Rovicky,

Kalau semua kubu diundang, sebagai mana aspirasi pak Ketua kita, pastilah
pertunjukan sirkus Capetown akan kembali terjadi. :) . Benar kata Pak YSY,
sebaiknya dikembalikan ke ranah sains murni saja

Tapi bila kita letakkan dalam konteks masa depan area Lusi sebagaimana
sinyalemen Pak Koesoema, bahwa SBY mulai "keracunan" ide membunuh Lusi
dengan kill well, setelah berkaca dari sukses manusia mengatasi bocoran
minyak di teluk Meksiko, mungkin apa yang dipaparkan oleh orang-orang Rusia
ini berguna untuk memberikan sisi komplementer kepada beliau selaku kepala
negara, agar mendapatkan informasi dari segala sisi. Contoh sederhana saja,
apakah SYB "well informed" bahwa rate minyak di Teluk Meksiko "hanya" 5000
barel per hari, sedangkan Lusi saat ini 50000 bpd (kalo gak salah), juga
masalah titik sembur yang sangat berbeda antara teluk Meksiko dan Lusi.

Dengar-dengar ide kill well akan memerlukan survey 3D seismic dengan dana
sampai 3-5 juta dollar, plus 180 juta dollar untuk program kill well(s) nya
sendiri. Itu akan jadi suatu inpres yang sangat bersejarah, yang bisa jadi
akan sangat kontroversial juga, sehingga memerlukan informasi
selengkap-lengkapnya sebelum terlanjur lahir.

Dalam bayangan saya, survai seismik akan menggunakan teknik "undershooting"
di mana hasil datanya pasti akan sangat dominan frekuensi rendah. Jangan
harap kualitasnya akan menyamai data 2d yang tersedia sekarang ini. Kalau
pun sudah tersedia datanya, seperti Andang pernah bilang, pasti akan tetap
ada perdebatan besar, perlu atau tidak program kill well.

Perjalanan ide ini masih jauh. Perhitungan untung rugi bagi kepentingan
harus sematang mungkin. Kontribusi kita sebagai komponen bangsa tetap
diperlukan agar keputusan yang diambil benar-benar bener dan optimal
nantinya.

Sunu.


2010/10/1 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>

> Sebenernya ada laporan resminya dalam bahasa Rusia disini :
>
> http://rpoiefp.ru/index.php?option=com_content&view=article&id=12&Itemid=12&lang=ru
> Namun kalau ada yang tahu cara membuat translasi dalam bahasa Indonesia di
> google translate bisa tahu kok kualitas risetnya.
> ini link dalam bahasa Indonesia
>
> http://translate.google.com/translate?hl=en&ie=UTF-8&sl=ru&tl=id&u=http://rpoiefp.ru/index.php%3Foption%3Dcom_content%26view%3Darticle%26id%3D12%26Itemid%3D12%26lang%3Dru&prev=_t&twu=1
>
> Siapa dia ?
>
> http://rpoiefp.ru/index.php?option=com_content&view=article&id=13&Itemid=13&lang=en
>
> Malah saya suudzon saja ini Institute of Electrophysics baru melakukan
> studi
> "Geo"nya kurang dari 10. Masih baru. Lagipula ini institure utk
> electrophysics. Jangan-angan kita terperangah karena berbau luar negeri
> saja. Sepertinya saya dapat merasakan kejengahan Pak Lambok di pertemuan
> itu.
>
> RDP
>
> 2010/10/1 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>
>
> > Ini gara2 karena issue SBY sedang mempertimbangkan project relief well
> > untuk menstop semburan lumpur Sidoarjo, mengacu berhasilnya relief well
>  di
> > oil spill BP di Gulf of Mexico.  Yang berkepentingan langsung meluncurkan
> > offensief baru.
> > RPK
> >
> > ----- Original Message ----- From: "mohammad syaiful" <
> > [email protected]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Friday, October 01, 2010 1:06 PM
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo: Kick-off dari Ilmuwan Rusia
> >
> >
> >  iyo to, pakdhe. ini namanya juga perang gerilya, karena terkesan
> >> diam2, atau aku memang yg kuper dan nggak penting sehingga juga tak
> >> tahu sebelumnya jika ada diskusi tsb.
> >>
> >> namun terlepas dari masalah penyebab lusi tsb, sekarang yg lebih
> >> penting adalah solusinya. saya kira ini terakhir wis dibahas dengan
> >> adanya undangan rapat dari badan geologi sekian minggu yg lalu.
> >> semuanya tampaknya sepakat memang harus diusahakan utk mendapatkan
> >> data subsurface terbaru utk melihat kondisi di bawah lusi.
> >>
> >> itu yg ternyata, katanya, juga syusyah...
> >>
> >> salam,
> >> syaiful
> >>
> >> 2010/10/1 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>:
> >>
> >>> Weh ... "peperangan" masih berjalan ya ....
> >>>
> >>> rdp
> >>> ------
> >>> LUMPUR LAPINDO
> >>> Kick-off dari Ilmuwan Rusia
> >>>
> >>> Sergey Kadurin menyebutkan tiga gempa sebagai pemicu semburan lumpur di
> >>> Sidoarjo. Ancaman lain dari dua saluran gunung lumpur.
> >>>
> >>> Lambok M. Hutasoit melangkah keluar dari ruang Garden Terrace, Hotel
> Four
> >>> Seasons, Jakarta. Sajian makan siang tidak ia sentuh setelah acara
> >>> paparan
> >>> hasil penelitian tim ilmuwan Rusia tentang lumpur Lapindo usai. Padahal
> >>> tamu
> >>> undangan dan wartawan langsung mengerubuti meja makan di hotel bintang
> >>> lima
> >>> tersebut.
> >>>
> >>> "Saya katakan kepada tim dari Rusia bahwa ada versi lain dari penyebab
> >>> menyemburnya lumpur di Sidoarjo," kata Dr Lambok, Dekan Fakultas Ilmu
> dan
> >>> Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung. Dia mengundang mereka
> >>> berkunjung ke ITB untuk berdiskusi dengan pakar yang memiliki pandangan
> >>> berbeda.
> >>>
> >>> Kemarin pagi memang berlangsung acara paparan tim peneliti Rusia, yang
> >>> dipimpin Dr Sergey V. Kadurin. Pembicara lain dalam diskusi itu adalah
> >>> Hardi
> >>> Prasetyo, Wakil Ketua Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, dan Awang
> >>> Harun
> >>> Satyana, pejabat di BP Migas. Pengundang acara ini adalah Ogilvy Public
> >>> Relations Worldwide, yang dikontrak OOO Rineftgaz, perusahaan konsultan
> >>> minyak dan gas Rusia.
> >>>
> >>> Lambok memang jengah. Maklum, ilmuwan dalam negeri yang diundang pada
> >>> hajatan itu adalah yang selama ini pro dengan versi bencana alam atau
> >>> gempa.
> >>> Sebut saja Sofyan Hadi, Edi Sunardi, dan Agus Guntoro. Sementara itu,
> >>> pakar
> >>> yang berpandangan bahwa semburan tersebut karena kelalaian pengeboran
> >>> oleh
> >>> Lapindo Brantas tidak tampak. "Selama ini saya netral dan kini diundang
> >>> dalam kapasitas sebagai dosen ITB," ujar Lambok, yang juga menjabat
> Ketua
> >>> Ikatan Ahli Geologi Indonesia.
> >>>
> >>> Dalam siaran pers, penyelenggara membuat judul provokatif, "Ilmuwan
> >>> Rusia:
> >>> Pengeboran Bukan Penyebab Lumpur Sidoarjo". Sergey Kadurin, pengajar
> >>> senior
> >>> Universitas Odessa di Ukraina, memaparkan temuan dan analisis tim yang
> >>> anggotanya terdiri atas Russian Institute of Electro Physics itu.
> >>>
> >>> Dalam membuat analisis, mereka mendasari pada data seismik dari periode
> >>> sebelum luapan lumpur pertama kali terjadi, 29 Mei 2006. Mereka
> >>> menggunakan
> >>> data seismik dua dimensi untuk mengidentifikasi struktur lumpur.
> Membuat
> >>> lapisan seismik tiga dimensi untuk menelusuri jejak formasi struktur
> >>> lumpur
> >>> dan gambaran tiga dimensi bawah tanah gunung lumpur.
> >>>
> >>> Semburan lumpur terjadi, kata Kadurin, akibat kembali aktifnya struktur
