. Bang

Saya kira And agak berburuk sanmgka dengan
pendapat yang berbeda itu , kita harus dan saya kira masih berada dalam
ranah pembahasan ilmiah. Saya mengerti bahwa korporasi  sebesar
Bakrie memerlukan perbaikan "company image" , sehingga syah
sayah saja melakukan usaha kearah itu.
saya sampaikan kepada Yudie
e-mail berikut , semoga Anda bisa  lebih tenang.


Yudie

Memang syah syah saja satu perusahaan
melakukan
usaha untuk memperbaiki "image" nya. Yag saya
sayamgkan
adalah para scientist-nya .
Apakah yang mereka kemukakan
itu
murni  pemikiran ilmiah mereka ???? ataukah ada "pesan
pesan" khusus. .

Saya kira dan semoga Bamabang P
Istiadi
tidak berperan dalam usaha Bakrie yang ini.

si
Abah






On Mon, May 30, 2011 9:24 am, Bambang P.
Istadi wrote:
> Rekan2 sekalian yang saya hormati,..
> 
> 
> 
> Ada pertanyaan mengelitik dari salah satu
wartawan pada sesi tanya jawab
> symposium kepada Richard
Davies,... Kenapa anda terlihat begitu akrab
> dan biasa2 aja
dengan Adriano Mazzini, padahal pendapat kalian
> bersebrangan,..
begitu kira2 pertanyaan wartawan,..  saya jadi berfikir,
> mungkin
 orang asing lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan. Disisi lain
>
kita org Indonesia sekalipun yg kita anggap kaum intelektual belum bisa
> menyikapi perbedaan sebagai Anugerah, yang tidak sependapat,
> berseberangan dan berpendapat lain dianggap sebagai kadal dan
> mengkadali. Kalau saja datang pada simposium yang heboh itu mungkin
akan
> berpandangan lain. Dengan berbagai kekurangan pada
symposium tsb, yang
> saya lihat Richard Davies yang selama ini
diangap sebagai "suhu"
> mewakili kelompok Drilling
blowout, walaupun para pendukungnya tidak
> datang, tapi tetap
jadi bintang tamu symposium, jadi pembicara pertama,
> sama halnya
dengan keynote speaker, yang pertama dan selalu dikerubungi
> oleh
wartawan.
> 
> 
> 
> Pada pertanyaan
wartawan lain soal penyebab, dia menjawab sudah
> dipaparkan dalam
paper pertamanya, lalu karena dikritik ada yang salah,
>
diperbaiki dengan data2 drilling dan dipublish dipaper kedua. Mungkin
> motto-nya Gak masalah ada kesalahan, yang penting jadi orang
pertama
> yang publish soal Lusi. Saya jadi teringat AAPG Cape
Town Afsel, dimana
> Davies menghadirkan Lusiaga salah seorang
pendukungnya yang dengan
> antusias mengungkapkan Fakta 'terbaru'
adanya "sudden pressure drop"
> penurunan tekanan secara
tiba2 di drill pipe dan diartikan terjadi
> bocornya sumur dan
breach kepermukaan (lihat paper Davies et al 2010).
> Namun asumsi
tsb tidak di support oleh data lain. Dari drilling report
>
terlihat bahwa sengaja dilakukan 'bleed off' ini karena operasi
>
berikutnya adalah pemompaan 'soaking fluid' (lihat paper Sawolo et al
> 2010). Terlihat disini Davies dan Lusiaga membuat hypothesa
berdasarkan
> 'cherry picked' data sangat berbahaya dan
interpretasi misleading, tidak
> pakai semua data yang ada dan
tebang pilih data yang kira2 mendukung
> hipotesanya.
>

> 
> 
> Saya pikir perdebatan soal drilling
blowout sebagai pemicu Lusi sangat
> professional, berdebat secara
ilmiah pula. Simak cara diskusi ilmiah
> antara Davies dan Sawolo
sbb:
> 
> 1. Paper Davies et al (2008) disangkal oleh
Sawolo (2009)
> 
> 2. Davies et al (2010) melakukan
diskusi dan dijawab didalam Sawolo et
> al (2010) secara ilmiah
pula.
> 
> 3. Didalam paper2 tsb jelas apa yang
diperdebatkan, data serta
> analisanya. Sumber datanya pun jelas
dan bisa di trace back Perlu
> diketahui bahwa keempat paper tsb
bisa di download dari Elsevier.
> 
> 
> 
>
Saya persilahkan rekan2 untuk menganalisa data2 drilling yg sudah
> dipublish semua, atau datang ke Lapindo, akan saya coba bantu minta
pada
> teman2 di Lapindo supaya bisa analisa data sampai puas.
Kalau ada
> kesalahan dalam drilling disilahkan tunjuk
kesalahannya dan gugat
> Lapindo. Jadi jangan percaya begitu saja,
tapi periksa datanya dan
> analisa kebenarannya, kecuali mazhab
rekan2 iaginet sudah berubah
> menjadi tendensius dan memojokkan
"Pokok-e Lapindo bersalah" sudah tidak
> berbasis pada
science.
> 
> 
> 
> Wass.w.w
> 
> Bambang Istadi
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>
From: nyoto - ke-el
[mailto:[email protected]]
> Sent: Friday, May 27, 2011 9:36
AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l]
Andang Protes
> 
> 
> 
> Hebat sekali,
sampai 2 top geologists Indonesia bisa dikadalin (paling
> tidak
itu menurut pengakuan langsung dari mereka sendiri, yaitu guru
>
besar Teknik Geologi ITB & juga bekas ketua IAGI pak Koesoemadinata
&
> pak Andang Bachtiar, bekas ketua IAGI, keduanya dedengkot
geologi
> Indonesia yg paling top sampai saat ini), sangat2
memprihatinkan, ya
> Allah tunjukkanlah Kebesaran & KeadilanMU
kepada kita bangsa Indonesia,
> khususnya masyarakat korban Lusi
...aameeen YRA.
> 
> 
> 
> 
> 
> Wass,
> 
> nyoto
> 
> 
>

> 
> 
> 
> 
> 2011/5/27
R.P.Koesoemadinata <[email protected]>
> 
> Ya
maksud saya seolah-olah usulannya "diperhatikan" dengan
menambahnya
> pembicara dari dalam negeri/universitas di
Indonesia. Tapi yang diajukan
> jelas kemana arahnya.
>

> Saya pun juga dikadalin. Saya sebenarnya juga diundang
menghadiri
> simposium, bahkan ditelepon beberapa kali. Namun
setelah saya baca
> flyer-nya, saya lihat jelas ke mana arahnya
dan maksudnya. Sayapun
> menyatakan tidak bisa hadlir karena saya
kebetulan ada acara
> presentasi/rapat di Jakarta.
> 
> Waktu saya di Jambi minggu yang lalu untuk menjadi panelist dalam
suatu
> diskusi mengenai bagihasil minyak bagi Jambi (katanya
direkomendasikan
> oleh Pak Andang juga) saya terus menerus
ditelepon oleh seorang
> wartawati dari TVOne, katanya dia
ditugaskan mewawancara saya, mengenai
> dunia perminyakan
Indonesia. Akhirnya saya setuju dan wawancara
> berlangsung di
kamar hotel di Jakarta. Wawancara berlangsung mungkin
> lebih dari
30 menit dan juga muncul pertanyaan mengenai Lumpur Lapindo.
> Off
the record saya katakan, "kalian itu bagaimana, kan saya tahu
siapa
> yang punya TVOne dan pendapat saya mengenai masalah itu
kan jelas saya
> utarakan pada wawancara". Saya katakan pasti
kalau sudah sampai di
> editor, hasil wawancara ini bakal kena
editing berat, bahkan mungkin
> juga tidak akan
ditayangkan."
> 
> Mereka sih senyum-senyum saja.
> 
> Ternyata benar sekali, pada acara Tahukah Anda kemarin
sore saya hanya
> muncul beberapa detik saja membicarakan mengenai
'Indonesia sebagai
> net-importer oil dan sudah keluar dari OPEC'
(hal yang kurang relevant),
> sedangkan yang muncul lainnya Prof
Sukendar dan Ir Sunu (dari Lapindo)
> yang berbicara mengenai Lusi
cukup panjang lebar. Saya sendiri tidak
> nonton acara itu karena
masih dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung.
> 
> Wah
jadi dikadalin juga, walaupun sudah tahu apa yang akan terjadi.
>

