Pak Frans,

Untuk pertanyaan pertama memang dari analisa isotop menunjukkan gas yang ada di 
Binio Fm adalah biogenic gas. Karena nilainya kurang dari -60 0/00.

Pertanyaan kedua, seperti kita ketahui bersama keberadaan gas memang bisa kita 
ketahui dengan ada nya bright spot. Namun sayang nya bright spot ini tidak 
selalu menunjukkan keberadaan gas, bisa jadi berupa coal atau tuning thickness. 
Dan ini juga yang menjadi kekhawatiran kami sehingga melakukan AVO analysis 
untuk lebih menyakinkan kami mengenai keberadaan shallow gas di area ini. Dan 
dari AVO analysis yang sudah kami lakukan confirm dengan data sumur.


Regards,
-Radig Wisnu Y-


________________________________
From: Franciscus B Sinartio <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, July 26, 2011 4:47 PM
Subject: [iagi-net-l] Bentu & Segat Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di 
Dunia 6.622 Tcf


Mau tanya tentang Bentu dan Segat:
1. Jadi sdh di confirm dari isotop C nya bahwa gas yang di Binio Fm itu 
biogenic gas?

2. bisa tolong di elaborate kenapa perlu analisa AVO untuk membedakan gas sand 
dan coal di Binio Fm.?
apakah memang karena tidak bisa dibedakan di P-impedance nya? dulu pernah 
mengerjakan kedua block itu dengan cepat dan dengan RMS amplitude saja sudah 
bisa membedakan gas sand nya dan confirm dengan well.  memang tidak bisa 
memperilhatkan seismic geomorphology yang memperlihatkan depositional system 
nya, karena amplitude nya sdh didominasi oleh gassandnya jadi yang kelihatan 
adalah amplitude yang confirm dengan structure.

sukses selalu ya di Bentu dan Segat.

fbs




________________________________
From: kartiko samodro <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, July 26, 2011 9:52:53 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf


Terima kasih Mas Radig  
 
kebetulan ada yang sudah mengirimkan ke saya.
 
