Dari bberapa informasi ternyata Gempa Jepang tidak secara langsung menyebabkan 
kerusakan pada PLTN Fukushima , yang menyebabkan kerusakan justru karena 
Tsunami , PLTN tsb yg sudah berusia 40 an Thn didisain dg kekuatan gempa 8,2 SR 
, pada waktu terjadi gempa kemarin ( 9 SR ) ternyata semua sistem berjalan dg 
normal , begitu ada gempa semua sistem shutdown ( shutdown otomatis ) dan padam 
dan reaksi nuklirnya berhenti. Karena ada proses pendinginan maka secara 
otomatris emergency cooling systemnya berjalan yg dioperasikan oleh Genset 
daruratnya , tiba tiba Tsunami datang dan merusak Genset darurat tsb shg mati , 
dan secara darurat/otomatis pula ada backup power dg battery , namun karena 
kekuatan battery 8 jam dan selama itu Genset daruratnya belum bisa beroperasi 
lagi , maka terjadilah peristiwa kerusakan tsb , Menurut informasi pada 
penempatan genset tsb didisain dg ketinggian tsunami 6,5 m namun tsunami yang 
datang kemarin 7 m shg mengguyur genset dan mematikan
Rencananya Indonesia mau juga bangun PLTN ( entah kapan atau kapan kapan ) , 
berdasarkan hasil studi tapak yang pernah dilakukan lokasinya di Pantai utara 
Jawa tepatnya di Jepara ( semenanjung Muria ) , namun karena banyak yang pro 
dan kontra akhirnya gamang juga , kemudian ada wacana untuk memindahkan ke 
Bangka Belitung ( kabarnya saat ini akan dilakukan survai survai / studi tapak 
) .
Pertanyaan yg sering muncul : apakah kedua daerah tsb memang betul betul aman 
dari  Tsunami tidak seperti di daerah PLTN Fukhusima tsb , apa yang 
menyebabkannya secara prinsip , monggo pencerahannya

ISM


Kirim email ke