Seperti hukum fisika sederhana saja, ketika suhu dan tekanan berkurang --> semua menuju kepada titik kesetimbangan yang baru --> volume berkurang --> yg artinya terjadi amblesan
KOMPAS -- KORBAN LUMPUR LAPINDO Hidup Bertetangga dengan Bencana Senin, 22 Maret 2010 | 03:58 WIB M Ridwan (44) bersama belasan kepala keluarga lain di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merasa terjebak. Rumah mereka hanya berjarak sekitar 300 meter dari tanggul kolam penampungan lumpur sisi utara. Jika hujan, rembesan air hujan dan air lumpur menggenangi permukiman mereka. Masih ada sekitar 20 rumah di desa itu. Rumah-rumah beserta penghuninya itu terpencil. Selain bangunan rumah mereka yang masih tegak berdiri, tampak puluhan bekas bangunan rumah yang dihancurkan pemiliknya. Rumah dalam jumlah lebih besar lagi telah menjadi kolam penampungan lumpur. ”Kami terpaksa bertahan di sini karena tidak memiliki uang untuk pindah. Hingga hari ini kami belum menerima ganti rugi sama sekali dari PT Minarak Lapindo Jaya,” kata Ridwan. Ridwan beserta warga yang masih tersisa menghadapi dilema. Mau pindah tak punya uang. Jika bertahan , juga dihantui rasa waswas. Penyebabnya, tanggul kolam lumpur di Desa Kedungbendo yang berjarak 100-200 meter ke arah barat permukiman mereka sudah beberapa kali ambles. ”Kalau hujan deras pada malam hari, kami nyaris tidak bisa tidur. Khawatir tanggul jebol,” kata Sanik (60), warga Desa Gempolsari. Sungai Ketapang yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah warga juga kerap meluap. Di samping itu, lahan kosong bekas permukiman di belakang rumah warga sudah menjadi kubangan raksasa. Air kubangan makin meluap jika hujan deras. Menurut Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain, area rumah warga yang masih bertahan di Gempolsari itu sebenarnya termasuk dalam peta terdampak lumpur. Seharusnya, area itu dikosongkan karena tidak layak huni. Rencana BPLS untuk membuat tanggul di wilayah itu terhambat. ”Kami tidak bisa melakukan penanggulan karena warga menolak. Penolakan itu wajar sebab tanah mereka belum dibayar oleh PT Minarak,” katanya. Tak hanya di Gempolsari, ancaman nyata juga terjadi di beberapa desa di sisi barat kolam lumpur, atau tepatnya di barat Jalan Raya Porong. Di Desa Pamotan yang berjarak sekitar 1 kilometer ke arah barat dari kolam penampungan lumpur masih banyak terdapat semburan gas dan lumpur. Tanah di Desa Siring yang terletak di sisi barat Jalan Raya Porong juga sudah tak aman karena rawan ambles. Berdasarkan data BPLS per Januari 2010, terdapat 157 semburan gas dan lumpur di luar kolam penampungan lumpur. Dari jumlah tersebut, 118 di antaranya mati dan sisanya sebanyak 39 titik dinyatakan masih aktif. Namun, berdasarkan pengalaman selama ini, semburan yang mati bisa aktif kembali. Tak salah jika Ketua RT 12 di Desa Siring, Gandu Suyanto, menggambarkan bahwa kondisi desanya sudah terkepung bencana. Sewaktu-waktu, bencana itu datang mengancam. Bentuknya bisa munculnya semburan gas dan lumpur atau tanah mendadak ambles. (Aris Prasetyo/Kris Razianto Mada/Anwar Hudijono) > 2010/3/22 Hendratno Agus <[email protected]>: >> dari pengamatan visual dan monitoring visual..., semburan lumpur di porong >> mulai berkurang. material nya berkurang atau tekanannya berkurang atau >> dua-duanya mulai berkurang.... >> salam, gus hend.89 > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan diri....!!!!! > Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember > 2010 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