2011/7/26 Radig Wisnu <[email protected]>

Pak Kartiko,
>
>
>Saya copy kan abstract dari paper mengenai biogenic gas di Bentu PSC yang di 
>kelola oleh Kalila. Jika tertarik membaca papernya akan saya kirim via japri. 
>
>
>ABSTRACT
>
>
>Biogenic gas has become an economic target of exploration and exploitation, 
>due to the high demand for gas. Its geological occurrence is easily 
>interpreted, it is significantly widespread, shallow and gas is of good 
>quality of gas with >98% content of CH4, low S and CO2 content. Production 
>tests from this blocks resulted in a production rate peak of 50 MMscfd at 
>Segat field. This paper presents a summary of Geology, Geochemistry and 
>Geophysical aspects, to assess Biogenic Gas accumulation in Bentu Block.
> 
>Biogenic gas origins were shown by carbon isotope analysis to be of d13C CH4 
>value -62 to -66 ‰. The main gas-bearing reservoir is a 7-25 foot thick sand 
>layer over a Late Miocene to Pliocene Binio Formation, at a depth of 600-2000 
>feet below sea level. The Binio formation was deposited in a coastal 
>environment that reflects the onset of marine regression. The gas is trapped 
>along a NW-SE anticlinal system, related to a reverse fault.
> 
>Seismically, existing data clearly exhibits strong amplitude anomalies or a 
>“bright spot” as a Direct Hydrocarbon Indicator. Furthermore, advanced 
>geophysical analysis: AVO, seismic attribute and LMR methods, were carried out 
>to confirm gas presence. The result of this analysis has been helpful to 
>distinguish between coal and gas bearing reservoirs, where coal revealed a 
>similar appearance in the seismic data. Seismic data were also important to 
>delineate lateral gas distribution and to explore prospects & leads in Bentu 
>Block.
> 
>Growing interest in gas exploration and development, and also a high demand 
>for gas supplies, encourage the  study  of  Biogenic  gas, which has nowadays 
>become important.
>
>Biogenic Gas characteristically occurs at a shallow depth and in high quality, 
>which makes this gas economically attractive for production. Bentu area, as 
>one of the proven and potential Biogenic gas targets, provides a typical 
>integration of Geological, Geochemical and also Geophysical aspects to assess 
>gas accumulation.
>
> 
>Keywords: Biogenic gas, shallow, good quality, exploration, development, 
>economic 
>
>
>
>
>Regards,
>Radig Wisnu Y
> 
>
>________________________________
> From: kartiko samodro <[email protected]>
>To: [email protected]
>
>Sent: Monday, July 25, 2011 8:32 AM
>
>Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
> 
>
>
>Salam Mbak Ratna dan Mas Oki 
> 
>sudah ada paper yang publish tentang biogenic gas di kalila ini ?
>
>
>2011/7/25 ratna asharina <[email protected]>
>
>Pak Dhe Rovicky mungkin bisa share soal Pematang Brown Shale di bekas daerah 
>jajahannya di Central Sumatra. Kalau nggak salah well MS DC di Malacca Strait 
>running test juga di Pematang shale karena gas reading yang tinggi kan?
>> 
>>salam,
>>rina
>>
>>
>>
>>
>>
>>________________________________
>> From: kartiko samodro <[email protected]>
>>
>>To: [email protected]
>>Sent: Sat, July 23, 2011 3:49:27 PM 
>>
>>Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
>> 
>>
>>Mas Wikan 
>>
>>Terima kasih infonya, menarik atau tidaknya shale tersebut bisa ditest  
>>dengan memproduksi shale tersebut. 
>>
>>Mungkin teman teman yang daerah bekerjanya berhubungan dengan Telisa, Gumai 
>>atau Pematang shale bisa mengusulkan kemungkinan  pilot project "gas shale", 
>>dengan menggunakan sumur yang telah menembus formasi shale tersebut  tapi 
>>sudah tdk berproduksi ( main reservoirnya sudah habis )  atau melalui 
>>deepening , yang tentu bisa menghemat biaya sumur untuk pilot project.
>>
>>Semoga saja bisa menarik dari sisi  reservoir dan ekonomisnya....(kalau 
