Dear Pak Awang, apakah di selat2 spt Laut Jawa yang didpt sistem2 sungai 
Molengraaf itu juga didapatkan sisa2 hutan tropis disekitarnya di dasar laut? 
Apakah ada data peat pada pemboran lepas pantai di Laut Jawa dll disekitar 
dasar laut itu? Kalau di laut sekitar timur P. Bangka di tambang juga endapan 
timah sekunder yang mestinya mengikuti alur2 sistem sungai yang terendam air 
laut itu ya?
Salam dan Mohon Maaf Lahir Bathin. Selamat Idul Fitri.
Habash
Sent via BlackBerry from Maxis

-----Original Message-----
From: Awang Satyana <[email protected]>
Date: Tue, 7 Sep 2010 09:08:26 
To: wied<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Cc: IAGI<[email protected]>; Geo Unpad<[email protected]>; Forum 
HAGI<[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Bls: Tanya Istilah Sunda Shelf
Pak Wied,

Mohon maaf, baru saya respon e-mail Pak Wied. Email Pak Wied terselip di folder 
spam yahoo saya yang jarang saya buka. Semoga jawaban saya tak terlalu 
terlambat. Maaf, pertanyaan Pak Wied dan jawaban saya, saya kirimkan juga ke 
milis, siapa tahu ada teman lain yang juga bertanya hal yang sama atau ada yang 
bisa menambahkan keterangan.

Seperti kita tahu, memang banyak istilah "Sunda" dipakai di beberapa fenomena 
geologi di Indonesia Barat. Banyak orang berpendapat bahwa nama itu berasal 
dari suku Sunda yang mendiami sebagian besar Jawa Barat. Menurut hemat saya, 
nama Sunda di geologi tidak berasal dari suku Sunda di Jawa Barat.

Dari kronik sejarah, sejauh ini belum ditemukan informasi kesejarahan yang 
menerangkan tentang nama Sunda ini. Hanyalah sebuah naskah yang saat ini masih 
diteliti (Naskah Wangsakerta, naskah ini pernah menimbulkan polemik di antara 
para ahli sejarah - pernah saya ulas di milis2) yang menerangkan bahwa nama 
Sunda menjadi nama kerajaan di Nusantara pasca keruntuhan kerajaan Tarumanagara 
pada tahun 669 Masehi dengan raja pertamanya Tarusbawa (669—723). Tarusbawa 
adalah menantu raja Tarumanagara ke-12 yang moyangnya berasal dari sebuah 
kerajaan kecil di India, yakni kerajaan Sunda Sembawa (rupanya Tarusbawa 
terobsesi menegakkan kembali wangsa keluhurnya, meski tidak di negeri asalnya). 

Istilah Sunda sebagai nama tempat, pertama kali disebut oleh ahli ilmu bumi 
dari Yunani, Ptolemaeus dalam bukunya tahun 150 M, ia menyebutkan, ada tiga 
buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan 
informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk 
menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Dari penelurusan 
kepustakaan, kata Sunda seperti dikatakan Rouffaer (1905), merupakan pinjaman 
kata dari kebudayaan Hindu.

Tentang arti kata Sunda, beberapa pustaka menyatakan ebih bahwa kata ‘Sunda’ 
kemungkinan berasal dari kata sanskerta ‘sund’ atau ‘suddha’ yang artinya 
terang, bersinar, putih, bersih, suci, murni, tak tercela, air, atau waspada. 
Kalau orang2 suku Sunda umumnya relatif berkulit lebih putih, lebih terang, 
he2..mungkin kebetulan saja...pas dengan arti Sunda. Mengapa orang2 Sunda 
berkulit relatif lebih putih, bisa kita bahas aspek etnografinya bila 
diperlukan. Beberapa pustaka bahkan menyebutkan dulu ada Gunung Sunda, induk 
Gunung Tangkubanperahu yang sangat tinggi dan puncaknya bersalju sehingga dari 
jauh terlihat terang, putih dan bersinar, sehingga disebut Gunung Sunda. Apakah 
setinggi itu Gunung Sunda, bisa kita bahas lebih jauh.

Nah, saya yakin bahwa para ahli geologi zaman dulu seperti Molengraaf dan van 
Bemmelen menyebut beberapa fenomena geologi di Indonesia Barat dengan kata-kata 
Sunda, bukanlah mengacu kepada suku Sunda di Jawa Barat, tetapi kepada para 
ahli geografi masa lampau yang sejak dari awal abad Masehi telah menyebutkan 
pulau2 di sebelah timur India sebagai Sunda.

Bahwa Molengraaf dan Weber (1919) yang pertama kali menyebutkan istilah Sunda 
Shelf (Paparan Sunda) dan Sunda Land (Daratan Sunda), adalah benar. Saya 
kebetulan punya publikasi aslinya, yang juga diterangkan lagi oleh ahli geologi 
Belanda lain Umbgrove saat membahas tentang terumbu karang di Kep Seribu 
(Umbgrove, 1932). Di bawah ini saya ringkaskan tentang sejarah penamaan Sunda 
Shelf dan Sunda Land dan perkembangan konsep modern-nya.

Paparan Sunda dan Daratan Sunda

Adalah Earle (1845) yang pertama kali mengenali adanya suatu paparan laut 
dangkal di Indonesia Barat yang merupakan salah satu dari paparan-paparan 
terbesar di dunia. Earle (1845) menyebut paparan tersebut Great Asiatic Bank. 
Di Indonesia Timur di wilayah sebelah utara Australia, Earle (1845) pun 
mengenali paparan laut dangkal lain yang disebutnya Great Australian Bank.

