Yudie

Don' t worry be happy.
Ilmiah mah harus transparant Yud

si Abah

On Mon, May 30, 2011 10:33 am, [email protected] wrote:
> Waduh, nama saya kesenggol.. Tapi pesan spt itu kok buat saya sih abah?
> Saya harus sampaikan ke rekans sekalian bahwa saya banyak melakukan
> komunikasi offline terkait masalah LUSI ini, tujuannya adalah untuk
> menjaring pendapat yang benar dan pas ttg bagaimana IAGI harus bersikap
> dan bertindak.
> Jika rekans punya ide, sila sampaikan secara terbuka disini. Sementara ini
> saya sudah dapat masukan dari cak Andang lewat sms terbuka dan bbrp
> komunikasi lainnya disamping dari bro Bambang PI dan internal IAGI.
> Kalo memungkinkan, langsung saja ide yang membumi, yang aplicable..
> Salam
>
> Yudie
> Sent from my own
> powered by ABC
>
> -----Original Message-----
> From: "Yanto R.Sumantri" <[email protected]>
> Date: Mon, 30 May 2011 10:08:48
> To: iagi-net<[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: RE: [iagi-net-l] Andang Protes
>
>
>
> . Bang
>
> Saya kira And agak berburuk sanmgka dengan
> pendapat yang berbeda itu , kita harus dan saya kira masih berada dalam
> ranah pembahasan ilmiah. Saya mengerti bahwa korporasi  sebesar
> Bakrie memerlukan perbaikan "company image" , sehingga syah
> sayah saja melakukan usaha kearah itu.
> saya sampaikan kepada Yudie
> e-mail berikut , semoga Anda bisa  lebih tenang.
>
>
> Yudie
>
> Memang syah syah saja satu perusahaan
> melakukan
> usaha untuk memperbaiki "image" nya. Yag saya
> sayamgkan
> adalah para scientist-nya .
> Apakah yang mereka kemukakan
> itu
> murni  pemikiran ilmiah mereka ???? ataukah ada "pesan
> pesan" khusus. .
>
> Saya kira dan semoga Bamabang P
> Istiadi
> tidak berperan dalam usaha Bakrie yang ini.
>
> si
> Abah
>
>
>
>
>
>
> On Mon, May 30, 2011 9:24 am, Bambang P.
> Istadi wrote:
>> Rekan2 sekalian yang saya hormati,..
>>
>>
>>
>> Ada pertanyaan mengelitik dari salah satu
> wartawan pada sesi tanya jawab
>> symposium kepada Richard
> Davies,... Kenapa anda terlihat begitu akrab
>> dan biasa2 aja
> dengan Adriano Mazzini, padahal pendapat kalian
>> bersebrangan,..
> begitu kira2 pertanyaan wartawan,..  saya jadi berfikir,
>> mungkin
>  orang asing lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan. Disisi lain
>>
> kita org Indonesia sekalipun yg kita anggap kaum intelektual belum bisa
>> menyikapi perbedaan sebagai Anugerah, yang tidak sependapat,
>> berseberangan dan berpendapat lain dianggap sebagai kadal dan
>> mengkadali. Kalau saja datang pada simposium yang heboh itu mungkin
> akan
>> berpandangan lain. Dengan berbagai kekurangan pada
> symposium tsb, yang
>> saya lihat Richard Davies yang selama ini
> diangap sebagai "suhu"
>> mewakili kelompok Drilling
> blowout, walaupun para pendukungnya tidak
>> datang, tapi tetap
> jadi bintang tamu symposium, jadi pembicara pertama,
>> sama halnya
> dengan keynote speaker, yang pertama dan selalu dikerubungi
>> oleh
> wartawan.
>>
>>
>>
>> Pada pertanyaan
> wartawan lain soal penyebab, dia menjawab sudah
>> dipaparkan dalam
> paper pertamanya, lalu karena dikritik ada yang salah,
>>
> diperbaiki dengan data2 drilling dan dipublish dipaper kedua. Mungkin
>> motto-nya Gak masalah ada kesalahan, yang penting jadi orang
> pertama
>> yang publish soal Lusi. Saya jadi teringat AAPG Cape
> Town Afsel, dimana
>> Davies menghadirkan Lusiaga salah seorang
> pendukungnya yang dengan
>> antusias mengungkapkan Fakta 'terbaru'
> adanya "sudden pressure drop"
>> penurunan tekanan secara
> tiba2 di drill pipe dan diartikan terjadi
>> bocornya sumur dan
> breach kepermukaan (lihat paper Davies et al 2010).
