Pak Kusuma 

Tahun 1970 saya pernah ke Pulau Karimun Jawa ,
memang merupakan daerah dengan dominasi kwarsit (karena itu pantainya
sangat jernih).
Tapi rasanya saya tidak melihat 
perbukitan yang tinggi sampai 600 meter..
 Mungkin saya
tidak melewati daerah tsb.

si Abah .



\On
Mon, February 21, 2011 11:03 pm, R.P.Koesoemadinata wrote:
> Saya
pernah ikut nyrempet-nyerempet soal penentuan tapak (site) untuk PLTN
> itu.
> Yang jadi masalah adalah bahwa selain lokasi yang
aman dari bencana alam,
> juga pertimbangannya adalah pasaran bagi
tenaga listrik yang dibangkitkan.
> Listrik yang dibangkitkan
adalah  untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
> yang meningkat
terus. Dalam hal ini adalah Pulau Jawa yang dijadikan
>
sasaran.
> Tapak yang pertama diusulkan adalah di Jepara itu, yang
setelah dilakukan
> survey dan analisis adalah lokasi yang paling
ideal untuk P. Jawa, namun
> ditolak oleh masyarakat setempat,
sehingga saya kira batal.
> Gus Dur mengusulkan Pulau Karimun Jawa
untuk lokasi PLTN yang menurut
> hemat
> saya suatu usulan
yang masuk akal secara geologi, karena merupakan daerah
> yang
ideal, dengan penduduk yang sedikit, daerah a-seismic, jauh dari
>
gunung
> api maupun tsunami dan kemungkinan sea level rise di masa
yang akan datang
> karena cukup berbukit dan mempunyai puncak
ketinggian sekitar 600 m di
> atas
> permukaan laut, dan
terdiri dari batuan metamorphic dan batuan beku.
> Selain
> itu juga cukup aman dari gangguan LSM. ]
> 
> 
Listrik dapat disalurkan ke Jawa dengan dengan kabel di bawah laut
> sekitar
> 100 km, namun ini dianggap menjadikan harga
listrik jadi agak mahal. Namun
> sebetulnya teknologi ini sudah
lazim, bahkan konon khabarnya Malaysia akan
> membuat saluran
listrik antara Semenanjung Malaya dengan Serawak.
> Selain itu
juga prasaran pelabuan dsb belum tersedia, itu alesan yang
>
dikemukakan pihak Batan.
> Kemudian dilakukan survey di Jawa Barat
dan Banten di mana saya ikut
> terlibat, dan sebetulnya tidak ada
lokasi yang baik, karena di pantai
> utara
> ini
subsurfacenya terdiri dari sediment/alluvial, dan sampai kini suatu
> PLTN
> harus berdiri di atas bedrock, tetapi dekat pantai
untuk kepentingan air
> pendinginnya (di Jepangpun walau PLTNnya
berada di pantai, tetap dipilih
> tempat yang bedrocknya muncul).
Selain kemungkin bencana alam seperti
> gempa,
> gunung
api, kemungkan amblas, adanya patahan aktif, keadaan air tanah dsb
> juga  diperhitungkan juga kemungkinan ganggauan cuaca extrim, dari
segi
> kependudukan, masalah sosial dsb, debu gunung api, jalur
lalu lintas
> udara,
> jalur pelayaran, jalur pipa minyak
dan gas, jalan raya, industri sampai
> ada
> lebih dari 12
item, (yang masing2 dikerjakan oleh 1 team) yang harus
>
diperhitungkan sesuai dengan ketentuan standard dari IAEA yang sangat
> ketat.
> Hasil survey dan analisis ini dikonsultasikan
dengan para pakar
> geoscientist
> dari Jepang, dan harus
disetujui oleh team dari IAEA. Tetapi akhirnya
> dipilih di pantai
utara Banten atau salah satu pulau kecil di utara Teluk
> Banten
yang bedrocknya terdiri dari gamping (mungkin coral reef), walaupun
> saya sendiri heran karena berdasarkan hasil analisa kegempaan
dan
> volcanology adalah paling aman, termasuk simulasi tsunami,
karena
> terlindung
> oleh ujung yang menghalanginya dari
Selat Sunda, hanya akan menghasilkan
> tinggi gelombang kurang
dari 1 m. Tetapi bagaimana kalau Krakatau meletus
> dan
menyebabkan hujan abu yang lebat yang dapat mengganggu ventilasi?
> Faktor
