Ekh Udo Yusmal nuncuaaal !!!
Baa kaba Udo ?

Si
Abah

    Mang Okim yang ahli batumulia,
> 
> 
> 
> Terimakasih u/ tulisannya mengenai Blue
Saphire, yang isinya sangat
> menarik,
> informative dan
juga nasihat agar kita berhati2  dan megindari  kesalahan
> tafsir
atas nilai dan keasliana batuan khususnya batumulia ,  salam.
>

> 
> 
> YY
> 
> 
> 
>
From: miko [mailto:[email protected]]
> Sent: 30 Oktober
2009 19:00
> To: [email protected]
> Cc: Syafei
Atmodiwiryo; Harsojo Diharjo; Sadono Irana ; mira buana; Iman
>
Santoso; Feni Kertikasyari
> Subject: [iagi-net-l] GEM-LOVERS :
BLUE SAPPHIRE YANG BUKAN BLUE SAPPHIRE
> 
> 
> 
> 
> 
> Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,
> 
> 
> 
> Kemaren siang 30 Oktober 2009, 
Abah Dede Engkong, sahabat dekat mang Okim
> di dunia batumulia  ,
datang ke Pusat Promosi Batumula Indonesia di
> Bandung
>
dengan wajah yang berseri-seri. Seperti biasanya, pakaiannya serba
hitam,
> jarinya berhiaskan  beberapa batu  cincin  berukuran
segede jengkol  (
> ngalahkan Tessy ) , dan di kedua  pergelangan
tangannya tampak  gelang
> batu
> dan gelang akar bahar
yang menambah seram penampilannya. Sebagai
> pelengkap,
>
di lehernya  menggelantung sebuah kalung gading yang katanya berasal
dari
> seekor gajah betina .  Tas kesayangan dan sekaligus
kebanggaanya yang
> bentuknya sedikit porno tak pernah
ketinggalan. Tas ini yang konon berasal
> dari buah coco de mer  (
kelapa laut / kelapa janggi ) katanya hanya
> tumbuh
> di
kawasan sekitar Madagaskar.  Berbuahnya sekali saja dalam 25 tahun. Di
> istana negara Bogor  katanya ada satu pohon coco de mer tetapi
tidak
> pernah
> berbuah.  Kembaran tas Abah Engkong hanya
ada satu saja yang saat ini
> masih
> tersimpan di Museum
Kasepuhan Cirebon dan merupakan  peninggalan Sunan
> Gunung Jati (
mang Okim pernah melihatnya ).
> 
> 
> 
>
Obrolan dengan  Abah Engkong berkisar pada sukses besarnya dalam
beberapa
> pameran terakhir suiseki, patung batu , dan bonsai di
Bali dan  Cirebon.
> Aliran Abah Engkong yang kadang-kadang
menyentuh dunia mistis rupanya
> membuat kiprah bisnisnya
berbunga-bunga . Ngobrol dengan Abah Engkong
> sambil
>
melihatnya minum kopi hitam pekat  dan panas terasa membahagiakan hati.
> Banyak kiat-kiat bisnis  sederhana tetapi inspiratif yang
diceriterakannya
> ke mang Okim. Karya-karya patungnya sudah
menyebar di banyak kolektor,
> baik
> dalam negeri ataupun
luar negeri.
> 
> 
> 
> Kedatangan Abah
Engkong kali ini cukup spesial.  Di dalam tas
> kesayangannya
> selain   tersimpan banyak barang mustika , tersimpan juga sebuah
cincin
> berhiaskan permata faset berwarna biru tua yang ingin
dibuatkan sertifikat
> .
> Cincin tersebut diperoleh Abah
Engkong dari seorang sesepuh di Cirebon
> sebagai hasil barter 
dengan patung batu ciptaannya yang dihargai sekitar
> 5
>
juta rupiah. Abah Engkong sangat optimis bahwa cincin pengikatnya
terbuat
> dari emas dan permata birunya dari jenis safir biru (
blue sapphire ).
> Sudah
> terbayang di pelupuk mata Abah
Engkong betapa besarnya rezeki yang akan
> dia
> peroleh.
Timbangan emasnya, warna batunya  yang biru tua dan beratnya yang
> hampir 20 karat - - - - - -heemm berapa puluh / ratus juta - - -
ta' iyaaa
> ?
> 
> 
> 
>
Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,
> 
> 
> 
> Rupanya pepatah para pendahulu kita yaitu sepandai-pandai tupai
melompat
> akhirnya suatu saat akan jatuh juga , berlaku kepada
siapapun  termasuk
> Abah
> Engkong. Dengan kemampuan
mistis dan supranaturalnya yang terkesan 
> canggih,
>
ternyata dia terpeleset juga. Selain cincinnya yang tidak terbuat dari
> emas
> melainkan perak belaka, batu fasetnya yang berwarna
biru ternyata
> artificial
> blue glass saja.  Dengan
loupe 10 X masih  sulit untuk menentukan jenis
> inklusi di dalam
batu biru tersebut. Tetapi dengan mikroskop 40 x ,
> terlihat
> jelas gelembung - gelembung gas yang polanya khas. Selain dari itu,
indek
> refraksinya yang 1,46 , kekerasannya yang hanya 6-6,5
skala Mohs , dan
> belahannya yang konkoidal , memastikan bahwa
batu berwarna biru tersebut
> tak
> dapat dipungkiri lagi
bahwa benar-benar terbuat dari gelas ciptaan
> manusia.
>

> 
> 
> Semoga kisah Abah Dede Engkong di atas
dapat menambah wawasan kita semua
> para Gem-Lovers  agar lebih
berhati-hati kalau suatu saat nanti  bermaksud
> akan membeli
sebuah batu permata yang harganya mahal. Sebetulnya Abah
> Engkong
sudah harus curiga pada saat transaksi / barter karena sesepuh
>
yang
> memilikinya menyebut jenis batu biru tersebut sebagai safir
catam (
> Chatham
> Sapphire ). Sebutan-sebutan semacam
ini sudah memberikan indikasi bahwa
> permata tersebut buatan
pabrik ( seperti antara lain American diamond,
> Gilson opal, 
Byron emerald, dan lain-lain ). Tetapi siapa tahan kalau
> sesepuh
yang punya cincin safir tersebut cerita bahwa asal-usul cincinnya
> dari seorang pengusaha yang ngasi cadeau ke seorang Walikota (?)
yang
> kemudian oleh Walikota diberikan kepada seorang Kiyai yang
disegani, dan
> oleh Kiyai tersebut kemudian diserahkan ke Sesepuh
kenalan Abah Engkong
> sebelum dibarter.
> 
> 
> 
> Selamat berweek-end ria, semoga kita selalu dalam
lindungan Tuhan YMK,
> Amiiin.
> 
> 
> 
> Salam cinta batumulia,
> 
> Mang Okim
> 
> 
> 
> KETERANGAN GAMBAR
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Gambar atas
: Cincin berhiaskan permata biru difaset yang dibarter oleh
>
Abah
> Dede Engkong dengan sebuah patung ciptaannya yang harganya
Rp 5 jutaan.
> Bahan cincinnya ternyata bukan emas melainkan
perak, sedangkan permatanya
> bukan natural sapphire melainkan
artificial blue glass.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>

> Gambar bawah : Foto bulan April 2007 di sebuah pameran
batumulia di
> Bandung.
> Mang Okim diapit oleh Pak
Kantong, seorang Gem-Lover yang kemanapun pergi
> di
>
Bandung selalu naik sepeda, dan Abah Dede Engkong yang penampilannya
> ketika
> ke kantor mang Okim kemaren tidak berbeda dengan
yang terlihat di foto
> ini.
> Perhatikan tasnya yang
terbuat dari buah coco de mer dengan belahan khas
> yang - - - - -
por - - - ( sorry ).
> 
> 
> 
> 
>

> 
> 
> 
> 
> 
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate
jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke