Pak Kartiko,

Untuk dikatakan 'menarik' tentunya ada 2 hal yaitu dari sisi ekonomi dan dari 
sisi geologi.

Dari sisi ekonomi seperti dituliskan sebelumnya, model investasi shale gas 
adalah sulit dan mahal. Meskipun ditemukan resource yang dangkal pun tetap 
diperlukan spacing sumur yang rapat dan perekahan hidraulik yang masif. Dalam 
kaitan ini kebutuhan akan gas (demand) akan lebih menyetir pengembangan shale 
gas agar menjadi menarik. Selain itu harga gas juga menjadi 'big hitter' 
seperti dituliskan mbak Rina. Boleh percaya atau tidak, tapi ada lho di 
Indonesia yang membeli gas dengan harga USD9-13 mscfpd. Bayangkan juga rebutan 
penggunaan gas oleh PLN, import jangka panjang, industri pupuk, dll.

Dari sisi geologi, apabila dapat dibuktikan formasi dangkal seperti Telisa dan 
Gumai merupakan shale gas yang produktif tentunya akan menjadi resource yang 
menarik. Tetapi kalau saya belum yakin keduanya memenuhi kriteria sebagai self 
sourced shale gas. Sebagai jenis unconventional HC mungkin iya, seperti tight 
rock (shaly sand) oil.

Dikaitkan dengan producing analog (Haynesville atau Marcellus shale gas), maka 
potensi basin center deep shale gas bisa jadi menarik, sebagai contoh Grup 
Pematang. Seperti producing analog tersebut, tipe overpressured clayly shale 
gas menjanjikan produksi yang cukup bagus. 

Bila dibandingkan dengan CBM, saya juga belum tahu karena  kedua unconventional 
resource tersebut masih pada fasa awal pengembangannya di Indonesia. 
Harapannya, kedua resource tersebut sama-sama menarik. Dan yang penting juga 
jaringan infrastruktur gas harus berkembang juga.
 
Salam,
WW

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: kartiko samodro <[email protected]>
Date: Fri, 22 Jul 2011 20:39:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
Mas Wikan dan Mbak Ratna,

Kriteria yang saya sampaikan lebih kepada kalau hendak memproduksi gas shale
di Indonesia seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Mas Vicky....

Apakah memang kita bisa menemukan shale source rock yang matang dengan
kedalaman yang relative dangkal di Indonesia, sehingga bisa menekan biaya
produksi untuk gas shalenya. Kalau ternyata ongkos untuk memproduksi gas
shale ( dengan ribuan sumur dalam >1000 m , masih harus melakukan fracturing
atau horizontal untuk meningkatkan recoverynya) ternyata lebih mahal dari
CBM / konvensional gas di Indonesia, tentunya gas shale menjadi "kurang
menarik".

Oleh karena itu saya sempat menanyakan apakah sampai saat ini ada lapangan
cbm yang sudah berproduksi secara ekonomis, sehingga bisa kita bandingkan
dengan produksi gas konvensional atau di masa yang akan datang dengan "gas
shale".

2011/7/22 <[email protected]>

> ** Untuk kriteria dangkal, murah, dan mudah sepertinya tidak harus begitu.
>
>
> Beberapa lapangan shale gas berproduksi berada pada kedalaman yang cukup
> dalam. Selain berkaitan dengan kematangan batuan sumber untuk berada pada
> jendela gas, juga kondisi menghasilkan tekanan tinggi (overpressure)
> merupakan kondisi yang akan mendukung untuk menghasilkan recovery yang lebih
> tinggi.
>
> Sebuah penyiaran berita dari Woodmack menyebutkan bahwa saat ini shale gas
> dari Haynesville (lebih dalam dan clayly) telah terproduksi (2.8 bcf)
> melebihi Barnett (lebih dangkal dan brittle - 2.3 bcf).
>
> Sulit dan mahal adalah model investasi untuk shale gas. Estimasi biaya per
> lokasi (pemboran dan perekahan hidraulik secara masif) sekitar USD15-20 jt
> dan memerlukan ratusan hingga ribuan sumur produksi horizontal dan observasi
> microseismic.
>
> Salam,
> WW
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * kartiko samodro <[email protected]>
> *Date: *Thu, 21 Jul 2011 11:53:41 +0800
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
>
> maksud saya : banyak organik konten dan sudah matang sbg source rock.
>
> 2011/7/21 kartiko samodro <[email protected]>
>
>> sepertinya kriterianya tdk beda jauh dengan cbm....
>> harus banyak organic content, dangkal sehingga mudah dan murah untuk
>> pemboran rapat /horizontal/ fracturing untuk meningkatkan recovery factor,
>> volume dan area penyebaran yang luas sehingga ekonomis.
>>
>> Apakah ada gas/oil  shale di Indonesia seperti kriteria di atas ?
>> mong omong gimana progress produksi cbm ya ? apa sudah ada yang
>> berproduksi secara ekonomis ?
>>
>> 2011/7/21 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>>
>>> Dimana potensi Shale Gas dan Shale Oil di Indonesia ?
>>> Telisa shale, Gumai Shale ?
>>>
>>> rdp
>>> ------------------------------------------------
>>> EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
>>>
>>> KAMIS, 21 JULI 2011 07:20 WIB
>>> JAKARTA - Penemuan shale gas di Amerika telah mengubah gambaran gas
>>> secara dramatis. Peningkatan produksi shale gas telah mengubah AS dari
>>> importir gas menjadi mandiri dan juga turut mendorong harga gas untuk turun
>>> secara alami. Bahkan, menurut Annual Energy Outlook dari U.S. Energy
>>> Information Administration (EIA), output produksi gas  AS diperkirakan akan
>>> meningkat hampir tiga kali lipat antara 2009 dan 2035.
>>>
>>> Kesuksesan shale gas yang mengesankan di Amerika, mengundang pertanyaan
>>> tentang potensi shale gas global. Untuk itu, EIA menerbitkan laporan
>>> perkiraan volume shale gas global di luar Amerika Serikat. Laporan ini
>>> menandai upaya pertama perkiraan volume recoverable shale gas pada skala
>>> global. Perkiraan dilakukan dengan menilai 48 cekungan shale gas di 32
>>> negara di luar AS (di mana sumber dayanya telah diketahui). Sumber daya AS
>>> sendiri adalah sebesar 862 Tcf, sementara 48 cekungan global tersebut
>>> diperkirakan mengandung recoverable sumber daya shale gas 5.760 Tcf.
>>> Sehingga total recoverable sumber daya shale gas global menjadi sebesar
>>> 6.622 Tcf.
>>>
>>> Dalam perspektif perbandingannya, perkiraan recoverable sumber daya gas
>>> dunia saat ini (tidak termasuk shale gas) adalah 16.000 Tcf, yang berarti
>>> sumber daya shale gas menambah lebih dari 40% volume gas dunia.
>>>
>>> Penelitian tersebut mengecualikan beberapa tipe potensi sumber daya shale
>>> gas oleh karena keterbatasan data, juga mengecualikan potensi di cekungan
>>> lepas pantai. Dengan demikian, potensi sumber daya shale gas tentu lebih
>>> besar dari ini hitungan awal ini.
>>>
>>> Namun demikian, pengembangan shale gas global mungkin akan terhambat oleh
>>> isu kelestarian lingkungan, karena fluida fracking yang digunakan dalam
>>> proses pengeboran shale gas, ditengarai mencemari air tanah. Alasan lainnya,
>>> eksplorasi shale gas global di luar Amerika Serikat dapat tertunda bila
>>> harga gas masih rendah. Akan lebih murah bagi negara-negara untuk membeli
>>> gas daripada untuk mengembangkan sumber daya mereka sendiri. Meksiko
>>> misalnya, saat ini membangun enam pembangkit listrik tenaga gas, tetapi
>>> berencana untuk meningkatkan impor gas sebagai bahan bakar pembangkitnya,
>>> meskipun perusahaan milik negara Petroleos Mexicanos (Pemex) baru saja
>>> menemukan sebanyak satu triliun kaki kubik cadangan gas.
>>>
>>> Dengan isu pemanasan global, kita semua membayangkan sumber daya
>>> terbarukan akan membangkitkan listrik kita di masa depan. Tetapi faktanya,
>>> batubara, minyak, dan gas alam saat ini mencukupi lebih dari 80% kebutuhan
>>> energi dunia.  Kontribusi tenaga nuklir hanya 6%, dan energi terbarukan
>>> hanya 2% dari energi global (yang akan meningkat paling tinggi 7% pada
>>> 2035). Jadi sepertinya shale gas akan memainkan peran yang semakin penting
>>> ke depan. (KO/SM)
>>>
>>>
>>> http://www.esdm.go.id/news-archives/323-energi-baru-dan-terbarukan/4758-eia-potensi-shale-gas-di-dunia-6622-tcf.html
>>>
>>> --
>>> *"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*
>>>
>>>
>>>
>>
>

Kirim email ke