>>geologinya kurang menarik kali ya ? explo shale sih...) 
>>
>>Salam
>>
>>Kartiko
>>_________________________________________________________________________________________________________
>>
>>
>>>Dari sisi geologi, apabila dapat dibuktikan formasi dangkal seperti Telisa 
>>>dan Gumai merupakan shale gas yang produktif tentunya akan menjadi resource 
>>>yang menarik. Tetapi kalau saya belum yakin keduanya memenuhi kriteria 
>>>sebagai self sourced shale gas. Sebagai jenis unconventional HC mungkin iya, 
>>>seperti tight rock (shaly sand) oil.
>>>
>>>Dikaitkan dengan producing analog (Haynesville atau Marcellus shale gas), 
>>>maka potensi basin center deep shale gas bisa jadi menarik, sebagai contoh 
>>>Grup Pematang. Seperti producing analog tersebut, tipe overpressured clayly 
>>>shale gas menjanjikan produksi yang cukup bagus. 
>>>
>>>Salam,
>>>
>>>WW
>>>
>>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>________________________________
>>> 
>>>From: kartiko samodro <[email protected]> 
>>>Date: Fri, 22 Jul 2011 20:39:15 +0800
>>>To: <[email protected]>
>>>ReplyTo: <[email protected]> 
>>>Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
>>>
>>>
>>>Mas Wikan dan Mbak Ratna, 
>>>
>>>
>>>Kriteria yang saya sampaikan lebih kepada kalau hendak memproduksi gas shale 
>>>di Indonesia seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Mas Vicky....
>>>
>>>
>>>Apakah memang kita bisa menemukan shale source rock yang matang dengan 
>>>kedalaman yang relative dangkal di Indonesia, sehingga bisa menekan biaya 
>>>produksi untuk gas shalenya. Kalau ternyata ongkos untuk memproduksi gas 
>>>shale ( dengan ribuan sumur dalam >1000 m , masih harus melakukan fracturing 
>>>atau horizontal untuk meningkatkan recoverynya) ternyata lebih mahal dari 
>>>CBM / konvensional gas di Indonesia, tentunya gas shale menjadi "kurang 
>>>menarik".
>>>
>>>
>>>Oleh karena itu saya sempat menanyakan apakah sampai saat ini ada lapangan 
>>>cbm yang sudah berproduksi secara ekonomis, sehingga bisa kita bandingkan 
>>>dengan produksi gas konvensional atau di masa yang akan datang dengan "gas 
>>>shale".
>>>
>>>
>>>2011/7/22 <[email protected]>
>>>
>>>Untuk kriteria dangkal, murah, dan mudah sepertinya tidak harus begitu. 
>>>>
>>>>Beberapa lapangan shale gas berproduksi berada pada kedalaman yang cukup 
>>>>dalam. Selain berkaitan dengan kematangan batuan sumber untuk berada pada 
>>>>jendela gas, juga kondisi menghasilkan tekanan tinggi (overpressure) 
>>>>merupakan kondisi yang akan mendukung untuk menghasilkan recovery yang 
>>>>lebih tinggi. 
>>>>
>>>>Sebuah penyiaran berita dari Woodmack menyebutkan bahwa saat ini shale gas 
>>>>dari Haynesville (lebih dalam dan clayly) telah terproduksi (2.8 bcf) 
>>>>melebihi Barnett (lebih dangkal dan brittle - 2.3 bcf). 
>>>>
>>>>Sulit dan mahal adalah model investasi untuk shale gas. Estimasi biaya per 
>>>>lokasi (pemboran dan perekahan hidraulik secara masif) sekitar USD15-20 jt 
>>>>dan memerlukan ratusan hingga ribuan sumur produksi horizontal dan 
>>>>observasi microseismic.
>>>>
>>>>Salam,
>>>>WW 
>>>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>>________________________________
>>>> 
>>>>From: kartiko samodro <[email protected]> 
>>>>Date: Thu, 21 Jul 2011 11:53:41 +0800
>>>>To: <[email protected]>
>>>>ReplyTo: <[email protected]> 
>>>>Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
>>>>
>>>>maksud saya : banyak organik konten dan sudah matang sbg source rock.
>>>>
>>>>
>>>>2011/7/21 kartiko samodro <[email protected]>
>>>>
>>>>sepertinya kriterianya tdk beda jauh dengan cbm....
>>>>>harus banyak organic content, dangkal sehingga mudah dan murah untuk 
>>>>>pemboran rapat /horizontal/ fracturing untuk meningkatkan recovery factor, 
>>>>>volume dan area penyebaran yang luas sehingga ekonomis.
