Saya tebak Dirjen Migas bukan seorang geologist.
Bandingkan dengan berita 2 hari lalu "*Pertamina Temukan Cadangan Migas
Baru".*

--------------------------------------------------------------------
Selasa, 20/04/2010 13:00 WIB
Belum Saatnya Pertamina Eksplorasi Sumur Baru
*Ramdhania El Hida* - detikFinance*Jakarta* - Pemerintah menegaskan belum
saatnya Pertamina melakukan eksplorasi ke daerah lain karena masih banyaknya
sumur minyak tua yang dianggap belum berproduksi maksimal. Pertamina harus
fokus melakukan pembenahan (*Enhanced Oil Recovery*/EOR) terhadap
sumur-sumur tua yang telah dimilikinya.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian
ESDM Evita Legowo usai Seminar Tantangan dan Peluang Meningkatkan Produksi
Migas Nasional di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa
(20/4/2010).

"Pertamina fokus dulu apa yang dia punya sekarang. Kalau eksplorasi itu
butuh dana yang tinggi. Jadi gunakan teknologi-teknologi baru di wilayah
kerja yang dimilikinya," ujar Evita.

Evita menyatakan, teknologi EOR tersebut baru digunakan Pertamina sebanyak
35% terhadap sumur-sumur yang dimilikinya. Padahal jika teknologi bisa
digunakan secara optimal, maka Pertamina bisa meningkatkan produksinya
hingga 70%.

"Tergantung kondisi lapangan sendiri. Namun, saya melihat potensi
(peningkatan produksi) masih sangat besar," tukasnya.

*(nia/dnl).
*Minggu, 18/04/2010 15:22 WIB
*Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru*
*Suhendra* - detikFinance
*Jakarta* - PT Pertamina berhasil menemukan ladang minyak dan gas (migas)
baru, setelah eksplorasi PT Pertamina EP di Sumur Akasia Bagus (ABG)-1, Desa
Jati Munggul, Kecamatan Cikidung, Indramayu Jawa Barat, dengan struktur
hidrokarbon didominasi gas. Hasil uji sumur ABG-1 menunjukkan kemampuan
produksi gas sebesar 8,6 juta kaki kubik (MMSCFD) dan 180 barrel per hari
(BOPD) Condensate.

Demikian siaran pers Pertamina EP yang diterima detikFinance, Minggu
(18/4/2010).

Direktur Eksplorasi & Pengembangan PT Pertamina EP Syamsu Alam mengatakan
bahwa temuan ini merupakan salah satu hasil dari upaya agresif Pertamina EP
untuk memperoleh cadangan Migas baru. Pada 2010 Pertamina EP gencar
melaksanakan eksplorasi dengan target pemboran 26 sumur eksplorasi
diberbagai daerah serta pelaksanaan 1345 km2 survey seismic 3 D (tiga
dimensi) dan 721 km survey 2 D (dua dimensi).

"Percepatan program eksplorasi ini sebagai upaya stategis untuk meningkatkan
cadangan Migas dalam mendukung pertumbuhan produksi," katanya.

Menurutnya penemuan cadangan gas baru di Indramayu ini diharapkan dapat
memperkuat posisi Pertamina EP selaku produsen gas terbesar untuk kebutuhan
domestik dengan tingkat produksi gas saat ini mencapai 1058 MMSCFD (juta
kaki kubik perhari). Dari jumlah tersebut 34 % dipasok kepada Perusahaan Gas
Negara (PGN), 25% untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, untuk
industri 20% dan 18% untuk pupuk, dan 3% lainnya untuk kebutuhan Kilang
Pertamina.

Sumur ABG-1 yang ditajak pada 5 Desember  2009 dan berhasil mencapai
kedalaman akhir 3100 m pada 22 Maret 2010 dengan target utama lapisan
Batugamping Formasi Baturaja dan lapisan Formasi Cibulakan Atas dan Formasi
Parigi. Tahapan selanjutnya akan dilakukan evaluasi menyeluruh tentang
kondisi bawah permukaan untuk selanjutnya dilakukan pemboran sumur
deliniasi. Untuk pengembangan kedepan diharapkan kandungan Gas dari daerah
ini dapat mendukung upaya pemenuhan kebutuhan Gas di Jawa Barat.

Kinerja Pertamina EP terus mengalami peningkatan yang signifikan. Produksi
Minyak Pertamina EP terus mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari
level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD
di 2006. Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 110,3 MBOPD
dan kembali naik sebesar 7,8% di 2008 dengan produksi rata-rata Pertamina EP
2008 mencapai 116,6 MBOPD.

Pada tahun 2009, Pertamina EP berhasil meningkatkan realisasi produksi
sebesar 9% dengan pencapaian 127,1 ribu barel per hari. Sementara itu
produksi gas Pertamina EP juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2006 sebesar 955 MMSCFD meningkat menjadi 980 MMSCFD pada tahun
2007. Peningkatan terus terjadi pada 2008 mencapai 1.003 MMSCFD dan naik
menjadi 1.043 pada 2009.

Pertamina EP adalah produsen minyak dan gas terbesar kedua di Indonesia.
Pada tahun 2009, pencapaian produksi minyak Pertamina EP berhasil menembus
angka operasi produksi 127,1 ribu barel per hari. Angka tersebut berada di
atas target produksi yang ditetapkan sebesar 125,5 ribu barel per hari.
Sementara itu, angka operasi produksi gas Pertamina EP pada tahun 2009
mencapai 1,04 miliar kaki kubik per hari.





*(hen/dro)*
 *
***

Kirim email ke