http://cetak.kompas.com/read/2010/09/22/0329402/ilmu.kebumian.belum.memenuhi..standar
========= Ilmu Kebumian Belum Memenuhi Standar Rabu, 22 September 2010 | 03:29 WIB YOGYAKARTA, KOMPAS - Pelajaran Ilmu Kebumian Indonesia masih jauh dari standar internasional. Sekitar 80 persen materi ujian tertulis pada Olimpiade Internasional Kebumian ke-4 atau International Science Olympiad tidak diajarkan di sekolah. Soal-soal tes tertulis Olimpiade Internasional Kebumian (IESO) ke-4 di Yogyakarta, 19-28 September, tersebut terdiri atas 50 poin. Bidang yang diujikan meliputi oseanografi, meteorologi, geologi, dan astronomi. Peserta dari SMA Negeri 3 Yogyakarta, Rio Priandi Nugroho (18), mengatakan, soal-soal di olimpiade lebih dalam dari materi di sekolah. ”Saya sulit mengerjakannya,” katanya seusai tes IESO ke-4 yang diikuti peserta dari 19 negara di Universitas Gadjah Mada, Selasa (21/9). I Wayan Punia Raharja (18) dari SMA Negeri I Amapura, Bali, mengatakan, pelajaran Geografi di sekolah lebih banyak menghafal, baik peta maupun informasi geografis. ”Tapi, tak jelas fungsinya buat apa,” katanya. Kondisi itu berbeda dengan negara peserta olimpiade lainnya. Peserta dari India, Svarum Rajagopalan (16), mengatakan, ia telah menerima pelajaran Ilmu Kebumian (Earth Science) pada jenjang setingkat SMP. Materinya dari oseanografi, meteorologi, geologi, dan astronomi. ”Materi di Earth Science sangat mirip soal-soal yang diujikan di olimpiade tadi. Jadi, kami mudah mengerjakan,” ungkapnya. Anggota Tim Pembuat Soal Tertulis IESO ke-4 yang juga pakar geologi tektonika UGM, Subagyo Hamumijoyo, mengatakan, soal-soal pada olimpiade itu mengacu silabus Ilmu Kebumian internasional. ”Secara internasional, Ilmu Kebumian merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang lebih banyak mengkaji fenomena kebumian,” katanya. Menurut Subagyo, Ilmu Kebumian di Indonesia butuh pembaruan dan silabus baru. Sebab, materi yang diajarkan di Indonesia tertinggal dari Ilmu Kebumian internasional. Di Indonesia, pelajaran Geografi berorientasi kepada Bumi, sedangkan di kurikulum level planeter, Bumi ditinjau sebagai bagian tata surya.(IRE) -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