>>>>> 
>>>>>Apakah ada gas/oil  shale di Indonesia seperti kriteria di atas ?
>>>>>mong omong gimana progress produksi cbm ya ? apa sudah ada yang  
>>>>>berproduksi secara ekonomis ?
>>>>> 
>>>>>2011/7/21 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>>>>>
>>>>>Dimana potensi Shale Gas dan Shale Oil di Indonesia ?
>>>>>>Telisa shale, Gumai Shale ?
>>>>>>
>>>>>>rdp
>>>>>>------------------------------------------------
>>>>>>EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf
>>>>>>
>>>>>>KAMIS, 21 JULI 2011 07:20 WIB
>>>>>>JAKARTA - Penemuan shale gas di Amerika telah mengubah gambaran gas 
>>>>>>secara dramatis. Peningkatan produksi shale gas telah mengubah AS dari 
>>>>>>importir gas menjadi mandiri dan juga turut mendorong harga gas untuk 
>>>>>>turun secara alami. Bahkan, menurut Annual Energy Outlook dari U.S. 
>>>>>>Energy Information Administration (EIA), output produksi gas  AS 
>>>>>>diperkirakan akan meningkat hampir tiga kali lipat antara 2009 dan 2035.
>>>>>>
>>>>>>Kesuksesan shale gas yang mengesankan di Amerika, mengundang pertanyaan 
>>>>>>tentang potensi shale gas global. Untuk itu, EIA menerbitkan laporan 
>>>>>>perkiraan volume shale gas global di luar Amerika Serikat. Laporan ini 
>>>>>>menandai upaya pertama perkiraan volume recoverable shale gas pada skala 
>>>>>>global. Perkiraan dilakukan dengan menilai 48 cekungan shale gas di 32 
>>>>>>negara di luar AS (di mana sumber dayanya telah diketahui). Sumber daya 
>>>>>>AS sendiri adalah sebesar 862 Tcf, sementara 48 cekungan global tersebut 
>>>>>>diperkirakan mengandung recoverable sumber daya shale gas 5.760 Tcf. 
>>>>>>Sehingga total recoverable sumber daya shale gas global menjadi sebesar 
>>>>>>6.622 Tcf.
>>>>>>
>>>>>>Dalam perspektif perbandingannya, perkiraan recoverable sumber daya gas 
>>>>>>dunia saat ini (tidak termasuk shale gas) adalah 16.000 Tcf, yang berarti 
>>>>>>sumber daya shale gas menambah lebih dari 40% volume gas dunia.
>>>>>>
>>>>>>Penelitian tersebut mengecualikan beberapa tipe potensi sumber daya shale 
>>>>>>gas oleh karena keterbatasan data, juga mengecualikan potensi di cekungan 
>>>>>>lepas pantai. Dengan demikian, potensi sumber daya shale gas tentu lebih 
>>>>>>besar dari ini hitungan awal ini.
>>>>>>
>>>>>>Namun demikian, pengembangan shale gas global mungkin akan terhambat oleh 
>>>>>>isu kelestarian lingkungan, karena fluida fracking yang digunakan dalam 
>>>>>>proses pengeboran shale gas, ditengarai mencemari air tanah. Alasan 
>>>>>>lainnya, eksplorasi shale gas global di luar Amerika Serikat dapat 
>>>>>>tertunda bila harga gas masih rendah. Akan lebih murah bagi negara-negara 
>>>>>>untuk membeli gas daripada untuk mengembangkan sumber daya mereka 
>>>>>>sendiri. Meksiko misalnya, saat ini membangun enam pembangkit listrik 
>>>>>>tenaga gas, tetapi berencana untuk meningkatkan impor gas sebagai bahan 
>>>>>>bakar pembangkitnya, meskipun perusahaan milik negara Petroleos Mexicanos 
>>>>>>(Pemex) baru saja menemukan sebanyak satu triliun kaki kubik cadangan gas.
>>>>>>
>>>>>>Dengan isu pemanasan global, kita semua membayangkan sumber daya 
>>>>>>terbarukan akan membangkitkan listrik kita di masa depan. Tetapi 
>>>>>>faktanya, batubara, minyak, dan gas alam saat ini mencukupi lebih dari 
>>>>>>80% kebutuhan energi dunia.  Kontribusi tenaga nuklir hanya 6%, dan 
>>>>>>energi terbarukan hanya 2% dari energi global (yang akan meningkat paling 
>>>>>>tinggi 7% pada 2035). Jadi sepertinya shale gas akan memainkan peran yang 
>>>>>>semakin penting ke depan. (KO/SM)
>>>>>>
>>>>>>http://www.esdm.go.id/news-archives/323-energi-baru-dan-terbarukan/4758-eia-potensi-shale-gas-di-dunia-6622-tcf.html
>>>>>>
>>>>>>-- 
>>>>>>"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>
>>>>
>>>
>>
>>
>
>
>

Kirim email ke