> Wassalam
> 
> RPK
> 
>       -----
Original Message -----
> 
> 
From: Andang Bachtiar
<mailto:[email protected]>
> 
>       To:
[email protected]
> 
>       Sent: Friday, May 27, 2011 8:50
AM
> 
>       Subject: RE: [iagi-net-l] Andang Protes
>

> 
> 
>       Koreksi Prof, saya tidak ikut datang di
Symposium. Jadi, luput
> dijadikan kadal.
> 
> 
> 
>       Note (lagi):
> 
> 
> 
>
        1.      Kalau memang benar mau berorientasi pada penyelesaian ke
>
depan, akan lebih logis, elegan, dan bermanfaat simposiumnya membahas
> bagaimana disain 3D/4D seismic, disain MT, disain subsidence GPS
> survey-nya dikaitkan dengan modeling subsidence, perluasan area
> terdampak, dan kemungkinan pengaruhnya pada infrastruktur yang
ada
> maupun yg direncanakan dibangun (jalan tol, jalan kereta,
jalan biasa,
> lapangan2 migas, jalur2 pipa, dsb)
>
        2.      Dan akan lebih klop kalau kawan2 dari Badan Geologi
> sebagai
lembaga geologi resmi pemerintah juga diundang  2-3 orang untuk
>
mempresentasikan berbagai hasil riset mereka dalam 3 tahun terakhir ini
> (geokimia, amblesan, struktur dangkal, air tanah, dsb), termasuk
rencana
> akuisisi seismic 3D yang sekarang sedang dalam proses
tender dsb.
>       3.      Format workshop lebih cocok dari pada symposium:
spy
> hasilnya kongkrit ke depan.
> 
> 
>

>       Salam
> 
> 
> 
>       ADB
> 
> 
> 
>
________________________________
> 
> 
From:
R.P.Koesoemadinata [mailto:[email protected]]
>       Sent: Friday,
May 27, 2011 8:17 AM
>       To: [email protected]
>
        Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
> 
> 
>

