Yang dimaksud pk Surono itu mungkin creep. Gerak sesar itu bisa "stick slip" 
dan bisa "creep". Tergantung sri sifat batuan yg disesar (digeser), dan 
besarnya stress. Kalau stick slip maka energinya akan dilepas secara tiba-2 
sebagai sumber gempa.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Mon, 21 Feb 2011 09:52:21 
To: <[email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>; 
<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Trenggalek Swarm Earthquake
Saat ini ada 3 hipotesa yang dapat saya kumpulkan.
1. BMKG menyebutkan Tektonik. Saya kira (dari penyebaran episenternya) ada
asosiasi dengan patahan sejajar Patahan Grindulu.
2. PVMBG Pak Surono mengatakan adanya *gerakan tanah lambat* (istilah ini
baru akau denger, dalam geologi apa ya ?
http://surabaya.detik.com/read/2011/02/19/165457/1574313/475/pvmbg-getaran-dan-dentuman-di-trenggalek-bukan-gempa-tektonik
*"Kalau istilah teknisnya, kami biasa menyebut kriting. Di Indonesia,
khususnya yang memiliki kemiringan tanah sedang, itu biasa terjadi," kata
Kepala PVMBG Surono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu
(19/2/2011).
*
3. Pak Danny H memperkirakan Aktiifitas (magmatik) volkanik Gunung Wilis

Tentunya seperti biasanya, pendekatan scientific harus dimulai dengan
hipotesa dan kemudian dicari data dan disimpulkan apakah hipotesa benar atau
salah.

Salam nyaintifik !

RDP

<http://rovicky.files.wordpress.com/2011/02/swarmtrenggalek.jpg>
2011/2/21 <[email protected]>

> Berita koran Jawa Pos pagi ini, bhw suara gemuruh juga terdengar di daerah
> Kare - Madiun (lereng barat G. Wilis). Suara terdengar lbh jelas pada malam
> hari. Konon suara itu terdengar juga di Sedudo - Nganjuk (lereng timur G.
> Wilis). Selain itu, baru saja sy ditelepon seorang pejebat Pemkab
> Tulungagung yg kebetulan orang geologi, bhw di Tulungagung juga mulai
> terdengar suara gemuruh yaitu di daerah Besuki - Watulimo, terdengar paling
> nyaring di daerah Sedayu Gunung. Melihat perkembangan terakhir, setelah
> Ponorogo dan Trenggalek, kami di Pemprov Jatim akan kembali berkoordinasi dg
> Stasiun Geofisika Tretes utk dapat melakukan pemantauan lapangan di
> Tulungagung dan kemungkinan Madiun/ Nganjuk. Setelah baca tulisan mas
> Rovicky dan tanggapan pak Danny Hilman, sy berharap sumbang pemikiran
> tentang kasus ini dari para pakar di milis iagi-net ini.
> Matur nuwun.
>
> Pardan - Surabaya.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> Date: Sun, 20 Feb 2011 19:21:57
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] Re: Trenggalek Swarm Earthquake
> Wah, gunung wilis ?
> Saya hanya punya pengamatan 3 hari. Mungkin perlu pengamatan yg lebih
> lama. Data yg saya peroleh dari BMKG tretes hanya beberapa hari saja.
> Padahal kalau baca2 di USGS swarm itu bisa dua minggu bahkan dua
> bulan.
> Coba nanti cari data pengamatan yg lebih lama supaya penyebarannya lebih
> jelas.
>
> Thanks
> Rdp
>
> On 20/02/2011, Danny Hilman Natawidjaja <[email protected]> wrote:
> > Iya.  Pemetaan rinci dari patahan-patahan aktif di Indonesia jelas perlu.
> > Namun kalau earthquake swarm yang di Trenggalek ini saya lebih curiga ke
> > proses volkanik.  Mungkin berhubungan dengan Gunung Wilis.
> >
> > Salam
> > DHN
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]
> > Sent: Sunday, February 20, 2011 4:29 PM
> > To: [email protected]; MBencana; [email protected];
> Forum
> > HAGI; IAGI
> > Subject: [iagi-net-l] Trenggalek Swarm Earthquake
> >
> > Sepertinya memang gejala "swarm earthquake". Silahkan baca sedikit
> > ulasannya http://wp.me/p1bJX-1Fa .
> > Gapapa sering gempa kecil2 daripada sekali besar dan merusak.
> > Tetapi ini menunjukkan perlunya penelitian patahan2 major di Jawa
> > Selatan dan penelitian patahan aktif lainnya di Indonesia.
> >
> > Rdp
> >
> > --
>

Kirim email ke