>> Namun asumsi
> tsb tidak di support oleh data lain. Dari drilling report
>>
> terlihat bahwa sengaja dilakukan 'bleed off' ini karena operasi
>>
> berikutnya adalah pemompaan 'soaking fluid' (lihat paper Sawolo et al
>> 2010). Terlihat disini Davies dan Lusiaga membuat hypothesa
> berdasarkan
>> 'cherry picked' data sangat berbahaya dan
> interpretasi misleading, tidak
>> pakai semua data yang ada dan
> tebang pilih data yang kira2 mendukung
>> hipotesanya.
>>
>
>>
>>
>> Saya pikir perdebatan soal drilling
> blowout sebagai pemicu Lusi sangat
>> professional, berdebat secara
> ilmiah pula. Simak cara diskusi ilmiah
>> antara Davies dan Sawolo
> sbb:
>>
>> 1. Paper Davies et al (2008) disangkal oleh
> Sawolo (2009)
>>
>> 2. Davies et al (2010) melakukan
> diskusi dan dijawab didalam Sawolo et
>> al (2010) secara ilmiah
> pula.
>>
>> 3. Didalam paper2 tsb jelas apa yang
> diperdebatkan, data serta
>> analisanya. Sumber datanya pun jelas
> dan bisa di trace back Perlu
>> diketahui bahwa keempat paper tsb
> bisa di download dari Elsevier.
>>
>>
>>
>>
> Saya persilahkan rekan2 untuk menganalisa data2 drilling yg sudah
>> dipublish semua, atau datang ke Lapindo, akan saya coba bantu minta
> pada
>> teman2 di Lapindo supaya bisa analisa data sampai puas.
> Kalau ada
>> kesalahan dalam drilling disilahkan tunjuk
> kesalahannya dan gugat
>> Lapindo. Jadi jangan percaya begitu saja,
> tapi periksa datanya dan
>> analisa kebenarannya, kecuali mazhab
> rekan2 iaginet sudah berubah
>> menjadi tendensius dan memojokkan
> "Pokok-e Lapindo bersalah" sudah tidak
>> berbasis pada
> science.
>>
>>
>>
>> Wass.w.w
>>
>> Bambang Istadi
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
> From: nyoto - ke-el
> [mailto:[email protected]]
>> Sent: Friday, May 27, 2011 9:36
> AM
>> To: [email protected]
>> Subject: Re: [iagi-net-l]
> Andang Protes
>>
>>
>>
>> Hebat sekali,
> sampai 2 top geologists Indonesia bisa dikadalin (paling
>> tidak
> itu menurut pengakuan langsung dari mereka sendiri, yaitu guru
>>
> besar Teknik Geologi ITB & juga bekas ketua IAGI pak Koesoemadinata
> &
>> pak Andang Bachtiar, bekas ketua IAGI, keduanya dedengkot
> geologi
>> Indonesia yg paling top sampai saat ini), sangat2
> memprihatinkan, ya
>> Allah tunjukkanlah Kebesaran & KeadilanMU
> kepada kita bangsa Indonesia,
>> khususnya masyarakat korban Lusi
> ...aameeen YRA.
>>
>>
>>
>>
>>
>> Wass,
>>
>> nyoto
>>
>>
>>
>
>>
>>
>>
>>
>> 2011/5/27
> R.P.Koesoemadinata <[email protected]>
>>
>> Ya
> maksud saya seolah-olah usulannya "diperhatikan" dengan
> menambahnya
>> pembicara dari dalam negeri/universitas di
> Indonesia. Tapi yang diajukan
>> jelas kemana arahnya.
>>
>
>> Saya pun juga dikadalin. Saya sebenarnya juga diundang
> menghadiri
>> simposium, bahkan ditelepon beberapa kali. Namun
> setelah saya baca
>> flyer-nya, saya lihat jelas ke mana arahnya
> dan maksudnya. Sayapun
>> menyatakan tidak bisa hadlir karena saya
> kebetulan ada acara
>> presentasi/rapat di Jakarta.
>>
>> Waktu saya di Jambi minggu yang lalu untuk menjadi panelist dalam
> suatu
>> diskusi mengenai bagihasil minyak bagi Jambi (katanya
> direkomendasikan
>> oleh Pak Andang juga) saya terus menerus
> ditelepon oleh seorang
>> wartawati dari TVOne, katanya dia
> ditugaskan mewawancara saya, mengenai
>> dunia perminyakan
> Indonesia. Akhirnya saya setuju dan wawancara
>> berlangsung di
> kamar hotel di Jakarta. Wawancara berlangsung mungkin
>> lebih dari
> 30 menit dan juga muncul pertanyaan mengenai Lumpur Lapindo.
>> Off
> the record saya katakan, "kalian itu bagaimana, kan saya tahu
> siapa
>> yang punya TVOne dan pendapat saya mengenai masalah itu
> kan jelas saya
>> utarakan pada wawancara". Saya katakan pasti
> kalau sudah sampai di
>> editor, hasil wawancara ini bakal kena
> editing berat, bahkan mungkin
>> juga tidak akan
> ditayangkan."
>>
>> Mereka sih senyum-senyum saja.
>>
>> Ternyata benar sekali, pada acara Tahukah Anda kemarin
> sore saya hanya
>> muncul beberapa detik saja membicarakan mengenai
> 'Indonesia sebagai
>> net-importer oil dan sudah keluar dari OPEC'
> (hal yang kurang relevant),
>> sedangkan yang muncul lainnya Prof
> Sukendar dan Ir Sunu (dari Lapindo)
>> yang berbicara mengenai Lusi
> cukup panjang lebar. Saya sendiri tidak
>> nonton acara itu karena
> masih dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung.
>>
>> Wah
> jadi dikadalin juga, walaupun sudah tahu apa yang akan terjadi.
>>
>
>> Wassalam
>>
>> RPK
>>
>>      -----
> Original Message -----
>>
>>
> From: Andang Bachtiar
> <mailto:[email protected]>
>>
>>      To:
> [email protected]
>>
>>      Sent: Friday, May 27, 2011 8:50
> AM
>>
>>      Subject: RE: [iagi-net-l] Andang Protes
>>
>
>>
>>
>>      Koreksi Prof, saya tidak ikut datang di
> Symposium. Jadi, luput
>> dijadikan kadal.
>>
>>
>>
>>      Note (lagi):
>>
>>
>>
>>
>       1.      Kalau memang benar mau berorientasi pada penyelesaian ke
>>
> depan, akan lebih logis, elegan, dan bermanfaat simposiumnya membahas
>> bagaimana disain 3D/4D seismic, disain MT, disain subsidence GPS
>> survey-nya dikaitkan dengan modeling subsidence, perluasan area
>> terdampak, dan kemungkinan pengaruhnya pada infrastruktur yang
> ada
>> maupun yg direncanakan dibangun (jalan tol, jalan kereta,
> jalan biasa,
>> lapangan2 migas, jalur2 pipa, dsb)
>>
>       2.      Dan akan lebih klop kalau kawan2 dari Badan Geologi
>> sebagai
> lembaga geologi resmi pemerintah juga diundang  2-3 orang untuk
>>
> mempresentasikan berbagai hasil riset mereka dalam 3 tahun terakhir ini
>> (geokimia, amblesan, struktur dangkal, air tanah, dsb), termasuk
> rencana
>> akuisisi seismic 3D yang sekarang sedang dalam proses
> tender dsb.
>>      3.      Format workshop lebih cocok dari pada symposium:
> spy
>> hasilnya kongkrit ke depan.
>>
>>
>>
>
>>      Salam
>>
>>
>>
>>      ADB
>>
>>
>>
>>
> ________________________________
>>
>>
> From:
> R.P.Koesoemadinata [mailto:[email protected]]
>>      Sent: Friday,
> May 27, 2011 8:17 AM
>>      To: [email protected]
>>
>       Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
>>
>>
>>
>
>>      Wah sebetulnya saya sudah tidak ingin berkomentar lagi
> mengenai
>> Lumpur Lapindo ini
>>
>>      Tapi, maaf
> saja, Pak Andang. Anda kelihatannya akhirnya
>> dikadalin juga
>>
>>      Hehe
>>      Wassalam
>>
>>      RPK
>>
>>              ----- Original Message -----
>>
>>
> From: [email protected]
>>
>>              To:
> [email protected]
>>
>>              Sent: Friday, May 27, 2011 5:53
> AM
>>
>>              Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
>>
>>
>>
>>              Saya menuliskannya sebagai
> catatan (note) di facebook
>> saya SEMINGGU yg lalu, bukan tiba2
> kemarin. Mungkin untuk menjadikannya
>> berita wartawan lebih
> cocoknya memuatnya pas kemarin pelaksanaan acara.
>>
>>
>               Note fb itu saya tulis setelah saya komunikasikan
>> concern ke
> panitianya ttg TIDAK ADANYA PEMBICARA DR PERISET PERGURUAN
>>
> TINGGI INDONESIA dan dominannya periset asing (10 orang) dlm info
>> undangan ke saya maupun dlm website Humanitus sampai 2 hari yg
> lalu.
>> Waktu itu di website masih dipampangkan foto 2 pembicara
> dr Indonesia
>> yaitu Awang BPMigas dan Sawolo EMP (Lapindo).
>>
>>              Alhamdulillah, rupanya panitia sadar akan
> pincangnya
>> acara tsb (a-nasionalis dan berat ke satu sisi
> pendapat), maka kemudian
>> pd acara sebenarnya diseimbangkanlah
> kesan itu dg mencoret Sawolo
>> EMP/Lapindo dr daftar dan
> menambahkan Prof Sukendar, Agus Guntoro, dan
>> Sayogi Sudarman dlm
> daftar pembicara. Suatu move yg pintar, tp agak
>> kedodoran kalau
> diberi tambahan argumen bhw: yg diundang adalah yg
>> gencar
> menulis di jurnal2 (internasional) ttg Lumpur Lapindo tsb.
>>
>>              Usulan saya untuk memasukkan pembicara dr Perg Tinggi
>>
> paling dekat dg Sidoarjo yg banyak menulispun (Dr Amin Widodo) tidak
>> dikabulkan. Selain itu saya menyinggung nama Prof Hasanudin ITB
> yg
>> pernah menulis bersama Davies (yg kemudian diancam dituntut
> oleh Lapindo
>> krn menggunakan data Lapindo tanpa ijin untuk ikut
> menulis paper dg
>> Davies), juga kawan2 Badan Geologi yg sangat
> aktif riset dan menulis ttg
>> Lumpur Lapindo. Tapi nampaknya
> panitia lebih suka memilih mrk dr
>> Indonesia yg punya
> kecenderungan expertise di tektonik regional,
>> geotermal, dan yg
> mrk kenal ikut bersama Lapindo mengkampanyekan
>> penyebab
> gempa.
>>
>>              Waktu itu surat saya dijawab panitia dg :
> "akan
>> dipertimbangkan" meskipun sulit untuk mengubah
> acara krn hrs memilih
>> diantara 40 ahli yg diundang. Saya sendiri
> tetap mrk harapkan datang
>> untuk meramaikan acara diskusi. Karena
> saya ada komitmen full 3 hari
>> kmrn di Jakarta, maka agak sulit
> untuk ikutan hadir, terutama kalau
>> hanya untuk tanya jawab 2-5
> menit dan bukan sessi trbuka brainstorming
>> smua pihak
> membeberkan usulan rencana ke depan.
>>
>>              Sampai saat
> ini, saya masih juga pada pendapat: semua
>> penyelesaian teknis
> harus jadi 1 paket dg penyelesaian masalah sosial,
>> tdk bisa
> dipisahkan. Kami dr IAGI dan HAGI masih dalam posisi terus
>>
> membantu Badan Geologi dlm rangka akuisisi data 3D seismik di area
>> lumpur dan sekitarnya untuk digunakan dalam evaluasi perencanaan
> teknis
>> - sosial kedepan.
>>
>>              Salam
>>
>               ADB
>>
>>              Powered by Telkomsel BlackBerry(r)
>>
>
>> ________________________________
>>
>>
> From: "R.P.Koesoemadinata" <[email protected]>
>>
>>              Date: Thu, 26 May 2011 20:55:29 +0700
>>
>>              To: <[email protected]>
>>
>>              ReplyTo:
> <[email protected]>
>>
>>              Subject: [iagi-net-l]
> Andang Protes
>>
>>
>>
>>              Apakah betul
> mengirimkan surat protes atas
>> terselenggaranya Symposium on
> Indonesia's mud volcano yang berlangsung
>> pada 25-26 Mei 2011 di
> Sidoarjo sebagai mana dikutip Wartawan Tempo di
>> Tempo Online
> hari ini?
>>
> http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/05/26/brk,20110526-336947,i
>> d.html
>>
>>
>>
>>              Wassalam
>>
>>              RPK
>>
>>
>>
>>
>       __________ NOD32 5559 (20101024) Information __________
>>
>>      This message was checked by NOD32 antivirus system.
>>
>       http://www.eset.com <http://www.eset.com/>
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> _______________________________________________
> Nganyerikeun hate
> batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
> ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.
>
>


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma
hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke