Seperti ditulis mas Hil di bawah, Formasi Nglanggran dan formasi-formasi Kebo Butak serta Semilir merupakan produk volkanisme Oligo-Miosen yang untuk pertama kalinya oleh Verbeek dan Fennema (1896, diteliti lagi oleh Bothe, 1929, 1934, dan dikompilasi van Bemmelen, 1949)disebutnya sebagai OAF (Oud Andesiet Formatie - Old Andesite Formation atau OAF. Ini adalah volkanisme submarin (van Bemmelen, 1949) yang bersifat turbidit.
Dalam teori plate tectonics, OAF dan semua formasi ekivalensinya di Jawa Barat (Jampang, Gabon) serta di Jawa Timur (Puger) (lihat evaluasi regional yang pernah saya publikasikan di Proceedings PIT IAGI 2003: Satyana dan Purwaningsih, 2003, Oligo-Miocene Carbonates of Java: Tectonic Setting and Effects of Volcanism) merupakan jalur volkanik berumur Oliogo-Miosen (Oligosen Akhir-Miosen Awal) yang sekarang menjadi fisiografi Pegunungan Selatan di selatan Jawa. Jalur volkanik sejajar poros panjang Jawa ini timbul karena partial melting yang dialami kerak samudera Hindia di kedalaman 100-200 km di bawahnya dengan zona subduksinya di submarine ridge selatan Jawa sekarang. Berdasarkan umur mutlak menggunakan K-Ar (Soeria-Atmadja, 1994) volkanisme ini berakhir pada 18 Ma (Miosen Awal bagian bawah). Setelah itu, pada 12 Ma (Miosen Tengah) mulai terjadi pelandaian kemiringan penunjaman (zone Wadati-Benioff)sehingga zone partial melting ikut bergerak ke arah utara dan menghasilkan volkanisme umur Miosen Tengah yang ternyata menerus sampai Kuarter dan meninggalkan jalur volkanik Nglanggran serta pusat2 erupsi di sekitarnya. Perpindahan jalur volkanik sekitar 50-100 km ke arah utara ini telah menonaktifkan semua gunungapi di jalur selatan - tak ada feeder magma hasil partial melting ke gunung2api ini. Maka, susah diterima bahwa gunung2api di jalur selatan Jawa yang telah mati sejak 18 Ma bisa direaktivasi lagi, tak ada feeder magmanya lagi. Saya pikir kepulan asap yang keluar dari Gunung Nglanggran hanyalah efek permukaan, bukan dari ex gunungapinya sendiri. Suara bergemuruh mungkin berasal dari Merapi yang tremor dan gemuruhnya masih terasa dan terdengar ke sekelilingnya. salam, Awang --- Pada Kam, 11/11/10, Hiltrudis Gendoet Hartono <[email protected]> menulis: > Dari: Hiltrudis Gendoet Hartono <[email protected]> > Judul: Re: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] Warga Bantul Lihat Kepulan Asap > Keluar Dari Gunung Purba Nglanggeran > Kepada: [email protected] > Tanggal: Kamis, 11 November, 2010, 12:10 PM > Dusun Nglanggeran tempat > tersingkapnya gunung api Nglanggeran tersusun oleh material > produk letusan gunung api yaitu berupa material berukuran > > 256mm atau dikenal dengan block/bom....yang kalo > membatu dinamakan aglomerat. Massa batuan ini sangat khas > dan tersebar cukup banyak di dusun Nglanggeran ini. > Disamping itu juga dijumpai adanya lava dan breksi > autoklastika....nah data ini cukup valid untuk menyatakan > daerah ini merupakan sisa tubuh gunung api purba yang > pusatnya tidak jauh dari bukit Nglanggeran atau tidak lebih > dari 7 km. Sedangkan bukit yang mengeluarkan asap pada tahun > 2006 bersamaan atau setelah terjadinya gempa terletak > dibagian timur atau tenggaranya yaitu di dekat Kali Ngalang, > Gedangan, GK. suwun. > > salam > hill > > --- On Wed, 11/10/10, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > wrote: > > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] Warga Bantul Lihat > Kepulan Asap Keluar Dari Gunung Purba Nglanggeran > To: "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[email protected]> > Cc: "IAGI" <[email protected]>, > [email