> politik juga berpengaruh, karena Gubernur Banten
sangat enthusias dan
> memberi dukungan penuh atas lokasi tapak
PLTN ini. Tapak ini sudah selesai
> diselidiki secara
geotechnics.
> Usulan berikutnya adalah penyelidikan tapak untuk
PLTN di Bangka, yang
> baru
> saja ditenderkan yang
diikuti perusahaan konsultan luar dan dalam negeri.
> Saya belum
dengar siapa yang memenangkan tender ini (barangkali saya akan
>
tidak terlibat lagi?). Adanya kebocoran PLTN di Jepang karena tsunami
> mungkin akan berpengaruh pada keputusan pendirian PLTN ini dan akan
lebih
> masuk akal dari pada di Banten. Sebetulnya yang paling
ideal sih tetap
> Pulau
> Karimun Jawa, selain bebas
bencana alam juga bebas dari LSM.
> Menurut hemat saya pendirian
PLTN di Bangka lebih masuk akal dari segi
> bencana alami, daerah
a-seismic, jauh dari gunung api, secara geologi
> stabil, bedrock
terdiri dari batuan granit dsb dsb. Juga dari segi
> penyaluran
listriknya.
> Listrik akan disalurkan lewat Sumatra Selatan dan
akhirnya ke Jawa juga
> lewat kabel bawah laut yang mungkin sudah
ada di Selat Sunda ini, sebagai
> mana yang telah ada di Selat
Bali.
> Itulah pengalaman yang saya bisa "share"
mengenai PLTN ini
> Wassalam
> RPK
> 
>
----- Original Message -----
>
From: "Rovicky Dwi
Putrohari" <[email protected]>
> To:
<[email protected]>
> Sent: Monday, March 21, 2011 4:45
PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] PLTN & Tsunami
> 
> 
> 2011/3/21 Yanto R.Sumantri <[email protected]>:
>>
>> Vick ,
>>
>> Dijual ke
Singapura ????
>> , Anda itu beneran apa bercanda ???
>> PLTN , di BABEL dengan segala resiko yang bisa besar walaupun
BUKAN
>> karena
>> gempa , kan bisa saja seperti
Chernobyl , yang menikmatinya Snagpura .
>> akh
>>
yang bener saja.
>> Saya kira kabel listrik bawah laut pun
masih bisa kita bangun tokh ?
> 
> Malah isunya bisa
kebalik Abah.
> Malaysia/Singapore akan membangun PLTN dan akan
menjualnya ke
> Indonesia. Tentusaja kalau ada apa-apa kita akan
menanggungnya juga.
> Namun konon harga beli dari Malysia di Sabah
sekitar 8c/Kwh, sedangkan
> PLN akan menjual 7c/Kwh. Negara yang
mensubsidi. Ntah ini artinya
> Indonesia mensubsidi rakyat
Indonesia atau malah mensubsidi Malaysia ?
> Yang saya tahu pasti
kalau Indonesia menggunakan PLTN pun, untuk
> instalasi yang
pertama ini hanya menyimbang 3-4% total kebutuhan
> listrik .
> Dan walaupun sudah dengan PLTNpun Indonesia masih kekurangan
listrik.
> 
> RDP
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah Joint Convention
Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
> September 2011
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted
> on its mailing lists, whether
posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI or its members
be liable for any, including but not limited to direct
> or
indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
> loss
> of use, data or profits, arising out of or in
connection with the use of
> any
> information posted on
IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 
> __________ NOD32 5559 (20101024) Information
__________
> 
> This message was checked by NOD32
antivirus system.
> http://www.eset.com
> 
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah Joint Convention
Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
> September 2011
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for
any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with
> the use of any
information posted on IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke