Anggota milis ysh, Saya coba terlibat dalam diskusi gempa di Trenggalek.
Dari pak Rovicky 3 mekanisme mekanisme kemungkinan sumber suara tersebut. Saya cenderung untuk mengurangi kemungkinan yang ke-2, karena apabila gerakan tanah yg perlahan (creeping) biasanya memiliki perioda yang panjang dan bersifat aseismik (tidak menghasilkan gempa). Gempa bisa menghasilkan suara, tetapi bukan sebagai akibat proses rupture (robekan) bidang gempa, yang apabila magnitudnya sekitar 3, maka slip-nya hanya beberapa cm saja. Suara tersebut ditimbulkan oleh goyangan (shaking) dari permukaan tanah sebagai respon rambatan gelombang gempa. Goyangan ini akan mem-vibrasi udara disekitar kita, sehingga getaran udara ini yang untuk beberapa kasus memiliki rentang frekuensi yang bisa didengar oleh telinga. Dan terdengar sebagai suara, beberapa saat sesudah gempa. Hal ini pernah kami alami sewaktu memasang temporary seismometer untuk mendeteksi gempa susulan dari gempa Jogja 2006. Beberapa kali terdengar suara gempa, dan ketika konfirmasi memang terdapat gempa dangkal (<5km) dengan magnitud yang kecil. Pertanyaan selanjutnya yang tidak kalah pentingnya yaitu, apa sumber gempa tersebut? 1. Apabila ini berasosiasi dengan sesar aktif, rangkaian dari kegempaan ini tidak lazim apabila bukan shadow dari past earthquake (susulan gari gempa besar), walaupun untuk beberapa kasus khusus bisa juga terjadi. 2. Kemungkinan lainnya yaitu berasosiasi dengan intrusi fluida. Intrusi fluida bisa berbagai macam, misalnya magmatik atau geothermal. Contoh swarm yang terkenal yaitu swarm yang berhubungan dengan intrusi fluida magmatik di sekitar izu-miyakejima di jepang tahun 2004, yang berlangsung selama 2 bulan. Saran saya apabila dimungkinkan dilakukan penelitian kegempaan dan deformasi yang memiliki frekuensi tinggi (mis gps 1hz) untuk melihat respon permukaan dan kemudian dimodelkan sumbernya. nuhun dan salam irwan meilano 2011/2/21 <[email protected]> > Ternyata ada laporan lagi dr Bojonegoro sbb : > "Menindak lanjuti lap masy kec Sekar kab Bojonegoro tgl 21 Pebr 2011 ttg > suara ledakan , setelah di koordinasikan dg Cmt Sekar dan Gondang bhw > terjadinya suara ledakan terjadi siang/malam hr dan tdk tentu waktunya sdh > berlangsung 1 bln sumber ledakan diduga dr Gunung Pandan, masy kawatir > terjadinya bencana dan secara dini P. Camat menghimbau masy agar waspada > DUMP". > > Kok semakin meluas ya? Apakah ada sesar yg membentang dr Trenggalek/ > Tulungagung - Bojonegoro ya? > > Pardan. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > *Date: *Mon, 21 Feb 2011 09:52:21 +0700 > *To: *<[email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>; < > [email protected]> > *ReplyTo: * <[email protected]> > *Subject: *Re: [iagi-net-l] Re: Trenggalek Swarm Earthquake > > Saat ini ada 3 hipotesa yang dapat saya kumpulkan. > 1. BMKG menyebutkan Tektonik. Saya kira (dari penyebaran episenternya) ada > asosiasi dengan patahan sejajar Patahan Grindulu. > 2. PVMBG Pak Surono mengatakan adanya *gerakan tanah lambat* (istilah ini > baru akau denger, dalam geologi apa ya ? > http://surabaya.detik.com/read/2011/02/19/165457/1574313/475/pvmbg-getaran-dan-dentuman-di-trenggalek-bukan-gempa-tektonik > *"Kalau istilah teknisnya, kami biasa menyebut kriting. Di Indonesia, > khususnya