protected] > Date: Wednesday, November 10, 2010, 6:52 PM > > Nah ini ada jawaban logis lainnya. > Silahkan saja bagi yg punya info lainnya kita manfaatkan > IAGI-net utk > memberikan klarifikasi > > Thx > RDP > > *----- Forwarded by Argo WURYANTO/BPN/ID/EP/Corp on > 11/11/2010 10:23 AM > -----* > > > > *Gatot-Dwi JAYANTO/BPN/ID/EP/Corp*11/11/2010 10:14 AM > > wah ini mah hoax mas.. > > fenomena ini udah ada sejak 2006 kalo nggak salah, pasca > gempa..... > > kebetulan aku dulu ikutan survey ke tempat ini. > > pada dasarnya nggk ada yang namanya reaktivasi dari gunung > purba, karena > formasi nglanggrang ini cuma endapan vulkanik. source > gunung apinya > kemungkinan ada di bayat ( masih inget kan presentasi ITF > yang dulu) > > trus kenapa bisa ada kepulan asap? sebenarnya ada lapisan > lignit/ batubara > muda di daerah tersebut dan mengandung air. akibat adanya > panas dari terik > matahari dan perbedaan suhu dari siang ke malam, atau > akibat hujan yang > lebat, maka air tanah di daerah tersebut menguap, dan > mengeluarkan asapa. > kadang tercium bau belerang, yang berasal dari batubara > muda tersebut... > > kurang lebih nya sih begitu.. tapi kalo ternyata lokasinya > beda dari yang > saya survey dan ada fakta lain, yaa. mohon maaf, namanya > juga geologis, bisa > nya cuman interpretasi. > > *my another penny* > > salam, > > argo '99 > > > 2010/11/11 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > > > Mas Hery, > > kalau Sinabung kan masih menunjukkan ketertidurannya > (doormant), tidur 400 > > tahun.Bahkan konon ada catatam kegiatan tahun > > Lah kalau Nglanggeran ini kan hidupnya 50 juta tahun > lalu. > > > > Saya hanya bisa menjelaskan sederhana begini > > "Setiap "bekas" gunung masih memiliki bekas dapur > magma yang masih panas. > > Salah satunya adalah di Parang Wedang di Parangtritis. > Itu merupakan > > sisa-sisa panasnya gunung jaman dahulu. Kalau ada > aktifitas bawah permukaan > > maka uap panasnya bisa... saja masih keluar. Dan > itulah salah satu > > tanda-tanda gunung api yg doormant (tertidur) atau > tepatnya gunung mati. > > Kenapa tau kalau mati ? karena diketemukan banyaknya > airpanas. Kalau ada air > > berarti airnya bisa masuk ke dekat dapur. Kalau > dapurnya masih menyala > > airnya pasti udah menguap :). Saya kira air ataupun > gas yg terjebak dibawah > > bisa saja merembes keluar." > > > > tolong dikoreksi kalau penjelasan singkatnya ada yg > salah ? > > > > rdp > > > > 2010/11/11 Hery Harjono <[email protected]> > > > >> Ada mas.....Sinabung, Pinatubo..... > >> Salam dari Negeri Chino > >> Hery > >> > >> ------------------------------ > >> *From:* Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > >> *To:* IAGI <[email protected]>; > Forum HAGI <[email protected]>; > >> [email protected] > >> *Sent:* Thu, 11 November, 2010 7:36:48 > >> *Subject:* [Forum-HAGI] Warga Bantul Lihat Kepulan > Asap Keluar Dari > >> Gunung Purba Nglanggeran > >> > >> Apakah ada dalam sejarah geologi menceriterakan > reaktivasi gunung seperti > >> dibawah ini ? > >> Saya belom pernah baca dari artikel ilmiah ttg hal > ini. Ada yang tahu ? > >> Kalau memang ngga ada selama ini, bisa saja kita > menenangkan dengan > >> dongeng santai. Supaya tidak meresahkan. > >> > >> FYI, G Nglanggran merupakan lokasi wisata geologi > (Gunung Purba) bisa > >> dilihat disini . > >> http://wikimapia.org/#lat=-7.8417215&lon=110.5419874&z=16&l=0&m=b > >> Sekitar 30 Km diselatan G Merapi di kaki > perbukitan Wonosari. > >> > >> rdp > >> ============================================== > >> > >> http://www.detiknews.com/read/2010/11/11/070029/1491830/10/warga-bantul-lihat-kepulan-asap-keluar-dari-gunung-purba-nglanggeran?991102605> > >> > >> Kamis, 11/11/2010 07:00 WIB > >> Warga Bantul Lihat Kepulan Asap Keluar Dari Gunung > Purba Nglanggeran > >> *Novi Christiastuti Adiputri* - detikNews > >> > >> <p>Your browser does not support > iframes.