Maaf sedikit menyimpang dari jalur diskusi, tapi masih dalam jalur energy. Apakah ada upaya dari pemerintah yang secara 'serius' untuk mengembangkan energy geothermal sebagai alternatif utama atau suplement terhadap energy dari fossil?
Semua orang sudah tahu bagaimana besarnya energy geothermal atau panas bumi ini di seantero Nusantara. Sayang pemanfaatannya belum seperti apa yang menjadi harapan. Mungkin ini perlu topik/diskusi tersendiri untuk menghasilkan road map pengembangan energy yang sudah ada di depan mata ini. Sekali lagi maaf kalo keluar dari jalur diskusi. Salam Shofi 2010/12/8 yanto R.Sumantri <[email protected]> > > > Rekan rekan > > Kalau fulus sudah masuk ke Lap Banteng (Kementerian Keu) , susah keluarnya. > Bisa keluar kalau ada di APBN , nah kalau harus melalui APBN , maka akan > ada skala prioritas Pendidikan nomor 1 , harus 20 % , infrastruktur , > bahan pangan dst. Spec survey , ndak tahu nomor berapa ???? > > Jadi siapa yang harus menganggarkan ??? > Mestinya Kementerian ESDM cq Ditjen Migas. > Tentunya kita tidak bisa berkilah , bahwa Spec Survey itu harus ada karena > kan signature bonus begitu banyak jumlahnya. > Yang dapat dilakukan adalah membantu Ditjen Migas dengan data data dan > alasan alasan yang sangat teknis mengenai perlunya spec survey di > "unexplored area".IAGI dan HAGI tentu secara formal bisa melakukan ini , > tentu saja BP Migas akan sangat beralasan untuk mengusulkan hal ini > > Jadi kucinya adalah kerja sama dengan institusi pemerintah , itu kalau mau > "memakai" uang signature bonus (yang sudah jadi uang negara). > > si Abah > > > >