yang memiliki kemiringan tanah sedang, itu biasa terjadi," kata > Kepala PVMBG Surono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu > (19/2/2011). > * > 3. Pak Danny H memperkirakan Aktiifitas (magmatik) volkanik Gunung Wilis > > Tentunya seperti biasanya, pendekatan scientific harus dimulai dengan > hipotesa dan kemudian dicari data dan disimpulkan apakah hipotesa benar atau > salah. > > Salam nyaintifik ! > > RDP > > <http://rovicky.files.wordpress.com/2011/02/swarmtrenggalek.jpg> > 2011/2/21 <[email protected]> > >> Berita koran Jawa Pos pagi ini, bhw suara gemuruh juga terdengar di daerah >> Kare - Madiun (lereng barat G. Wilis). Suara terdengar lbh jelas pada malam >> hari. Konon suara itu terdengar juga di Sedudo - Nganjuk (lereng timur G. >> Wilis). Selain itu, baru saja sy ditelepon seorang pejebat Pemkab >> Tulungagung yg kebetulan orang geologi, bhw di Tulungagung juga mulai >> terdengar suara gemuruh yaitu di daerah Besuki - Watulimo, terdengar paling >> nyaring di daerah Sedayu Gunung. Melihat perkembangan terakhir, setelah >> Ponorogo dan Trenggalek, kami di Pemprov Jatim akan kembali berkoordinasi dg >> Stasiun Geofisika Tretes utk dapat melakukan pemantauan lapangan di >> Tulungagung dan kemungkinan Madiun/ Nganjuk. Setelah baca tulisan mas >> Rovicky dan tanggapan pak Danny Hilman, sy berharap sumbang pemikiran >> tentang kasus ini dari para pakar di milis iagi-net ini. >> Matur nuwun. >> >> Pardan - Surabaya. >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> >> -----Original Message----- >> From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >> Date: Sun, 20 Feb 2011 19:21:57 >> To: <[email protected]> >> Reply-To: <[email protected]> >> Subject: [iagi-net-l] Re: Trenggalek Swarm Earthquake >> Wah, gunung wilis ? >> Saya hanya punya pengamatan 3 hari. Mungkin perlu pengamatan yg lebih >> lama. Data yg saya peroleh dari BMKG tretes hanya beberapa hari saja. >> Padahal kalau baca2 di USGS swarm itu bisa dua minggu bahkan dua >> bulan. >> Coba nanti cari data pengamatan yg lebih lama supaya penyebarannya lebih >> jelas. >> >> Thanks >> Rdp >> >> On 20/02/2011, Danny Hilman Natawidjaja <[email protected]> wrote: >> > Iya. Pemetaan rinci dari patahan-patahan aktif di Indonesia jelas >> perlu. >> > Namun kalau earthquake swarm yang di Trenggalek ini saya lebih curiga ke >> > proses volkanik. Mungkin berhubungan dengan Gunung Wilis. >> > >> > Salam >> > DHN >> > >> > -----Original Message----- >> > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] >> > Sent: Sunday, February 20, 2011 4:29 PM >> > To: [email protected]; MBencana; [email protected]; >> Forum >> > HAGI; IAGI >> > Subject: [iagi-net-l] Trenggalek Swarm Earthquake >> > >> > Sepertinya memang gejala "swarm earthquake". Silahkan baca sedikit >> > ulasannya http://wp.me/p1bJX-1Fa . >> > Gapapa sering gempa kecil2 daripada sekali besar dan merusak. >> > Tetapi ini menunjukkan perlunya penelitian patahan2 major di Jawa >> > Selatan dan penelitian patahan aktif lainnya di Indonesia. >> > >> > Rdp >> > >> > -- >> > -- Irwan Meilano, Dr.sc Lecturer Geodesy Research Group Faculty of Earth Science and Technology Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesa 10, Bandung 40132,Indonesia [email protected] [email protected]

