> Saya tertarik untuk ikut bertanya, apakah memang karakter seseorang bisa > dibentuk/dikembangkan oleh pendidikan formal?
MYT: Karakter kadang di sebut habit. Asal katanya adalah hobitus. Arti harafiah bahasa Latin ini adalah "tulang tengkorak". Orang akan menggunakan semua yang telah masuk tulang tengkoraknya. Maksudnya adalah otak, alat pikirnya. Tindakan orang akan di dominasi oleh berbagai versi ilmu yang telah masuk ke pemikirannya. Setiap sa'at akan masuk versi baru. Pemikiran berubah, berkembang "unified versions"-nya, "universitas"nya. Karakter orang akan di pengaruhi, dibentuk, di kembangkan dari ilmu yang masuk ke "hobitus"nya, termasuk dari pendidikan formal, hasil baca, pendidikan tak formal, pendidikan dengan bisik-bisik orang, ilmu lewat kode-kode isyarat, dll. Walau tak semua tindakan adalah dari gerak pemikiran, diantaranya adalah gerak refleks. Komentar ? Salam, Maryanto. ________________________________ From: yanto R.Sumantri <[email protected]> To: iagi-net <[email protected]> Sent: Mon, January 25, 2010 9:09:42 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Arifin Panigoro dapat Doktor HC dari ITB > Min . Kok ndak ada yang berani jawab ya ? Saya coba menjawab pertanyaan Anda. Apakah pendidikan formal dapat membentuk karakter seseorang??? MEMBENTHK dalam pengertian secara atau seperti cetakan tentunya tidak, akan tetapi pengaruhnya , tentu saja akan dapat sekali lagi dapat dominan. Mengapa saya katakan dapat ??? Karena pda hakekatnya manusia itu adalah mahluk yang unik , artinya setiap orang dapat dipengaruhi oleh suatu lingkungan , AKAN TETAPI dengan intensitas yang ber-beda2. Ambil AP sebagai contoh , pada masa kuliah ybs baru dapat menyelesaikan kuliahnya hampir 10 tahun . Akan tetapi dalam kurun waktu itu banyak aktiitas yang dilakukannya , sehingga menjkadi modal yang juga membentuk karakternya. Hal ini tentunya berbeda denga seseorang yang jukiah SAJa , tentu pengaruh yang ada pada dirinya hanyalah ilmu yang ditekunnya . Mana yang baik dari keduanya ???? Belum tentu salah satu yang lebih baik , mungkin keduanya akan baik , tergantung juga bagaimana salah satu memanfaatkan "bekal" nya saat kuliahdalam kehidupan selanjutnya. Yang jelas memang karakter merupakan "roh" yang akan menunutun seseorang menjalani hidupnya , dan juag dengan sendirinya karirnya. Jadi kata kuncinya adalah " Be your self". Jangan niru jalan hidupnya AP , heheheh. Wah kaya psyholooog ya. Semoga saja Min , bermanfaat. Si Abah Saya tertarik untuk ikut bertanya, apakah memang karakter seseorang > bisa dibentuk/dikembangkan oleh pendidikan formal? > Ambil contoh demikian, kita dilarang menyontek saat ujian, alias tidak > boleh curang. Toh yang ingin berbuat curang, nyonteknya jalan terus. > Semua cara dicari untuk bisa melakukan niatnya. Padahal di sekolah > tidak ada yang mengajarkan seseorang untuk berbuat curang. > > Salam > mnw > > 2010/1/23 OK Taufik <[email protected]>: >> >> Beliau sadar bahwa 8 dari sembilan prinsip tsb berkaitan dg karakter dan >> hanya satu berkaitan dg kompetensi. >> >> Artinya pengembangan karakter lebih penting ketimbang kompetensi ?? >> Menarik >> ya, bagaiaman dg sistem pendidikan kita? >> > > > -- > - when one teaches, two learn - > http://www.geotutor.tk > http://www.linkedin.com/in/minarwan > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan makalah....!!!!! > Untuk dipresentasikan di PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 4-6 Oktober > 2010 > Deadline penyerahan makalah - 15 Februari 2010 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- _______________________________________________ Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

