Ikut komentar : Dulu waktu saya kuliah, prof kami pernah menyatakan makna Eksplorasi dalam definisi lain, adalah: " mencari cadangan minyak/gas baru untuk menggantikan sejumlah minyak/gas yang kita konsumsikan sekarang ini". Ini artinya kalau kegiatan eksplorasi minyak/gas di stop/ di slow down kan sekarang ini, akan berdampak pada penurunan jumlah cadangan / proven reserve /produksi minyak/gas kita pada 3-5 tahun mendatang. Karena untuk dapat mengembangangkan suatu penemuan deposit minyak/gas/ eksplorasi baru, masih diperlukan waktu sekitar 3-5 tahun untuk pengembangannya ke tahapan produksi..."
Salam, YuYu -----Original Message----- From: Amir Al Amin [mailto:[email protected]] Sent: 20 April 2010 15:10 To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Belum Saatnya Pertamina Eksplorasi Sumur Baru (???) Saya tebak Dirjen Migas bukan seorang geologist. Bandingkan dengan berita 2 hari lalu "*Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru".* -------------------------------------------------------------------- Selasa, 20/04/2010 13:00 WIB Belum Saatnya Pertamina Eksplorasi Sumur Baru *Ramdhania El Hida* - detikFinance*Jakarta* - Pemerintah menegaskan belum saatnya Pertamina melakukan eksplorasi ke daerah lain karena masih banyaknya sumur minyak tua yang dianggap belum berproduksi maksimal. Pertamina harus fokus melakukan pembenahan (*Enhanced Oil Recovery*/EOR) terhadap sumur-sumur tua yang telah dimilikinya. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Evita Legowo usai Seminar Tantangan dan Peluang Meningkatkan Produksi Migas Nasional di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (20/4/2010). "Pertamina fokus dulu apa yang dia punya sekarang. Kalau eksplorasi itu butuh dana yang tinggi. Jadi gunakan teknologi-teknologi baru di wilayah kerja yang dimilikinya," ujar Evita. Evita menyatakan, teknologi EOR tersebut baru digunakan Pertamina sebanyak 35% terhadap sumur-sumur yang dimilikinya. Padahal jika teknologi bisa digunakan secara optimal, maka Pertamina bisa meningkatkan produksinya hingga 70%. "Tergantung kondisi lapangan sendiri. Namun, saya melihat potensi (peningkatan produksi) masih sangat besar," tukasnya. *(nia/dnl). *Minggu, 18/04/2010 15:22 WIB *Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru* *Suhendra* - detikFinance *Jakarta* - PT Pertamina berhasil menemukan ladang minyak dan gas (migas) baru, setelah eksplorasi PT Pertamina EP di Sumur Akasia Bagus (ABG)-1, Desa Jati Munggul, Kecamatan Cikidung, Indramayu Jawa Barat, dengan struktur hidrokarbon didominasi gas. Hasil uji sumur ABG-1 menunjukkan kemampuan produksi gas sebesar 8,6 juta kaki kubik (MMSCFD) dan 180 barrel per hari (BOPD) Condensate. Demikian siaran pers Pertamina EP yang diterima detikFinance, Minggu (18/4/2010). Direktur Eksplorasi & Pengembangan PT Pertamina EP Syamsu Alam mengatakan bahwa temuan ini merupakan salah satu hasil dari upaya agresif Pertamina EP untuk memperoleh cadangan Migas baru. Pada 2010 Pertamina EP gencar melaksanakan eksplorasi dengan target pemboran 26 sumur eksplorasi diberbagai daerah serta pelaksanaan 1345 km2 survey seismic 3 D (tiga dimensi) dan 721 km survey 2 D (dua dimensi). "Percepatan program eksplorasi ini sebagai upaya stategis untuk meningkatkan cadangan Migas dalam mendukung pertumbuhan produksi," katanya. Menurutnya penemuan cadangan gas baru di Indramayu ini diharapkan dapat memperkuat posisi Pertamina EP selaku produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik dengan tingkat produksi gas saat ini mencapai 1058 MMSCFD (juta kaki kubik perhari). Dari jumlah tersebut 34 % dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 25% untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, untuk industri 20% dan 18% untuk pupuk, dan 3% lainnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina. Sumur ABG-1 yang ditajak pada 5 Desember 2009 dan berhasil mencapai kedalaman akhir 3100 m pada 22 Maret 2010 dengan target utama lapisan Batugamping Formasi Baturaja dan lapisan Formasi Cibulakan Atas dan Formasi Parigi. Tahapan selanjutnya akan dilakukan evaluasi menyeluruh tentang kondisi bawah permukaan untuk selanjutnya dilakukan pemboran sumur deliniasi. Untuk pengembangan kedepan diharapkan kandungan Gas dari daerah ini dapat mendukung upaya pemenuhan kebutuhan Gas di Jawa Barat. Kinerja Pertamina EP terus mengalami peningkatan yang signifikan. Produksi Minyak Pertamina EP terus mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006. Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik sebesar 7,8% di 2008 dengan produksi rata-rata Pertamina EP 2008 mencapai 116,6 MBOPD. Pada tahun 2009, Pertamina EP berhasil meningkatkan realisasi produksi sebesar 9% dengan pencapaian 127,1 ribu barel per hari. Sementara itu produksi gas Pertamina EP juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 sebesar 955 MMSCFD meningkat menjadi 980 MMSCFD pada tahun 2007. Peningkatan terus terjadi pada 2008 mencapai 1.003 MMSCFD dan naik menjadi 1.043 pada 2009. Pertamina EP adalah produsen minyak dan gas terbesar kedua di Indonesia. Pada tahun 2009, pencapaian produksi minyak Pertamina EP berhasil menembus angka operasi produksi 127,1 ribu barel per hari. Angka tersebut berada di atas target produksi yang ditetapkan sebesar 125,5 ribu barel per hari. Sementara itu, angka operasi produksi gas Pertamina EP pada tahun 2009 mencapai 1,04 miliar kaki kubik per hari. *(hen/dro)* * *** No virus found in this incoming message. Checked by AVG - www.avg.com Version: 9.0.801 / Virus Database: 271.1.1/2818 - Release Date: 04/18/10 13:31:00 -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