</p> > >> > >> *Ilustrasi * > >> > >> *Bantul* - Gunung api purba Nglanggeran yang > terletak di Bukit Pathuk, > >> Kecamatan Kasihan, Bantul membuat warga setempat > resah. Warga menduga gunung > >> tersebut kembali aktif. > >> > >> Sejak seminggu terakhir, warga sekitar gunung > Nglanggeran merasakan > >> getaran dan suara gemuruh dari gunung yang sudah > lama tidak aktif ini. > >> > >> "Beberapa hari lalu teman saya kasih tahu ada > suara bergemuruh di sana. > >> Sejak seminggu lalu, sering terdengar bunyi > gemuruh, dikiranya dari Merapi. > >> Tapi teman saya di Banguntapan juga cerita begitu, > dia dengar gemuruh dari > >> arah Gunung Nglanggeran," ujar seorang warga > setempat, Muhammad Bachroni > >> saat dihubungi *detikcom*, Kamis (11/11/2010). > >> > >> Gemuruh dan getaran yang dirasakan warga tersebut > diyakini berasal dari > >> Gunung Nglanggeran. Meskipun Selasa (9/11) lalu > Yogyakarta sempat dilanda > >> gempa 5,6 SR yang berpusat di Bantul, namun di > luar itu getaran dan gemuruh > >> masih terasa. > >> > >> Kondisi tersebut telah membuat resah warga > setempat, termasuk Bachroni dan > >> temannya yang tempat tinggalnya hanya berjarak 5 > km dari Gunung Nglanggeran. > >> Sedangkan Bachroni sendiri yang bertempat tinggal > sekitar 15 km dari Gunung > >> Nglanggeran, pagi ini mengaku melihat langsung > adanya kepulan asap keluar > >> dari arah gunung tersebut. > >> > >> "Tadi saya lihat kepulan asap agak tinggi seperti > gunung berapi, bukan > >> seperti awan. Saya keluar pukul 05.20 WIB, > terlihat tertiup angin ke arah ke > >> utara," tuturnya. > >> > >> Menurutnya, kepulan asap seperti ini baru hari ini > terlihat di Gunung > >> Nglanggeran yang terletak di sebelah timur > Yogyakarta ini. Bahcroni yakin > >> bahwa kepulan asap tersebut bukanlah awan biasa. > >> > >> Namun saat dia mencoba mengkonfirmasi hasil > pengamatannya ini kepada > >> temannya yang bertempat tinggal lebih dekat dengan > Gunung Nglanggeran, > >> Bachroni belum berhasil menghubunginya. Yang > semakin membuat khawatir, pada > >> Selasa (9/11) lalu, status teman Bachroni di situs > jejaring sosial > >> menunjukkan adanya kondisi gawat atas Gunung > Nglanggeran. > >> > >> "Sebelumnya kalau dari informasi teman, dia status > hari Selasa, dia tulis > >> kabar gawat terakhir gunung purba Nglanggeran > aktif lagi setelah 60 juta > >> tahun. Di Piyungan terasa bergetar dan > bergemuruh," terangnya. > >> > >> Bachroni menuturkan, terhadap situasi meresahkan > seperti ini warga > >> setempat berniat untuk menanyakan langung ke > Pemkab Bantul. Warga ingin tahu > >> apakah benar gunung api purba Nglanggeran kembali > aktif. > >> > >> "Betulkah gunung api kuno Nglanggeran meletus > lagi, setelah sempat > >> beberapa kali terdengar bergemuruh?" tanyanya. > >> > >> -- > >> *Pray for JOGJA* > >> > >> > >> ______________________________________________ > >> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists > mailing list. > >> [email protected] > | www.hagi.or.id > >> ---*** for administrative query please send your > email to > >> [email protected] > >> > >> > >> > >> > >> > > > > > > -- > > *Pray for JOGJA* > > > > > > -- > *Pray for JOGJA* > > > > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

