Pak Nyoto,
 
Adalah keinginan saya sejak lama menjadikan milis sebagai sarana belajar kita 
semua. Milis adalah sarana belajar yang sangat efektif, lebih daripada paper. 
Berapa banyak orang yang bisa mengikuti pertemuan2 ilmiah ? Berapa banyak orang 
yang bisa mengakses paper lengkap di jurnal-jurnal ilmiah ? Tidak banyak Pak. 
Jauh lebih banyak orang yang bisa mengakses milis. Maka sejak saya bergabung di 
milis IAGI tahun 1999 saya selalu berusaha menulis yang bisa menjadi informasi 
untuk teman-teman semua. Agar banyak informasinya maka saya menulis sedikit 
dengan gaya ilmiah dan diusahakan lebih lengkap, tetapi tetap dipopulerkan. 
Tulisan2 saya di milis tak bisa dibandingkan dengan tulisan2 saya untuk paper. 
Untuk milis saya biasanya menulis 1-5 halaman bila ditulis di kertas ukuran A4. 
Kalau untuk paper, karena belakangan ini saya menulis hal2 tentang geologi 
regional Indonesia (area pembahasannya pasti luas), maka biasanya saya menulis 
30-40 halaman termasuk
 gambar-gambarnya.
 
Menjawab pertanyaan Pak Nyoto, mengapa hanya Lusi di Watukosek yang meletus 
(kebetulan Lusi dekat BJP-1 jadi mencurigakan ya he2..) sementara di sepanjang 
Watukosek yang lain yang sama-sama elisional tidak meletus; jawabannya 
sederhana saja : yang dalam critical stage untuk meletus hanya di area Lusi 
saja, di bawah Lusi ada critical venting system (ingat area Lusi bukanlah area 
titik lokasi sumur BJP-1). Saat sistem ini terkena perturbasi (gangguan) berupa 
reaktivasi Sesar Watukosek, maka critical venting system ini mengalami 
overpressure release berupa semburan lumpur. Retakan-retakan besar (fractures) 
dan kecil (fissures) adalah mekanisme perturbasi itu. Retakan-retakan inilah 
yang menyebabkan hilang lumpur di BJP-1, menurunkan produksi fluida sumur Carat 
dan Tanggulangin dan menyedot air di sumur2 penduduk di kampung Pulungan, 
Gununganyar, Kalanganyar. Mengapa tak ada Lusi di sebelah timurlautnya di 
sepanjang Sesar Watukosek ? Overpressure release di
 situ sudah terjadi ratusan tahun sebelumnya dalam bentuk gununglumpur 
Pulungan, Gununganyar, Kalanganyar. Sebuah letusan gununglumpur bahkan sempat 
dicatat pengarang Serat Pararaton pada zaman Singasari.
 
Tepat dugaan Pak Yoga, "perturbation of elisional venting system" bermain di 
seismotektonik, regional geology, mekanika fluida, overpressuring, plumbing 
system dan sejenisnya dengan data geologi, geokimia, geofisika, pengeboran.
 
salam,
Awang

--- Pada Rab, 3/3/10, nyoto - ke-el <[email protected]> menulis:


Dari: nyoto - ke-el <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [iagi-net-l] "perturbation of elisional venting system"
Kepada: [email protected]
Cc: "Forum HAGI" <[email protected]>, "Geo Unpad" <[email protected]>, 
"Eksplorasi BPMIGAS" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 3 Maret, 2010, 1:32 PM


Pak Awang tidak salah, memang betul, kalau paper mesti panjang, yg saya
maksud tulisan di milis, kalau cara nulisnya sama kayak di paper ya bisa
jadi "membosankan" yg akan membacanya.

Jadi kalau nulis di milis itu memang sebaiknya jangan disamakan dengan nulis
di paper, dan yg lebih penting lagi, "kesimpulan" nya jangan dari awal
sampai akhir tulisan itu, soalnya bisa mengaburkan yg membacanya.

Menyambung pertanyaan pak Oky : "*apakah mungkin "tanpa pemboran yang
dilakukan" bencana LUSI tersebut tetap ada, atau bahkan lebih dahsyat
lagi??????? ...........*
**
Kalau jawabannya ya (mungkin), berarti terbukti bahwa LUSI dipicu oleh
gempa, dan LUSI akan lahir atau terjadi di-mana2 atau paling tidak
dibeberapa tempat yg mempunyai "posisi geologi" sama dengan LUSI, misalnya
disepanjang sesar watu kosek atau di sepanjang jalur yg sejajar ataupun
searah dengan LUSI terhadap pusat gempa Yogya.  Sedang kenyataannya apa yg
telah terjadi ?   Apakah kita juga menjumpai LUSI2 lain di tempat2 lain ?
apakah kita yakin kalau tidak ada pemboran sumur BP-1 LUSI pun akan lahir
pada *saat itu & juga disitu* ?  utk itu tanyalah kepada rumput yg bergoyang
....



wass,
nyoto





2010/3/3 Awang Satyana <[email protected]>

> Pak Nyoto,
>
> Banyak paper ditulis panjang, apalagi yang pembahasannya komprehensif,
> tulisan saya di milis pendek sekali; bagaimana kita mau menganalisisnya bila
> malas membaca paper tersebut. Masakan kesimpulan kita hanya didasarkan
> kepada obrolan saja atau satu dua paragraf di milis. Mungkin Pak Nyoto sudah
> punya sasmita bahwa tulisan-tulisan saya soal Lusi pasti tidak
> pro-pengeboran BJP-1 sebagai penyebabnya, maka ah buat apa dibaca juga
> he2... Justru kalau Pak Nyoto mau mendebat isi sebuah paper, paper itu harus
> dibaca dengan teliti dan mendebatnya berdasarkan tesis2 yang diajukannya.
>
> Saya menulis latar belakangnya dulu Pak, tak langsung menukik ke satu titik
> sebab anggota milis ini kan bervariasi sekali pengalaman dan keahliannya.
> Kesimpulannya pasti ada, tetapi mesti ditelusuri dari awal.
>
> Saat saya diminta membedah buku Atlantis tulisan Prof. Santos, saya dengan
> "lelah" membaca buku tebal ini sampai selesai, "lelah" karena saya sudah
> tahu ke mana saya akan dibawa Santos, tetapi saya harus meneliti jalannya.
> Dari situ saya bisa menyusun antitesis2 atas tesis-tesis geologi yang
> diajukan di bukunya. Ternyata begitu juga yang terjadi dengan Prof. Harry
> Truman, ahli arkeologi senior Indonesia. Pak Truman "curhat" kepada saya
> sebelum membahas buku itu kira2 begini, "Saya lelah sekali membaca buku
> Santos ini, membosankan, pembahasannya berulang-ulang..." Tetapi itu
> diselesaikannya sebab Pak Truman hendak meneliti tesis-tesis arkeologi yang
> diajukan Prof. Santos.
>
> salam,
> Awang
>
> --- Pada Rab, 3/3/10, nyoto - ke-el <[email protected]> menulis:
>
>
> Dari: nyoto - ke-el <[email protected]>
> Judul: Re: Bls: [iagi-net-l] "perturbation of elisional venting system"
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 3 Maret, 2010, 12:29 PM
>
>
> Pak Awang ini memang senengnya yang panjang2, semua emailnya pak Awang
> selalu panjaaaang sekaleee .... yg kadang2 bikin kita jadi males membacanya
> ... soalnya utk nyari kesimpulannya nggak mudah.
>
> wass,
> nyoto
>
>
>
>
>
> 2010/3/3 Awang Satyana <[email protected]>
>
> > Panjang Pak ceritanya, nanti saya tuliskan tersendiri; itu kesimpulan
> saya
> > terakhir soal penyebab Lusi berdasarkan analisis2 terakhir. Tidak semua
> bisa
> > dicari di google he2..
> >
> > salam,
> > Awang
> >
> > --- Pada Rab, 3/3/10, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> menulis:
> >
> >
> > Dari: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> > Judul: [iagi-net-l] "perturbation of elisional venting system"
> > Kepada: "IAGI" <[email protected]>
> > Tanggal: Rabu, 3 Maret, 2010, 11:30 AM
> >
> >
> > ".... hukum geologi bernama "perturbation of elisional venting
> system";....
> > kayaknya ada yg terlewat ketika aku belajar geologi dasar.
> >
> > Pak Awang ... Apa sih hukum geologi yg satu ini ?
> > Saya coba gugling kok ndak ketemu.
> >
> > RDP
> >
> >
> >
> >      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya
> > sekarang! http://id.mail.yahoo.com
>
>
>
>      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser
> ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer



      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke