Saya pernah ikut nyrempet-nyerempet soal penentuan tapak (site) untuk PLTN
itu.
Yang jadi masalah adalah bahwa selain lokasi yang aman dari bencana alam,
juga pertimbangannya adalah pasaran bagi tenaga listrik yang dibangkitkan.
Listrik yang dibangkitkan adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
yang meningkat terus. Dalam hal ini adalah Pulau Jawa yang dijadikan
sasaran.
Tapak yang pertama diusulkan adalah di Jepara itu, yang setelah dilakukan
survey dan analisis adalah lokasi yang paling ideal untuk P. Jawa, namun
ditolak oleh masyarakat setempat, sehingga saya kira batal.
Gus Dur mengusulkan Pulau Karimun Jawa untuk lokasi PLTN yang menurut hemat
saya suatu usulan yang masuk akal secara geologi, karena merupakan daerah
yang ideal, dengan penduduk yang sedikit, daerah a-seismic, jauh dari gunung
api maupun tsunami dan kemungkinan sea level rise di masa yang akan datang
karena cukup berbukit dan mempunyai puncak ketinggian sekitar 600 m di atas
permukaan laut, dan terdiri dari batuan metamorphic dan batuan beku. Selain
itu juga cukup aman dari gangguan LSM. ]
Listrik dapat disalurkan ke Jawa dengan dengan kabel di bawah laut sekitar
100 km, namun ini dianggap menjadikan harga listrik jadi agak mahal. Namun
sebetulnya teknologi ini sudah lazim, bahkan konon khabarnya Malaysia akan
membuat saluran listrik antara Semenanjung Malaya dengan Serawak.
Selain itu juga prasaran pelabuan dsb belum tersedia, itu alesan yang
dikemukakan pihak Batan.
Kemudian dilakukan survey di Jawa Barat dan Banten di mana saya ikut
terlibat, dan sebetulnya tidak ada lokasi yang baik, karena di pantai utara
ini subsurfacenya terdiri dari sediment/alluvial, dan sampai kini suatu PLTN
harus berdiri di atas bedrock, tetapi dekat pantai untuk kepentingan air
pendinginnya (di Jepangpun walau PLTNnya berada di pantai, tetap dipilih
tempat yang bedrocknya muncul). Selain kemungkin bencana alam seperti gempa,
gunung api, kemungkan amblas, adanya patahan aktif, keadaan air tanah dsb
juga diperhitungkan juga kemungkinan ganggauan cuaca extrim, dari segi
kependudukan, masalah sosial dsb, debu gunung api, jalur lalu lintas udara,
jalur pelayaran, jalur pipa minyak dan gas, jalan raya, industri sampai ada
lebih dari 12 item, (yang masing2 dikerjakan oleh 1 team) yang harus
diperhitungkan sesuai dengan ketentuan standard dari IAEA yang sangat ketat.
Hasil survey dan analisis ini dikonsultasikan dengan para pakar geoscientist
dari Jepang, dan harus disetujui oleh team dari IAEA. Tetapi akhirnya
dipilih di pantai utara Banten atau salah satu pulau kecil di utara Teluk
Banten yang bedrocknya terdiri dari gamping (mungkin coral reef), walaupun
saya sendiri heran karena berdasarkan hasil analisa kegempaan dan
volcanology adalah paling aman, termasuk simulasi tsunami, karena terlindung
oleh ujung yang menghalanginya dari Selat Sunda, hanya akan menghasilkan
tinggi gelombang kurang dari 1 m. Tetapi bagaimana kalau Krakatau meletus
dan menyebabkan hujan abu yang lebat yang dapat mengganggu ventilasi? Faktor
politik juga berpengaruh, karena Gubernur Banten sangat enthusias dan
memberi dukungan penuh atas lokasi tapak PLTN ini. Tapak ini sudah selesai
diselidiki secara geotechnics.
Usulan berikutnya adalah penyelidikan tapak untuk PLTN di Bangka, yang baru
saja ditenderkan yang diikuti perusahaan konsultan luar dan dalam negeri.
Saya belum dengar siapa yang memenangkan tender ini (barangkali saya akan
tidak terlibat lagi?). Adanya kebocoran PLTN di Jepang karena tsunami
mungkin akan berpengaruh pada keputusan pendirian PLTN ini dan akan lebih
masuk akal dari pada di Banten. Sebetulnya yang paling ideal sih tetap Pulau
Karimun Jawa, selain bebas bencana alam juga bebas dari LSM.
Menurut hemat saya pendirian PLTN di Bangka lebih masuk akal dari segi
bencana alami, daerah a-seismic, jauh dari gunung api, secara geologi
stabil, bedrock terdiri dari batuan granit dsb dsb. Juga dari segi
penyaluran listriknya.
Listrik akan disalurkan lewat Sumatra Selatan dan akhirnya ke Jawa juga
lewat kabel bawah laut yang mungkin sudah ada di Selat Sunda ini, sebagai
mana yang telah ada di Selat Bali.
Itulah pengalaman yang saya bisa "share" mengenai PLTN ini
Wassalam
RPK
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, March 21, 2011 4:45 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] PLTN & Tsunami
2011/3/21 Yanto R.Sumantri <[email protected]>:
Vick ,
Dijual ke Singapura ????
, Anda itu beneran apa bercanda ???
PLTN , di BABEL dengan segala resiko yang bisa besar walaupun BUKAN karena
gempa , kan bisa saja seperti Chernobyl , yang menikmatinya Snagpura . akh
yang bener saja.
Saya kira kabel listrik bawah laut pun masih bisa kita bangun tokh ?
Malah isunya bisa kebalik Abah.
Malaysia/Singapore akan membangun PLTN dan akan menjualnya ke
Indonesia. Tentusaja kalau ada apa-apa kita akan menanggungnya juga.
Namun konon harga beli dari Malysia di Sabah sekitar 8c/Kwh, sedangkan
PLN akan menjual 7c/Kwh. Negara yang mensubsidi. Ntah ini artinya
Indonesia mensubsidi rakyat Indonesia atau malah mensubsidi Malaysia ?
Yang saya tahu pasti kalau Indonesia menggunakan PLTN pun, untuk
instalasi yang pertama ini hanya menyimbang 3-4% total kebutuhan
listrik .
Dan walaupun sudah dengan PLTNpun Indonesia masih kekurangan listrik.
RDP
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
__________ NOD32 5559 (20101024) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------