http://cetak.kompas.com/read/2011/03/26/04164757/patahan.lembang.masih..aktif.bergerak
KESIAPSIAGAAN BENCANA Patahan Lembang Masih Aktif Bergerak

BANDUNG, KOMPAS - Patahan Lembang yang terletak di Kabupaten Bandung Barat,
Jawa Barat, aktif bergerak. Perhitungan oleh pakar geologi dari Institut
Teknologi Bandung terkait pergerakan itu sebesar 2 milimeter per tahun.
Masyarakat harus diberi pemahaman tentang risiko bencana dan upaya mitigasi.

Peneliti Irwan Meilano memasang sejumlah sensor yang dipantau lewat satelit
di dua kelompok lokasi yang terbagi oleh patahan. ”Alat global positioning
system yang terpasang menunjukkan bahwa ada pergerakan dengan rata-rata 2
milimeter per tahun. Ini menunjukkan bahwa Patahan Lembang tetap aktif
bergerak,” kata Irwan, Jumat (25/3) di Bandung.

Irwan menyatakan, pergerakan dengan ukuran itu tergolong rendah.

Dosen Teknik Geologi ITB, Agus Handoyo Harsolumakso, mengatakan, belum
banyak masyarakat yang mengetahui keaktifan Patahan Lembang. Gempa besar di
patahan itu pun belum pernah tercatat secara ilmiah. ”Bukti-bukti
keaktifannya masih terus diteliti,” kata Agus.

Pakar Geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto,
yakin gempa bumi telah terjadi berulang kali. Ia menemukan tanah yang
berlapis-lapis di lereng patahan, misalnya di Situ Umar. Lapisan tanah itu
terjadi karena gempa bumi yang berulang kali.

”Pada kedalaman sekitar 150 sentimeter, ada perbedaan lapisan tanah di Situ
Umar. Di bawahnya terdapat tanah dengan kontur lapisan yang cenderung tidak
beraturan. Kontur semacam itu terjadi karena guncangan gempa. Kontur serupa
ditemukan di lapisan tanah dengan kedalaman 3,5 meter,” kata Eko.

Berdasarkan perhitungannya, gempa terakhir di tempat itu terjadi sekitar 500
tahun lalu.

Bertolak dari itu, peneliti dari LIPI, Danny Hilman Natawidjaja,
menyimpulkan, Patahan Lembang adalah patahan yang masih aktif. Salah satu
kriterianya adalah bentuk riil yang bisa terlihat secara kasatmata saat ini.
Selain itu, pola penumpukan lapisan tanah menunjukkan adanya pergerakan
lempeng secara vertikal.

Keaktifan lempeng ini menunjukkan wilayah Lembang dan Kota Bandung rentan
terhadap dampak gempa bumi. Kawasan patahan kini semakin padat penduduk.
Terlebih lagi, Kota Bandung yang berjarak sekitar 15 kilometer arah selatan
dari patahan itu berdiri di atas tanah dengan tingkat kematangan rendah.

”Kota Bandung adalah cekungan rendah dengan tingkat kematangan tanah yang
paling muda dibandingkan area sekitarnya. Dari sisi geologi, Bandung tidak
mantap,” ujar dosen Teknik Geologi ITB, Budi Brahmantyo.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat akan bencana gempa bumi harus
segera disosialisasikan. Menurut Budi, salah satu aspek yang terlupakan
adalah jalur evakuasi dan lokasi berkumpul yang aman jika terjadi gempa.
(HEI)

Kirim email ke