Signature bonus... Topik ini cukup lama di diskusikan di JSC, termasuk ϑëπƍάπ rekans di MIGAS ϑäπ BPMIGAS. Sekarang ini signature bonus sepertinya menjadi semacam "setoran wajib" dari KESDM ke GOI. Dalam press release pengumuman pemenang tender blok, selalu disebut jumlah SB Чάπƍ didapat.Däπ Чάπƍ paling critical, menjadi salah satu parameter utama dalam penentuan pemenang. Sehingga untuk perusahaan Чάπƍ memang serius ingin menggarap suatu blok, ini bisa menjadi batu sandungan Чάπƍ bisa mengakibatkan blok tsb lepas dari genggaman, walaupun 3-yr commitmentnya bagus. Di area Semai, sekarang ini ada satu blok yg telah berpindah tangan ke tangan investment company ϑäπ rasanya blok tsb belum di apa apakan sampai sekarang (CMIIR). Satu hal lagi, rupanya besaran SB îτϋ ditentukan dalam rapat komite yg juga dihadiri oleh PT (ITB,Unpad,UPN, UGM,Trisakti),salah satu parameternya adalah besaran potential reserves (pak Mino, mas Agus Guntoro mohon koreksinya jika salah). Sehingga тiϑάќ heran jika tahun lalu blok di wilayah Tomini bay, minimum sig bonusnya 5 jt USD (di tender sekarang sudah turun lagi). Pertanyaannya, apakah KESDM ini mau mengumpulkan setoran "fresh money" sebanyak banyaknya atau mau meningkatkan produksi. Tentu jika boleh sih milih kedua duanya, tapi jika harus memilih?
Wass YI (Maaf тiϑάќ bisa menghapus tail dibawah) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: <[email protected]> Date: Wed, 8 Dec 2010 12:01:54 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] NEW VENTURE INDONESIA was [iagi-net-l] Pemenang Regular Tender 2010 hanya 3 blok - Migas S.O.S ?] Menyambung tulisan Noor, saya juga sempat terpikir mengenai ide baru mengenai "new play" di Indonesia. Mungkin kita bisa dikelompokkan sbb . 1. New Play di mature area: Temanya sekitar Fractured Reservoir, Tight Gas, Oil Shale, CBM dll yang berhubungan dengan Unconventional Play, Deeper Play. Topik Unconventional Oil tentunya menjadi semarak di dunia international. Untuk Asia Tenggara yang relative punya sejarah migas yang cukup lama, topic unconventional ini juga sudah perlu dipikirkan lebih jauh. 2. New Play di area baru: Daerah-daerah yang masih relatif sedikit data dan perlu lebih banyak model geologi. Yang paling mudah adalah daerah yang sudah ada data seismiknya, misalnya Gorontalo Basin, Andaman Sea (India), Fore-arc Sumatra, Fore-arc Jawa, Arafura Sea. HD -----Original Message----- From: noor syarifuddin [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, December 08, 2010 7:24 AM To: [email protected] Subject: Re: [Fwd: RE: [iagi-net-l] Pemenang Regular Tender 2010 hanya 3 blok - Migas S.O.S ?] IMHO, mungkin harus dibedakan pengembangan lapangan gas dan minyak. Kalau melihat contoh di bawah ini, maka sebagian besar adalah lapangan gas yang memang proses pengembangannya sangat tergantung tersedianya pihak pembeli. Kalau untuk lapangan di area yang sudah bagus sarana pendukungnya (infrastruktur maupun pasarnya), maka saya kira akan lebih cepat lagi. Untuk kasus Cepu, saya tidak berkomentar deh...soalnya kemungkinan tidak hanya soal teknis belaka. Namun saya setuju bahwa sekarang ini semakin sulit untuk menemukan gajah-gajah lagi. Salah satu jalan yang bisa ditempuh ya mungkin harus masuk daerah baru, diantaranya Indonesia Timur dengan target yang baru dan berbeda. Hal ini yang membuat symposium semacam "Mesozoikum PS" di Bandung kemarin menjadi semakin menarik dan diperlukan untuk diteruskan dari waktu ke waktu. Mungkin yang juga bisa juga diadakan seminar tentang "Fractured reservoir" atau "Tight Gas"... salam, ________________________________ From: yanto R.Sumantri <[email protected]> To: iagi-net <[email protected]> Sent: Wed, December 8, 2010 10:21:44 AM Subject: [Fwd: RE: [iagi-net-l] Pemenang Regular Tender 2010 hanya 3 blok - Migas S.O.S ?] - Kelima, sedikitnya penemuan lapangan dengan katagori giant, kalaupun ada penemuan besar, butuh waktu yang sangat lama untuk bisa mulai berproduksi, bahkan mencapai belasan tahun. Coba saja kita lihat, lapangan Cepu (Banyu Urip dibor Humpuss tahun 1998, saat ini sudah berproduksi tapi belum full capacity), Tangguh (Roabiba ditemukan tahun 1990, Wiriagar Deep dan Vorwata tahun 1995&96, baru berproduski 2009!) dan Masela (ditemukan tahun 2000, baru akan produksi tahun 2016). Senoro Toili (Senoro ditemuan tahun 1999, entah kapan akan mulai berproduksi). Mbang .dan Rekan rekan Yang Anda tuliskan diatas sangat menarik , apakah Anda tahu alasan alasan apa saja yang menyebabkan keterlambatan dari pengembangan masig masong penemuan ??? Saya kira setiap lapangan tersebut diatas mempunyai alasan yang ber-beda 2. Terima kasigh atas pencerahannya.. si Abah. -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

