Kondisi saat ini dibidang keenergian khususnya Sumber Daya Energi untuk
keperluan dalam negeri ( listrik ) sangat mengkhawatirkan ditengah cadangan
sumber daya energi yang melimpah.
Contoh didepan mata kita :
didekat Jakarta ini ada 2 pembangkit listrik ( Muara Tawar dan Muara
Karang ) dg Kapasitas lebih dari 2100 MW yang dioprasikan dg bahan bakar
Gas , namun karena tidak ada gas maka dioperasikan dg membakar BBM ( HSD dan
MFO ) , karena kalau sampai tidak diopersaikan akan byar pet terus jakarta
ini ( mosok ibukota negar kok byar pet ), karena harus membakar BBM maka
biayanya jadi 5 kali lipat ( ini salah satu contoh didepan mata kita ,belum
dg yang lain , padahal kapasitas saat ini untuk semuanya sdh kurang lebih
30.000 WW , belum memperhitungkan pertumbuhan yang kira kira 5000 MW setiap
tahunnya.
Apakah kita harus berkutat kutet dg Bahan bakar konvensional ? dimana yang
hampir semuanya sudah dikontrak jangka panjang dg pihak lain ( di beli
pihak lain diluar sono ) , apakah kita harus tegas bahwa semua komoditas
SDE khususnya Batubara dan Gas harus dipakai didalam negeri ( 100 % DMO ) ,
disisi lain harganya harus sesuai dg pasar DN ,
Untuk membangkitkan listrik yang kebutuhannya sudah ribuan MW ini , tidak
ada cara lain ( paling tidak sampai saat ini ) hanya dengan Gas , BBM ,
Batubara , Hidro dan Panas bumi , dan Uranium ( PLTN ) , memang banyak
alternatif energi lain tapi itu kecil kecil. karena harus pakai BBM maka
harga produksi listrik dg kemampuan bayar masyarakat ( TDL ) perbedaannya
sangat besar , kalau listrik dinaikan tambah runyam , makanya ada subsidi
yang tahun ini sudah 55,1 Triliun Rp hanya dibakar bakar saja.( kalau
dipakai Puskesmas atau sekolah sudah berapa banyak , padahal setiap tahun
harus tersedia duit itu kalau tidak bisa peteng ndedet diman mana )
Teknologi akan selalu berkembang , yang dulu tidak layak , tidak ekonomis ,
karena kondisi dan situasi berbeda maka akan menjadi layak dan ekonomis
Pembantguna PLTN diperlukan waktu paling tidak 7 tahun , jadi kalau saat ini
belum diputuskan maka paling tidak sampai 2017 belum ada PLTN beroperasi ,
terus bagaiman mengatasi permasalahn di kekurang SDE tsb . Karena tidak bisa
membayangkan kalau Jakarta ini tidak ada listrik , bahkan satu hari saja.
ISM
----- Original Message -----
From: "Dudy Setyandhaka" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, October 23, 2010 6:58 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] MGEI lunchoen talk yyg uranium
Rekan2 semua,
Sangat menarik uraian ringkas mengenai uranium oleh Mba Dewi mudah2an hasil
lengkapnya bisa dishare buat kita semua.
Pertanyaan saya apakah kita sudah mengoptimalkan sumber energi lain yang ada
saat ini (batu bara, panas bumi dll) sebelum kita memang sangat perlu untuk
menggunakan uranium sebagai energi alternatif....
Pemikiran saya yang bodoh adalah kita optimalkan dulu sumber energi yang ada
yang sampai saat inipun masih belum optimal digunakan untuk kepentingan
rakyat (saya belum pernah ke Kalimantan yang nota bene penghasil terbesar
batu bara disana tetapi apakah Kalimantan saat ini sudah terang benderang???
Dengan banyaknya batu bara disana???) Jawa dan Bali saja belum bebas dari
pemadaman bergilir sampai sekarang yang nota bene terletak di zona ring of
fire yang seharusnya potensi panas bumi sangat melimpah disana.
Biarlah uranium tetap ditempatnya untuk diwariskan ke anak cucu kita nanti
setelah bahan energi alternatif lainnya memang sudah tidak bisa dioptimalkan
lagi di bumi Indonesia tercinta ini dibandingkan kita mengundang investor
(PMA)dari luar saat ini untuk eksplorasi/eksploitasinya yang ujung2nya hanya
menguntungkan mereka para pemodal dari luar saja..
Wassalam,
Dudy
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, October 22, 2010 8:54 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] MGEI lunchoen talk yyg uranium
Abah kita semeja kan yang beda angkatan 40 taun itu,,mudah2an masih
inget,,hehe,,aku tambahin juga upadatenya sama persis dngan di milist mgei
dan sedikit tambahan dari mas zardi,,
Dear Rekan-rekan,
Sekedar update acara LT MGEI-IAGI "Indonesian Uranium" yang diselenggarakan
di Hotel Bidakara, Rabu, 20 Oktober 2010, dari pukul 11.00-14.00. Acara
berlangsung dengan baik dan lancar, dihadiri kurang lebih 25 orang dari yang
ditargetkan sekitar 50 orang. Presentasi dan diskusi yang sangat menarik
mengenai Uranium.