Kemudian, setelah 75 tahun kemudian, setelah ekspedisi marin Siboga, Molengraaf 
dan Weber (1919) mendetailkan kedua paparan yang dikenali Earle (1845) tersebut 
dan masing-masing menyebutnya sebagai Paparan Sunda untuk Great Asiatic Bank 
dan Paparan Sahul untuk Great Australian Bank.

Molengraaf pun mengajukan argumen bahwa paparan-paparan laut dangkal ini 
merupakan daratan peneplain yang tenggelam oleh transgresi marin  setelah 
glasiasi Plistosen. Di dasar laut Paparan Sunda bahkan Molengraaf masih bisa 
mengenali sistem-sistem sungai yang tenggelam yang terdiri atas sungai-sungai 
di Selat Malaka, sungai-sungai di Laut Cina Selatan (Sungai Sunda Utara) dan 
sungai-sungai di Laut Jawa (Sungai Sunda Selatan). Maka, sistem sungai-sungai 
ini yang tenggelam di bawah Paparan Sunda suka disebut sungai-sungai Molengraaf.

Sebagai daratan yang tenggelam, maka Molengraaf pun menyebut kawasan ini 
sebagai Daratan Sunda atau Sunda Land, yang didefinisikannya sebagai wilayah 
benua yang telah mempertahankan stabilitasnya sejak ujung Pliosen. Wilayah 
Paparan Sunda dan Daratan Sunda ini terletak di antara Jawa, Sumatra, 
Kalimantan dan Malaka.

Mengikuti Molengraaf, van Bemmelen (1949) mendefinisikan Paparan Sunda sebagai 
laut dangkal, yang kedalaman umumnya kurang daripada 100 meter, meliputi Teluk 
Thailand, Selat Malaka, bagian BD Laut Cina Selatan, Laut Jawa dan bagian 
baratdaya Selat Makassar. Dengan luas 1.850.000 km2 (Krummel, 1907), maka 
Paparan Sunda adalah paparan paling luas dan paling koheren di dunia.

Konsep modern tentang Sundaland mendefinisikannya sebagai sebuah massa daratan  
(landmass) di Asia Tenggara yang timbul sebagai massa daratan di atas muka laut 
pada kala Plistosen (Ben-Avraham, 1972; Hutchison, 1989). Hasil penelitian 
geologi (Nontji, 2002) dapat menunjukkan jejak sejarah paparan ini. Muka laut 
naik dan turun sesuai dengan periode deglasiasi dan glasiasi. Pada 170.000 
tahun lampau, muka laut 200 meter lebih rendah daripada yang sekarang. Itulah 
saat eksistensi Daratan Sunda. Muka laut seperti sekarang dicapainya pada 1000 
tahun lampau.

Konsep modern pun menyatakan bahwa Sundaland bukan satu massa benua yang 
koheren, tetapi merupakan gabungan (amalgamasi) dari banyak benua-mikro atau 
terrane yang berasal dari Gondwana pada sebelum Mesozoikum. Benua-benua kecil 
ini terpisah dari Gondwana, hanyut ke utara, kemudian saling berbenturan satu 
sama lain dan bergabung membentuk Sundaland. Pada menjelang akhir Trias dan 
awal Yura, penggabungan benua-benua kecil ini membentuk Daratan Sunda telah 
selesai (Metcalfe, 1988; Hutchison, 1989).

Ketika pada Kala Holosen terjadi deglasiasi, saat lapisan-lapisan es mencair, 
maka tengelamlah Daratan Sunda oleh transgresi marin, dan kini kita mengenalnya 
sebagai Paparan Sunda, sebuah laut dangkal hasil penenggelaman Daratan Sunda.

Demikian secara singkat sejarah identifikasi Paparan Sunda, Daratan Sunda, dan 
hubungan di antara keduanya.

Salam,
Awang


--- Pada Jum, 13/8/10, wied <[email protected]> menulis:


Dari: wied <[email protected]>
Judul: Tanya Istilah Sunda Shelf
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 13 Agustus, 2010, 9:30 PM





Pak Awang ysh,

Saya penasaran dengan istilah Sunda Shelf/Sundaland yang digunakan untuk 
menyebut dataran yang sekarang meliputi semenanjung Malaysia, Laut Cina 
Selatan, Sumatra, Jawa dan Kalimantan sebelum jaman es mencair.

Rasa penasaran saya didasari oleh istilah Sunda yang identik dengan nama suku 
Sunda. Melihat cakupan dataran seperti yang saya sebut di atas, mengapa nama 
Sunda yang dipilih ? Kok bukan Malakaland, Javaland, Swarnadwipaland atau yang 
lainnya ?

Sepengetahuan saya, istilah Sunda pertama kali muncul di dalam 
prasasti-prasasti yang ada kaitannya dengan Tarumanagara atau kerajaan-kerajaan 
di Jawa Barat. Jauh lebih muda ketimbang istilah Javadwipa atau Swarnadwipa 
yang terdapat dalam Ramayana. CMIIW

 
Dengan bantuan Google, istilah Sunda Shelf pertama kali diperkenalkan oleh 
G.A.F. Molengraaff and W. Weber pada 1919. Apakah benar sepert itu ? Saya 
mencoba mencari alasan mengapa dataran tersebut dinamakan seperti itu oleh 
kedua ahli tsb namun belun ketemu. Mungkin Pak Awang dapat membantu mengobati 
rasa penasaran saya ini.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediannya membaca email saya ini.

Hormat saya,
-wied-





--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke