Saat ini ada 3 hipotesa yang dapat saya kumpulkan. 1. BMKG menyebutkan Tektonik. Saya kira (dari penyebaran episenternya) ada asosiasi dengan patahan sejajar Patahan Grindulu. 2. PVMBG Pak Surono mengatakan adanya *gerakan tanah lambat* (istilah ini baru akau denger, dalam geologi apa ya ? http://surabaya.detik.com/read/2011/02/19/165457/1574313/475/pvmbg-getaran-dan-dentuman-di-trenggalek-bukan-gempa-tektonik *"Kalau istilah teknisnya, kami biasa menyebut kriting. Di Indonesia, khususnya yang memiliki kemiringan tanah sedang, itu biasa terjadi," kata Kepala PVMBG Surono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (19/2/2011). * 3. Pak Danny H memperkirakan Aktiifitas (magmatik) volkanik Gunung Wilis
Tentunya seperti biasanya, pendekatan scientific harus dimulai dengan hipotesa dan kemudian dicari data dan disimpulkan apakah hipotesa benar atau salah. Salam nyaintifik ! RDP <http://rovicky.files.wordpress.com/2011/02/swarmtrenggalek.jpg> 2011/2/21 <[email protected]> > Berita koran Jawa Pos pagi ini, bhw suara gemuruh juga terdengar di daerah > Kare - Madiun (lereng barat G. Wilis). Suara terdengar lbh jelas pada malam > hari. Konon suara itu terdengar juga di Sedudo - Nganjuk (lereng timur G. > Wilis). Selain itu, baru saja sy ditelepon seorang pejebat Pemkab > Tulungagung yg kebetulan orang geologi, bhw di Tulungagung juga mulai > terdengar suara gemuruh yaitu di daerah Besuki - Watulimo, terdengar paling > nyaring di daerah Sedayu Gunung. Melihat perkembangan terakhir, setelah > Ponorogo dan Trenggalek, kami di Pemprov Jatim akan kembali berkoordinasi dg > Stasiun Geofisika Tretes utk dapat melakukan pemantauan lapangan di > Tulungagung dan kemungkinan Madiun/ Nganjuk. Setelah baca tulisan mas > Rovicky dan tanggapan pak Danny Hilman, sy berharap sumbang pemikiran > tentang kasus ini dari para pakar di milis iagi-net ini. > Matur nuwun. > > Pardan - Surabaya. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Date: Sun, 20 Feb 2011 19:21:57 > To: <[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] Re: Trenggalek Swarm Earthquake > Wah, gunung wilis ? > Saya hanya punya pengamatan 3 hari. Mungkin perlu pengamatan yg lebih > lama. Data yg saya peroleh dari BMKG tretes hanya beberapa hari saja. > Padahal kalau baca2 di USGS swarm itu bisa dua minggu bahkan dua > bulan. > Coba nanti cari data pengamatan yg lebih lama supaya penyebarannya lebih > jelas. > > Thanks > Rdp > > On 20/02/2011, Danny Hilman Natawidjaja <[email protected]> wrote: > > Iya. Pemetaan rinci dari patahan-patahan aktif di Indonesia jelas perlu. > > Namun kalau earthquake swarm yang di Trenggalek ini saya lebih curiga ke > > proses volkanik. Mungkin berhubungan dengan Gunung Wilis. > > > > Salam > > DHN > > > > -----Original Message----- > > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] > > Sent: Sunday, February 20, 2011 4:29 PM > > To: [email protected]; MBencana; [email protected]; > Forum > > HAGI; IAGI > > Subject: [iagi-net-l] Trenggalek Swarm Earthquake > > > > Sepertinya memang gejala "swarm earthquake". Silahkan baca sedikit > > ulasannya http://wp.me/p1bJX-1Fa . > > Gapapa sering gempa kecil2 daripada sekali besar dan merusak. > > Tetapi ini menunjukkan perlunya penelitian patahan2 major di Jawa > > Selatan dan penelitian patahan aktif lainnya di Indonesia. > > > > Rdp > > > > -- >

