Rumah saya hanya 2 a 300 m dri patahan, dan menyaksikan oembangunan disepanjang patahan tanpa ada pengarahan dri pemda. Salah satu bukti nuyata bahwa mereka tidak membutuhkan geologi sbg acuan Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: ukat sukanta <[email protected]> Date: Mon, 28 Mar 2011 13:04:48 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Patahan Lembang Masih Aktif Bergerak Kang Mino, dan Bpk. Sukendar Asikin rumahnya dekat patahan Lembang. Mereka yang akan lebih tahu duluan dari yang lain. us 2011/3/28 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > > http://cetak.kompas.com/read/2011/03/26/04164757/patahan.lembang.masih..aktif.bergerak > KESIAPSIAGAAN BENCANA Patahan Lembang Masih Aktif Bergerak > > BANDUNG, KOMPAS - Patahan Lembang yang terletak di Kabupaten Bandung Barat, > Jawa Barat, aktif bergerak. Perhitungan oleh pakar geologi dari Institut > Teknologi Bandung terkait pergerakan itu sebesar 2 milimeter per tahun. > Masyarakat harus diberi pemahaman tentang risiko bencana dan upaya mitigasi. > > Peneliti Irwan Meilano memasang sejumlah sensor yang dipantau lewat satelit > di dua kelompok lokasi yang terbagi oleh patahan. ”Alat global positioning > system yang terpasang menunjukkan bahwa ada pergerakan dengan rata-rata 2 > milimeter per tahun. Ini menunjukkan bahwa Patahan Lembang tetap aktif > bergerak,” kata Irwan, Jumat (25/3) di Bandung. > > Irwan menyatakan, pergerakan dengan ukuran itu tergolong rendah. > > Dosen Teknik Geologi ITB, Agus Handoyo Harsolumakso, mengatakan, belum > banyak masyarakat yang mengetahui keaktifan Patahan Lembang. Gempa besar di > patahan itu pun belum pernah tercatat secara ilmiah. ”Bukti-bukti > keaktifannya masih terus diteliti,” kata Agus. > > Pakar Geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto, > yakin gempa bumi telah terjadi berulang kali. Ia menemukan tanah yang > berlapis-lapis di lereng patahan, misalnya di Situ Umar. Lapisan tanah itu > terjadi karena gempa bumi yang berulang kali. > > ”Pada kedalaman sekitar 150 sentimeter, ada perbedaan lapisan tanah di Situ > Umar. Di bawahnya terdapat tanah dengan kontur lapisan yang cenderung tidak > beraturan. Kontur semacam itu terjadi karena guncangan gempa. Kontur serupa > ditemukan di lapisan tanah dengan kedalaman 3,5 meter,” kata Eko. > > Berdasarkan perhitungannya, gempa terakhir di tempat itu terjadi sekitar > 500 tahun lalu. > > Bertolak dari itu, peneliti dari LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, > menyimpulkan, Patahan Lembang adalah patahan yang masih aktif. Salah satu > kriterianya adalah bentuk riil yang bisa terlihat secara kasatmata saat ini. > Selain itu, pola penumpukan lapisan tanah menunjukkan adanya pergerakan > lempeng secara vertikal. > > Keaktifan lempeng ini menunjukkan wilayah Lembang dan Kota Bandung rentan > terhadap dampak gempa bumi. Kawasan patahan kini semakin padat penduduk. > Terlebih lagi, Kota Bandung yang berjarak sekitar 15 kilometer arah selatan > dari patahan itu berdiri di atas tanah dengan tingkat kematangan rendah. > > ”Kota Bandung adalah cekungan rendah dengan tingkat kematangan tanah yang > paling muda dibandingkan area sekitarnya. Dari sisi geologi, Bandung tidak > mantap,” ujar dosen Teknik Geologi ITB, Budi Brahmantyo. > > Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat akan bencana gempa bumi harus > segera disosialisasikan. Menurut Budi, salah satu aspek yang terlupakan > adalah jalur evakuasi dan lokasi berkumpul yang aman jika terjadi gempa. > (HEI) > >

