Dear All,

kalau di perbolehkan saya mau ikut nyumbang opini sedikit yach..karena ini
menjadi Hot discussion seantero dunia... :D
dan saya orang awan tentang gempa... walau thesis S-1 saya mengenai
gempa...dan membahas gempa2 yg terjadi di daerah Indonesia Timur, khususnya
Banda Sea sampai Kepala Burung Papua...

gempa pd dasarnya berasal dari dua aktifitas : tektonik (pergerakan
lempeng) dan volkanik.
utk pergerakan lempeng, bisa dilihat di Indonesia merupakan pertemuan dari
tiga lempeng dan ini menjadi "Majority" dari gempa tektonik di Indonesia.
gempa2 ini biasanya terjadi di zona subduksi dan biasanya "Magnitude" dari
gempa tersebut akan di sebabkan sebagian besar oleh "kecepatan", kedalaman
epicentrum dan kekuatan dari lempeng atau batuan.
yang harus di perhatikan lagi untuk gempa tektonik ini adalah " Reverse
Subduction " yang terdapat di beberapa daerah di Indonesia (contohnya di
Banda)
ini juga dapat mengakibatkan gempa...
dengan jalur zona subduksi dan reverese subduction kita sudah bisa
mendapatkan gambaran jalur2 gempa tersebut...

ditambah juga dengan penyebaran gunung2 volkanik di Indonesia...dan
majority pulau2 kecil di Indonesia terbentuk karena aktifitas vulkanik.....

mengenai dampak dari gempa2 tsb....walaupun gempa besar tapi ini juga
mungkin tidak membahayakan manusia apabila:
- daerah tsb tidak padat penduduk (ini sangat jarang di Indonesia dimana
daerah rawan gempa tp minim penduduk)
- epicentrum dari gempa jauh dari daerah padat penduduk dan juga kedalaman
dari epicentrum
- standard dari bangunan apabila daerah tersebut padat penduduk dan rawan
gempa...
- etc...

gempa kecil juga dapat "membunuh" apabila daerah2 tsb memiliki kriteria :
padat penduduk tanpa standard bangunan utk rawan gempa, etc..

mungkin saja akan ada technology utk "memprediksi" gempa...tp ini juga
tidak 100% reliable di Indonesia karena, kapan saja bisa terjadi gempa...
indonesia terletak di daerah yang "Sangat Aktif"...dan gempa2 kecil atau
susulan terjadi setiap hari....dan tidak terasa oleh kita karena :
"epicentrum jauh didalam atau jauh dari tempat padat penduduk"
so...i will say...."ready or not"...earthquake is coming anytime and
anywhere in Indonesia.....tinggal kita mengantisipasi gempa itu sendiri....

intinya "Earthquake will not kill if Human Being is do the Good Job by
implementing and building good infrastructures/buildings as well as good by
having procedures of Earthquake Handling mechanism"

maaf agak jauh dari inti pembicaraan tapi sekali lagi ini hanya opini
pribadi yach.... :)

thanks
tatie






                                                                           
             "Leonard                                                      
             Lisapaly"                                                     
             <llisap...@fugro-                                          To 
             jason.com>                <[email protected]>               
                                                                        cc 
             10/06/2009 10:28                                              
             AM                                                    Subject 
                                       RE: [iagi-net-l] Gempa Sumatra -    
                                       Setelah Padang kini Jambi/Bengkulu  
             Please respond to                                             
             <[email protected]                                             
                   .id>                                                    
                                                                           
                                                                           
                                                                           





Pak Maryanto,

Itu interpretasi. Konfirmasi dari data pusat gempa, after shock gempa Aceh
memang lebih banyak dibandingkan gempa Nias dan Yogya. Gempa Nias sendiri
after shock-nya lebih banyak daripada gempa Yogya (kalau dicermati, gambar
dari Mbak Putri memperlihatkan spike kecil di day 1550 yang
merepresentasikan
gempa Nias).

Untuk gempa Padang, big bang-nya (7.6) tanggal 30 Sept dan diikuti satu
after
shock (5.5) sekitar 20 menit kemudian.

Saya akses datanya dari internet (IRIS). Saya sendiri dulu punya data
digital
berisi lokasi2 gempa di Indonesia untuk semua magnitude. Rencananya sih mau
menganalisa periodisitas gempa di Sumatra dan Jawa, tapi belum kesampaian
sampai sekarang. Selain karena belum sempat, jumlah gempa besar cenderung
jauh lebih sedikit daripada gempa kecil, sehingga lebih mudah menganalisis
gempa kecil (yang tidak membahayakan) daripada gempa besar (yang
membahayakan)...8-(

LL


-----Original Message-----
From: Maryanto [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, October 06, 2009 8:44 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa Sumatra - Setelah Padang kini
Jambi/Bengkulu

Mbak Putri.

Makasih. Analisa yang hebat.
Wah, bagiamana Pak Leo bisa lihat jumlah gempa susualn di gempa Padang,
Jogja, dll itu? Apa dengan grafik mBak Putri tadi di lihatnya ?

Yang pernah saya grafikkan adalah data Mas Vicky after shock Nias 2004.
Terlihat, jumlah gempa semakin lama semkain sedikit, banyak pada minggu
purnana dan bulan mati, dan sedikit untuk minggu di antara kedua minggu
purnama dan bulan mati tadi. Punya trend begitu untuk Gemp Padang ini ?


Salam,
Maryanto.



________________________________
From: Leonard Lisapaly <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, October 5, 2009 1:30:35 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Gempa Sumatra - Setelah Padang kini
Jambi/Bengkulu


Mbak Putri,

Kalau lihat sumbu vertikal-nya, di situ dinyatakan "percentage of time".
Kalau ini representasi durasi atau jumlah gempa per hari (misalnya gempa
dan
after shock-nya), maka ini berarti gempa Aceh sangat intensif, sedang gempa
Nias dan Yogya boleh dibilang impulsif. Peningkatan "noise" setelah gempa
Aceh terjadi bisa karena memang ia memicu gempa lainnya atau bisa juga
karena
gempa berpindah ke selatan Sumatra sehingga "epicentral distance"-nya
menjadi
lebih kecil. Data gempa sendiri memperlihatkan bahwa magnitude di selatan
(Bengkulu) relatif sama dengan yang di utara. Mungkin karena epicentral
distance-nya kecil, gempa2 di selatan ini lebih mudah teridentifikasi
sebagai
noise, dan terlihat sebagai spikes yang lebih tinggi.

LL

-----Original Message-----
From: Paulus Tangke Allo [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, October 02, 2009 6:36 PM
To: [email protected]
Subject: Fw: [iagi-net-l] Gempa Sumatra - Setelah Padang kini
Jambi/Bengkulu

----- Forwarded Message ----
From: Snow White <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, 2 October, 2009 4:56:23 PM
Subject: Re: Fw: [iagi-net-l] Gempa Sumatra - Setelah Padang kini
Jambi/Bengkulu

Pak Leo,

Saya lampirkan juga gambar di mana station location-nya. Yang paling
bawah (paling selatan)sudah tidak berfungsi. Data di interpolasi
berdasarkan 2 station yang di atas.

Memang benar Pak tidak ada "spike" pada Gempa Yogja and Nias, mungkin
karena the order of magnitude atau memang banyak aktifitas seismik
secara simultaneous setelah gempa Aceh sehingga spike yang di harapkan
saat terjadi gempa berikutnya, tidak terbentuk. Mungkinkah?

Kalo ada Bapak/Ibu yang tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut
mungkin bisa saya mintakan data real dari lapangan.

Terima kasih.

Salam,
Putri

________________________________
From: Leonard Lisapaly <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, 2 October, 2009 4:45:58 PM
Subject: RE: Fw: [iagi-net-l] Gempa Sumatra - Setelah Padang kini
Jambi/Bengkulu


Kalau dilihat datanya, variasi back-azimuth-nya sekitar 10 derajat, mungkin
representasi gempa2 di selatan Sumatra saja. Saya bilang mungkin karena
tidak
tahu persis lokasi stasiun pengamat.

Analisis gambarnya memperlihatkan rentang waktu sekitar lima setengah
tahun,
jadi kurang lebih sampai Juni 2007. Gempa Yogya terjadi kalau tidak salah
27
Mei 2006 (day number 1550), dan gempa Nias 28 Maret (day number 1972). Yang
menarik (mungkin tanda-tanya sebetulnya), kalau dilihat digambar tersebut,
tidak ada "spikes" yang muncul pada day number 1550 dan 1972.

LL

-----------------------------------------------------------------------------

---
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
-----------------------------------------------------------------------------

---
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




--------------------------------------------------------------------------------

PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------

ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain  confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any  other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke