Berarti Kombinasi Phreatic and magmatic juga bener kali ya Dhe! He he he ... Daagg Pakdhe! Sent via BlackBerry from Maxis
-----Original Message----- From: argo wuryanto <[email protected]> Date: Tue, 7 Sep 2010 11:15:57 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Bls: [iagi-net-l] Gn Sinabung meletus juga Pakdhe, Kalo mengutip pendapat rekan yang menyatakan, > > Duhh...Kalo ada geologist percaya erupsi gunungapi > dipicu oleh curah hujan ekstrim, mungkin dulunya tidak dapat > atau belum lulus pelajaran Vulkanologi ! :) :D Berarti bos-bos gunung api di esdm ga lulus/dapat pelajaran Vulkanologi ya dhe, he...he.. salam, argo ________________________________ Dari: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sel, 7 September, 2010 17:38:39 Judul: Re: [iagi-net-l] Gn Sinabung meletus juga Penjelasan resmi dari VSI http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/index.php?option=com_remository&Itemid=60&func=download&filecatid=970&chk=3825fb0dbfe59af498aa2c0c1b74bf9f PENDAHULUAN Gunungapi Sinabung termasuk kedalam wilayah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada posisi geografis 03°10’LU dan 98°23,5’BT dengan ketinggian puncaknya 2460 m.dpl Gunungapi Sinabung merupakan gunungapi strato yang termasuk dalam tipe B, dimana sejarah letusannya tidak diketahui. Pada tanggal 27Agustus2010 terjadi letusan freatik, yang dipicu oleh curah hujan di G.Sinabung yang intensitasnya sangat tinggi, infiltrasi air hujan kedalam tubuh G.Sinabung, menyebabkan peristiwa perubahan fasa air menjadi uap air yang bertekanan tinggi sehingga memicu erupsi freatik yang diikuti oleh abu letusan. Sehubungan G.Sinabung termasuk gunungapi aktif tipe B yang mempunyai ciri: -terdapat manifestasi solfatara dan fumarola -tidak pernah tercatat adanya letusan yang membahayakan sejak tahun 1600 Maka G.Sinabung hingga saat ini tidak dilakukan pemantauan secara menerus. Utk detilnya silahkan download di http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/ 2010/9/7 Amir Al Amin <[email protected]> > Kembali ke soal spekulasi cuaca hujan sebagai pemicu Phreatic. Bukankah air > hujan itu dingin? > Yang terjadi malah uap menjadi air lagi kalau diguyur air dingin. > > Diperlukan waktu (bukan dalam hitungan hari/minggu?) merubah air meteorik > (bersumber air hujan) menjadi uap. > Sepertinya bukan cuaca akhir-akhir ini yang menimbulkan letusan phreatic > tersebut. > mohon koreksi.. > -- Don't give up until you believe what you did is wrong !