> >>> gunung lumpur yang terbentuk 150-200 ribu tahun yang lalu. Aktivitas
> ini
> >>> terus berlanjut hingga kini, yang dipicu oleh kegiatan seismik.
> >>>
> >>> Satu hal yang baru dari temuan tim Rusia adalah faktor penyebab dua
> gempa
> >>> yang terjadi sebelum 29 Mei 2006. Pertama, gempa 9 Juli 2005 dengan
> >>> kekuatan
> >>> 4,4 pada skala Richter. Lokasi gempa tepat di bawah zona semburan
> lumpur
> >>> Lapindo. Kedua, gempa yang terjadi 16 hari sebelumnya dengan episentrum
> >>> sekitar 450 kilometer dari Sidoarjo dengan kekuatan 5,5 pada skala
> >>> Richter.
> >>>
> >>> Selama ini yang banyak disebut ilmuwan Indonesia adalah gempa di
> >>> Yogyakarta
> >>> yang terjadi dua hari sebelumnya. Menurut Kadurin, gempa yang terjadi
> 10
> >>> bulan sebelumnya merupakan salah satu peristiwa geologi yang membantu
> >>> pembukaan saluran lumpur. Pergerakan patahan Watukosek yang terjadi
> >>> terus-menerus telah membantu proses ini lebih lanjut. "Gempa bumi yang
> >>> terjadi dua hari sebelum semburan lumpur bisa menjadi sebuah kick-off
> >>> yang
> >>> terakhir," katanya.
> >>>
> >>> Kadurin tidak percaya kalau semburan lumpur panas terjadi karena
> >>> kesalahan
> >>> pengeboran oleh Lapindo Brantas. Fakta yang tidak terbantahkan,
> ujarnya,
> >>> saluran lumpur telah ada jauh sebelum Lapindo mengadakan pengeboran di
> >>> sumur
> >>> Banjar Panji, Sidoarjo. Bahkan, ia menambahkan, terdapat dua saluran
> >>> utama
> >>> dengan tiga titik letusan potensial yang dapat diobservasi melalui
> >>> tampilan
> >>> 3D dari sub-terrain.
> >>>
> >>> Menurut Awang Harun, sumur Banjar Panji milik Lapindo bukan pemicu
> >>> semburan,
> >>> melainkan korban. Berdasarkan analisis itu, ilmuwan Rusia khawatir
> >>> seluruh
> >>> area di sekitar lumpur berada dalam bahaya tingkat tinggi berupa
> semburan
> >>> lumpur panas yang baru. Terutama, kata Kadurin, dari satu bagian di
> >>> sebelah
> >>> barat daya ke bagian lainnya di sebelah timur laut dari lokasi lumpur
> >>> Lapindo.
> >>>
> >>> Hardi Prasetyo mengakui ancaman semburan lumpur di Jawa sangat nyata.
> >>> "Kasus
> >>> di Sidoarjo ini membuka kesadaran kita akan seriusnya ancaman semburan
> >>> lumpur." Sejak 2009, katanya, pemerintah mengambil alih sepenuhnya
> kasus
> >>> lumpur Sidoarjo. UNTUNG WIDYANTO
> >>>
> >>>
> >>>
> http://korantempo.com/korantempo/koran/2010/10/01/Ilmu_dan_Teknologi/krn.20101001.213293.id.html
> >>>
> >>> --
> >>> Beritakan kabar bagus sesering mungkin !!
> >>> Berita buruknya serahkan pada orang lain untuk menyebarkannya.
> >>>
> >>>
> >>
> >>
> >> --
> >> Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist
> >> Mobile: 62-812-9372808
> >> Emails:
> >> [email protected] (business)
> >> [email protected]
> >>
> >> Technical Manager of
> >> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
> >>
> >>
> >>
> --------------------------------------------------------------------------------
> >> PP-IAGI 2008-2011:
> >> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> >> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> >> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> >>
> >>
> --------------------------------------------------------------------------------
> >> Ayo siapkan diri....!!!!!
> >> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
> >>
> >>
> -----------------------------------------------------------------------------
> >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> >> No. Rek: 123 0085005314
> >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> >> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> >> No. Rekening: 255-1088580
> >> A/n: Shinta Damayanti
> >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >> ---------------------------------------------------------------------
> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
> event
> >> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited
> to
> >> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the
> >> use of any information posted on IAGI mailing list.
> >> ---------------------------------------------------------------------
> >>
> >>
> >> __________ NOD32 4954 (20100318) Information __________
> >>
> >> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> >> http://www.eset.com
> >>
> >>
> >>
> >
> >
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > PP-IAGI 2008-2011:
> > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> >
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > Ayo siapkan diri....!!!!!
> > Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
> >
> >
> -----------------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted
> > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct
> > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
> loss
> > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
> any
> > information posted on IAGI mailing list.
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>
> --
> Beritakan kabar bagus sesering mungkin !!
> Berita buruknya serahkan pada orang lain untuk menyebarkannya.
>

Kirim email ke