Setiap bulan, secara rutin rumah kami menerima brosur dari Greenpeace; isinya 
mengenai kegiatan-2 dan kampanye Greenpeace, LSM internasional yang sangat 
peduli dengan keselamatan Ibu Bumi. 
Aditya, walaupun masih mahasiswa, dan hanya punya usaha kecil-kecilan di bidang 
fotografi dan periklanan, patungan dng kawan-2 nya rupanya sudah menjadi 
penyumbang LSM ini sejak bbrp tahun yll. Karena brosur berwarna, isinya pun 
sangat menarik, saya selalu membacanya.
Kampanyenya yang terakhir adalah: Desakan Greenpeace terhadap Nestle agar 
menghentikan pembelian minyak kelapa sawit dari PT Sinar Mas. Ada seratus 
aktivis Greenpeace unjuk rasa ke kantor pusat Nestle di Inggris, Jerman dan 
Belanda. Mengenakan kostum orangutan, mereka meminta produsen makanan dan 
minuman dunia itu menyetop konsumsi minyak sawit dari perusahaan yang merusak 
hutan.

Rupanya majalah Tempo edisi 28 Maret juga memberitakan ini: Nestle Putuskan 
Sinar Mas. PT Nestle Indonesia memutus kontrak pembelian minyak kelapa sawit 
dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART). Kebijakan ini 
merupakan respons atas laporan Greenpeace berjudul Caught Red-Handed 
menunjukkan Sinar Mas Group terus melakukan ekspansi di lahan gambut dan hutan 
alam, termasuk habitat orangutan...
Untung saya sendiri setiap bulan juga menerima brosur dari UNICEF.
Salam, sugeng

Kirim email ke