis
> dijalanan?
> mengapa banyak
> pengangguran?
> mengapa banyak begal
> dijalanan?
> mengapa&hellip;??
>  
> Si Bapak tercengang, tapi terus
> berkata
> &ldquo;Kamu tahu&hellip;.Nak, kita
> ekspor batu bara nomer tiga di dunia.&rdquo;
> &ldquo;Nomer
> tiga&hellip;Nak!&rdquo;
> &ldquo;Kamu
> tahu&hellip;Nak, hutan belantara kita juga sangat
> kaya.,bisa bikin kayu
> lapis buat tujuh penjuru angin.&rdquo;
>  
> Si Anak tambang
> bengong&hellip;
>  
> Bapak&hellip;..
> &ldquo;Dimana-mana ada banjir,
> dimana-mana ada longsor,
> katanya minyak kita mau habis, kayanya
> disebelah mana?&rdquo;
> &ldquo;Katanya batu bara mau
> dihabisin&hellip;nanti aku kebagian apa?&rdquo;
> Bapak&hellip;..
> &ldquo;Orang cina rumahnya dibakarin,
> toko-toko dijarahin, kita berkelahi antara
> kita&rdquo;
> Bapak&hellip;.
> &ldquo;Yang berkelahi kan orang
> miskin&rdquo;
>  
>                    
> Si Bapak jadi lebih bengong, tapi dia jadi
> marah&hellip;.
> 
>  
> &ldquo;Tahu kamu
> Nak&hellip;&rdquo;
> &ldquo;Negara besar tantangannya
> besar&rdquo;.
> &ldquo;Negara kita ini Nak, kata orang
> pinter bakalan jadi satu dari tiga negara besar
> didunia&rdquo;.
> &ldquo;Kamu harus
> yakin&hellip;Nak&rdquo;
>  
> Si Anak jadi tambah
> bingung..
>  
> &ldquo;Bapak-ku mimpi, Rakyat 
> pemimpi,  mau
> kemana?&rdquo;
>  
> &ldquo;Aku mau jadi
> apa?&rdquo;
>  
>  
>  
>  
> Jakarta,  Januari -
> 2006
>  
> Yanto R. Sumantri
>  
>  
>  
> 
> 
> 
> -- 
> _______________________________________________
> Nganyerikeun hate
> batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma
> hirupna pada
> ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.
> 




--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke