hallo ada y baru di active margin:
________________________________

29 Mei 2010. Genap empat tahun sejak Lumpur Lapindo pertama kali 
menyembur. Pukul 09.00, Desa Siring Barat telah ramai. Kaum ibu bersama 
anak-anak sudah keluar dari rumah-rumah. Ada yang bawa peralatan dapur 
seperti wajan dan mulai ditabuh sekali-dua. Pagi itu, warga sepertinya 
sejenak melupakan segala masalah, bahkan tak peduli dengan aroma gas methane 
yang meruap di udara. Anak-anak bergembira dan menabuh kentongan dari 
bambu sambil tak henti-hentinya bergerak kesana kemari. Pagi yang cerah 
itu adalah jadwal akan diadakannya karnaval yang telah disiapkan selama 
seminggu. Sebuah pesta di tengah ketakpastian yang menyelimuti kehidupan korban 
lumpur. Dengan difasilitasi oleh Taring Padi dan Lafadl 
Initiatives (keduanya organisasi yang berbasis di Yogyakarta) dan 
komunitas seniman dari berbagai kota di Pulau Jawa, warga Siring Barat 
bersiap melaksanakan karnaval.

________________________________
selanjutnya klik di:

http://annelis.wordpress.com/2010/06/20/5-tahun-lumpur-lapindo-mengingat-vs-melupakan/
 

tabik
bosman batubara 

weblog: http://annelis.wordpress.com



      

Kirim email ke