Presentasi dibawakan langsung oleh Pak Awieks dari BATAN dan sebelumnya
dibuka oleh Pak Sukmandaru sebagai Ketua MGEI dan juga perwakilan IAGI .
Kelanjutan dari acara ini mungkin akan dibuat sebuah seminar yang lebih
besar jika rekan2 berminat untuk membahas permasalahan ini lebih dalam.
Materi nanti akan dimasukkan kedalam ftp milist mgei sehingga bisa langsung
di download di sana. Atau kalo ada yg berminat bs email saya langsung.
Ringkasan :
Uranium dan Thorium deposit di Indonesia ada hampir di seluruh pulau besar
di Indonesia, sekitar 59,200 ton dari U3O8 terdapat di Kalbar dan Kaltim
(dari sumberdaya hipotetik hingga indicated), "The largest uranium resource
is in Papua, neverthless it has never been explored", Sumberdaya Thorium
(hipotetik) sekitar 121,500 ton terdapat di Kepulauan Bangka Belitung. Dan
secara Global produsen terbesar Uranium saat ini adalah Kazakshtan. Situasi
di Indonesia yang berkaitan dengan Uranium adalah kurangnya dana untuk
membuat peta keterdapatan sumberdaya uranium yang masih kualitatif menjadi
kuantitatif, budget yang disediakan untuk kegiatan eksplorasi sangat
terbatas. sehingga diharapkan ada investor yang mau mengembangkan hal ini.
Mari dukung pembuatan PLTN demi ketersediaan pasokan listrik nasional. Saat
ini China sedang membuat 12 PLTN yang diharapkan dapat digunakan awal taun
2010, dan Indonesia belom mempersiapkan satu pun PLTN, padahal PLTN dapat
mengurangi efek pemanasan global dan jauh lebih hemat dalam menghasilkan
listrik. Dari 20 gr e-Uranium Oksida yang ekuivalen dengan 2,9 tonnes black
coal dapat dihasilkan lebih dari 6400kWh.
Menurut DR Awie, Uranium yg economic, grade nya > 0.1 % (1000 ppm). Grade >
0.1 % inilah yg bisa diolah menjadi "yellow cake".Uranium ini otoritas
BATAN. Investor harus melibatkan BATAN (ada rule's nya). Sekarang BATAN
sudah mengajukan Wilayah Pertambangan uranium, sebagian besar di barat
kalimantan dan sumatra tengah - selatan.
Sekian ringkasan acara LT MGEI-IAGI, kalo ada yang kurang mungkin bisa
ditambahkan oleh beberapa orang yang menghadiri acara tersebut. terima
kasih.
Cheers,
Wulan
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "yanto R.Sumantri" <[email protected]>
Date: Fri, 22 Oct 2010 19:38:16
To: iagi-net<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] MGEI lunchoen talk yyg uranium
Rekan rekan
Kebetulan saya menghadiri event
tersebut , sangat menarik , karena Pak Awie menerangkan dengan sangat
sederhana dan populer bagi saya paling tidak.
Diskusi dilangsungkan
dengan tanya jawab aktif sepanjang Pak Awie presentasi , jadi sangat
hangat.
Untuk si Abah yang old, soldier sangat bermanfaat ,
menambah pengetahuan.
Yang menarik adalah bahwa kebijakan Pemerintah
tentang eksplorasi uranium yang tadinya sangat tertutup untuk investasi
masuk dan hanya dikerjakan dengan SPPD pegawai negeri (istilah Pak Awie )
diubah menjadi semacam Kontrak Karya yang agk unik.
Bagaimana
itu mungkin nanti saya terangkan lain kali , atau mungkin Pka Ndaru
menyusun kesimpulannya?
Yang jelas BATAN akan menjadi satu2nya
pintu masuk , dan PP untuk pelaksanaan eksplorasi akan segera keluar
(sudah lamaaaaa sekali ditunggu kata Pak Awie).
Hanya si Abah
sedikit kecewa karena yang hadir sangat sedikit , padahal padasaat
dibicarakan di millis begitu antusiasnya para anggota bediskusi.
Why ?
si Abah
--
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.
______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________
---------------------------------------------------------------------------
The content of this message may contain the private views and opinions of
the sender and does not constitute a formal view and/or opinion of the
company unless specifically stated. The contents of this email and any
attachments may contain confidential and/or proprietary information, and is
intended only for the person/entity to whom it was originally addressed. Any
dissemination, distribution or copying of this communication is strictly
prohibited. If you have received this email in error please notify the
sender immediately by return e-mail and delete this message and any
attachments from your system.
______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------