Vita, kayaknya mau pindah profesi nih?

Sekedar nambahin sedikit aja eksplanasi dari mas Yudiyoko.

Hal pertama yang perlu diingat adalah bahwa electrical properties (a, m, n)
TIDAK DIUKUR melainkan merupakan produk turunan hasil best curve fit yang
berupa gradient (untuk m dan n) dan intercept untuk a dari parameter
parameter yang diukur (porosity, resistivitas air formasi Rw, resistivititas
formasi baik yang fully saturated Ro dan partially saturated Rt) seperti
yang mas Yudiyoko sebutin di bawah.
jadi, a, m dan n sangat tergantung dari keakuratan pengukuran parameter yang
diukur tadi.

Kembali ke laptop.
Bagaimana sensitifitas a, m dan n terhadap dua kondisi pengukuran yang
berbeda, yaitu ambient (biasanya di level 800 psi) dan NOB yang besarnya
tergantung formasi.

Mari kita tinjau satu satu dari parameter yang diukur:

Porosity (ambient vs NOB):
Faktor utama yang sensitif adalah
1. tingkat kompresibiltas batuan yang sangat tergantung dari komposisi
batuan sendiri. Batu dengan banyak kandungan mineral clay/shale akan jauh
lebih mudah terkena kompresi dibandingkan dengan batu yang lebih pure
semisal shaley sand dan quartzose. Saya gak ahli klastik, tapi saya yakin
cukup banyak pengaruhnya.
2. Jenis clay yang terkadung dalam batuan. Clay yang masih mengandung banyak
air (grup smectite/montmorillonite) akan lebih mudah terkompresi dibanding
dengan clay yang tidak mengandung banyak air seperti illite.
3. Untuk Limestone dengan komposisi yang muddy (mudstone, wackestone) lebih
mudah terkompresi dibandingkan dengan yang graindstone, packstone,
framestone dan boundstone.

Porosity (pengukuran)

1. Pengeringan sample. Clay mineral sangat sensitif terhadap temperature.
Salah salah menerapkan besarnya suhu bisa mengakibatkan perubahan struktur
mineral clay yang akan berimpak terhadap hasil pengukuran porosity terutama
untuk clay dengan stuktur air didalamnya. Salah satu yang biasa dipakai
adalah humidity drying yang besarnya kira kira 65 derajat celcius. Pada suhu
ini diperkirakan struktur clay mineral tidak berubah dan tidak akan
menghilangkan air yang terikat (clay bound water).  Untuk limestone, saya
menggunakan suhu di sekitar angka 90-95 derajat Celcius karena sudah dicoba
di angka 115 dan sample cracking.
2. Saat ini yang sering dipakai adalah injeksi gas Helium. Beberapa "orang"
mencoba mengukur porositas dengan mercury. yang terakhir ini bisa saja, tapi
ongkosnya lebih mahal dimana sample sudah tidak bisa digunakan lagi dan
harus dibuang. Dan yang kedua, interpretasi terhadap porosity harus hati
hati karena ada effect "comformance" dimana mercury akan cenderung mengisi
bagian bagian luar sample yang tidak rata tapi seakan akan mengisi pore.
3. Dengan NMR. Bisa untuk mendapatkan porositas efektif dan porositas dari
air yang tidak bisa terambil (Swirr). Metode pengukurannya sendiri valid
banget karena alat ini sangat sensitif terhadap ion ion hidrogen yang ada di
lubang pori. Tapi kita harus sedikit waspada terhadap pengukuran Swirr nya
karena kondisi Swirr didapatkan dengan cara diputar dengan menggunakan
centrifuge yang mana pembacaan nya sangat bergantung mata kita. Tapi untuk
total porositasnya gak ada masalah.

Jadi kalo kita sudah konfiden dengan data prositasnya, m bisa dihitung
dengan rumus yang mas Yudi berikan.

Monggo.

udah dulu ah, ada order datang.
nanti kita ngomong ngomong apa faktor faktor yang sangat berpengaruh
terhadap a, m dan n.
Kedepan nanti kita bicara pengukuran Rt (resistivitas dari partially
saturated sample) yang akan menentukan perhitungan "n"

lanjut laen kali.



On Wed, Jun 15, 2011 at 6:25 PM, Yudiyoko Ega Sugiharto <
[email protected]> wrote:

> Bu Parvita,
>
> Koreksi overburden seharusnya dilakukan. Kalau kata sumber yg bisa
> dipercaya sih "Overburden correction can reduce the porosity from 0.5-1.0
> p.u. (ratio: 0.90-0.97):.
> jadi setelah koreksi, porositas-nya bisa 0.9-0.97 kali dari awalnya.
>
> Archie Formula:
> (Sw^n)= FF(Rw/Rt)
> Jika Sw= 100% maka Ro=Rt
> Formation Factor=a/(porositas^m)=Ro/Rw
> Resistivity Index=RI=1/(Sw^n)=Rt/R0
>
> Dari rumus di-atas sudah jelas bahwa porositas cukup menentukan dalam
> Electrical Measurement CCAL.
>
> Dari sumber yang bisa dipercaya: nilai *m* setelah koreksi overburden=
> nilai *m* ambient+0.05 sampai nilai *m* ambient+0.1 (ratio 1.05-1.1). jadi
> setelah dikoreksi akan didapatkan nilai m yang lebih besar.
>
> Sumber kesalahan dari kalkulasi porositas CCAL: pencucian,
> pengeringan,pengukuran reservoir stress, jenis texture,
> Representavity/homogeneity. Pengeringan pada suju 80 degC seringkali
> menyebabkan mineral lempung rusak (shale collapse) sehingga menambah nilai
> porositas. Disarankan di suhu 60 degC saja, nggak usah panas2.
>
>
> Ketidakpastian nilai m:
> - Error porositas versus error m
> - m overburden versus m ambient (nilai m meningkat sebanding dengan
> porositas)
> - Plugs anisotropy (bedding, fissures, conductive minerals, dll)
>
>
>
> Ketidakpastian nilai m:
> -Plugs harus di_de-saturated
> - Jangan pakai plugs apabila Sw mini > 40-50%.
> - Error pada porositas --> error pada Sw --> eror pada nilai n
> - Hysteresis on RI ; Sheath effect on Pc and RI yang akan menghasilkan
> artificial porositas hingga 2 kali lipat (Swanson, 1985)
>
>
> Berikut ada rujukan tambahan:
> ----
> FORMATION RESISTIVITY MEASUREMENTS
> (Core Lab, 2007, Application of Core Analysis In Reservoir Description &
> Characterisation)
>
> Methods
> Resistance is measured and converted to resistivity of the 100% or
> partially brine-saturated sample. Tests normally made at ambient temperature
> and net overburden pressure can be simulated.
> ---
> Effect of Overburden Pressure on Resistivity
> (Buku: Torsæter & Abtahi, 2003, RESERVOIR ENGINEERING LABORATORY WORK BOOK,
> Norwegian University of Science and Technology)
> Confinement or overburden pressure may cause a significant increase in
> resistivity. This
> usually occurs in rocks that are not well cemented and in lower porosity
> rocks. Archie, as
> mentioned before, reported results of correlating laboratory measurements
> of formation
> factor with porosity in the form
> F m _6.11_ _
> _ _
> Wyllie investigated the influence of particle size and cementation factor
> on the formation
> factor of a variety of materials. He concluded that the cemented aggregates
> exhibit a
> greater change in formation factor with a change in porosity than the
> unconsolidated
> aggregates. Then, the general form of the relation between formation factor
> and porosity
> should be
> F a m _6.12_ _
> _ _
> where m is a constant depending on cementation and a a constant controlled
> by the
> porosity of the unconsolidated matrix prior to cementation.
>
>
>
> Salam,
> YES
>
>
> Sent from my BlackBery® wireline handheld
> Sinyal Bagus Indonesia, Nyambung Teruuusss...!
>
>
> --- On *Wed, 6/15/11, Parvita Siregar <
> [email protected]>* wrote:
>
>
> From: Parvita Siregar <[email protected]>
>
> Subject: [iagi-net-l] Formation resistivity factor (a, m, n)
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Date: Wednesday, June 15, 2011, 1:40 AM
>
>
>  Teman2,
>
>
>
> Di dalam SCAL, ada perhitungan formation resistivity factor a, m dan n yang
> digunakan dalam petrophysics nantinya.  Di dalam pengukurannya, ada yang
> diukur dalam lingkungan ambient, ada yang di lingkungan overburden
> (formation pressure).  Apakah biasanya teman2 melakukan kedua-duanya dalam
> analisa atau hanya melakukan yang overburden?  Biasanya berapa banyak
> selisihnya, apakah sensitif?
>
>
>
> Terimakasih banyak,
>
>
>
> *Parvita H. Siregar*
>
> Chief Geologist
>
> Salamander Energy Indonesia
>
> Suite 1502, Indonesia Stock Exchange Bld.
>
> 15th Fl, Tower 2
>
> Jln. Jend. Sudirman Kav. 52-53
>
> Jakarta 12190, Indonesia
>
>
>
> Tel: +62 21 5291 2900
>
> fax: +62 21 3000 4020
>
> mailto: 
> [email protected]<http://mc/[email protected]>
>
>
>
> P *Please consider the environment before you print***
>
>
>
> *Disclamer:  This email (including any attachments to it) is confidential
> and is sent for the personal attention of the intended recipient only and
> may contain information that is priviledged, confidential or exempt from
> disclosure.  If you have received this email in error, please advise us
> immediately and delete it.  You are notified that using, disclosing,
> copying, distributing or taking any action in reliance on the contents of
> this information is strictly prohibited.*
>
>
>
>

Kirim email ke