>       Wah sebetulnya saya sudah tidak ingin berkomentar lagi
mengenai
> Lumpur Lapindo ini
> 
>       Tapi, maaf
saja, Pak Andang. Anda kelihatannya akhirnya
> dikadalin juga
> 
>       Hehe
>       Wassalam
> 
>       RPK
> 
>               ----- Original Message -----
> 
>       
From: [email protected]
> 
>               To:
[email protected]
> 
>               Sent: Friday, May 27, 2011 5:53
AM
> 
>               Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
> 
> 
> 
>               Saya menuliskannya sebagai
catatan (note) di facebook
> saya SEMINGGU yg lalu, bukan tiba2
kemarin. Mungkin untuk menjadikannya
> berita wartawan lebih
cocoknya memuatnya pas kemarin pelaksanaan acara.
> 
>
                Note fb itu saya tulis setelah saya komunikasikan
> concern ke
panitianya ttg TIDAK ADANYA PEMBICARA DR PERISET PERGURUAN
>
TINGGI INDONESIA dan dominannya periset asing (10 orang) dlm info
> undangan ke saya maupun dlm website Humanitus sampai 2 hari yg
lalu.
> Waktu itu di website masih dipampangkan foto 2 pembicara
dr Indonesia
> yaitu Awang BPMigas dan Sawolo EMP (Lapindo).
> 
>               Alhamdulillah, rupanya panitia sadar akan
pincangnya
> acara tsb (a-nasionalis dan berat ke satu sisi
pendapat), maka kemudian
> pd acara sebenarnya diseimbangkanlah
kesan itu dg mencoret Sawolo
> EMP/Lapindo dr daftar dan
menambahkan Prof Sukendar, Agus Guntoro, dan
> Sayogi Sudarman dlm
daftar pembicara. Suatu move yg pintar, tp agak
> kedodoran kalau
diberi tambahan argumen bhw: yg diundang adalah yg
> gencar
menulis di jurnal2 (internasional) ttg Lumpur Lapindo tsb.
> 
>               Usulan saya untuk memasukkan pembicara dr Perg Tinggi
>
paling dekat dg Sidoarjo yg banyak menulispun (Dr Amin Widodo) tidak
> dikabulkan. Selain itu saya menyinggung nama Prof Hasanudin ITB
yg
> pernah menulis bersama Davies (yg kemudian diancam dituntut
oleh Lapindo
> krn menggunakan data Lapindo tanpa ijin untuk ikut
menulis paper dg
> Davies), juga kawan2 Badan Geologi yg sangat
aktif riset dan menulis ttg
> Lumpur Lapindo. Tapi nampaknya
panitia lebih suka memilih mrk dr
> Indonesia yg punya
kecenderungan expertise di tektonik regional,
> geotermal, dan yg
mrk kenal ikut bersama Lapindo mengkampanyekan
> penyebab
gempa.
> 
>               Waktu itu surat saya dijawab panitia dg :
"akan
> dipertimbangkan" meskipun sulit untuk mengubah
acara krn hrs memilih
> diantara 40 ahli yg diundang. Saya sendiri
tetap mrk harapkan datang
> untuk meramaikan acara diskusi. Karena
saya ada komitmen full 3 hari
> kmrn di Jakarta, maka agak sulit
untuk ikutan hadir, terutama kalau
> hanya untuk tanya jawab 2-5
menit dan bukan sessi trbuka brainstorming
> smua pihak
membeberkan usulan rencana ke depan.
> 
>               Sampai saat
ini, saya masih juga pada pendapat: semua
> penyelesaian teknis
harus jadi 1 paket dg penyelesaian masalah sosial,
> tdk bisa
dipisahkan. Kami dr IAGI dan HAGI masih dalam posisi terus
>
membantu Badan Geologi dlm rangka akuisisi data 3D seismik di area
> lumpur dan sekitarnya untuk digunakan dalam evaluasi perencanaan
teknis
> - sosial kedepan.
> 
>               Salam
>
                ADB
> 
>               Powered by Telkomsel BlackBerry(r)
>

> ________________________________
> 
>       
From: "R.P.Koesoemadinata" <[email protected]>
> 
>               Date: Thu, 26 May 2011 20:55:29 +0700
> 
>               To: <[email protected]>
> 
>               ReplyTo:
<[email protected]>
> 
>               Subject: [iagi-net-l]
Andang Protes
> 
> 
> 
>               Apakah betul
mengirimkan surat protes atas
> terselenggaranya Symposium on
Indonesia's mud volcano yang berlangsung
> pada 25-26 Mei 2011 di
Sidoarjo sebagai mana dikutip Wartawan Tempo di
> Tempo Online
hari ini?
>
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/05/26/brk,20110526-336947,i
> d.html
> 
> 
> 
>               Wassalam
> 
>               RPK
> 
> 
> 
>
        __________ NOD32 5559 (20101024) Information __________
> 
>       This message was checked by NOD32 antivirus system.
>
        http://www.eset.com <http://www.eset.com/>
> 
> 
> 
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke