Vita,
Semua yang diuraikan secara teknis dan rinci oleh teman-teman itu benar.
Saya hanya ingin mengetahui apa objektif utama Vita untuk mengukur parameter
tersebut dalam dua kondisi tekanan yang berbeda? Menurut saya adalah lebih
penting kita fokus kepada keterwakilan contoh batuan dalam pengukuran.

Jika suatu reservoir yang sedang dipelajari memiliki rentang nilai porositas
dari 8 - 34%. Kita buat kelas porositas, misal 8-9, 10-11, 12-13, dst. Waktu
milih contoh *core plug* untuk SCAL, pastikan setiap kelas porositas
terwakili dan jumlah sample-nya proporsional dengan populasi kelas tersebut.
Andai secara statistik porositas tersebut terdistribusi secara normal (bell
shaped histrogram), maka jumlah sample yang memiliki harga porositas di
sekitar "mean", "mode" atau "median" harus lebih banyak daripada sample yang
nilai porositasnya di luar persentil bawah atau atas (P33 atau P67). Jika
distribusi tidak normal (skewed), maka pilih lebih banyak sampel dari kelas
porositas di sekitar nilai modus (mode)-nya.

Selain itu pastikan setiap "rock type" -nya juga terwakili.  *Shaly sand* di
klastik atau *tight*, foram/radioralia, *vuggy* di karbonat perlu terwakili
juga. Kita sering bias, tidak mau mengambil sampel yang kita anggap
"non-pay"* interval*. Padahal perbedaan antara nilai tertinggi dan terendah
rentang pengukuran harga a,m, dan n dari pemilihan sampel ini lebih
informatif daripada perbedaaan pengukuran "ambient" vs. "pressurized" dari
sampel yang tidak representatif.

Wassalam,

-bg
"*seeing the big picture*"

http://www.linkedin.com/in/bambanggumilar

2011/6/15 Parvita Siregar <[email protected]>

>  Teman2, ****
>
> ** **
>
> Di dalam SCAL, ada perhitungan formation resistivity factor a, m dan n yang
> digunakan dalam petrophysics nantinya.  Di dalam pengukurannya, ada yang
> diukur dalam lingkungan ambient, ada yang di lingkungan overburden
> (formation pressure).  Apakah biasanya teman2 melakukan kedua-duanya dalam
> analisa atau hanya melakukan yang overburden?  Biasanya berapa banyak
> selisihnya, apakah sensitif? ****
>
> ** **
>
> Terimakasih banyak,****
>
> ** **
>
> *Parvita H. Siregar*
>
> Chief Geologist ****
>
> Salamander Energy Indonesia****
>
> Suite 1502, Indonesia Stock Exchange Bld.****
>
> 15th Fl, Tower 2****
>
> Jln. Jend. Sudirman Kav. 52-53****
>
> Jakarta 12190, Indonesia****
>
> ** **
>
> Tel: +62 21 5291 2900****
>
> fax: +62 21 3000 4020****
>
> mailto: [email protected]****
>
> ** **
>
> P *Please consider the environment before you print***
>
> ** **
>
> *Disclamer:  This email (including any attachments to it) is confidential
> and is sent for the personal attention of the intended recipient only and
> may contain information that is priviledged, confidential or exempt from
> disclosure.  If you have received this email in error, please advise us
> immediately and delete it.  You are notified that using, disclosing,
> copying, distributing or taking any action in reliance on the contents of
> this information is strictly prohibited.*****
>
> ** **
>

Kirim email ke