Tanya lagi ya. jadi hasil yang diberikan oleh AVO berbeda dengan hasil yang diberikan oleh P-impedance ? apakah area/ volume nya bertambah atau berkurang?
mungkin bisa diterangkan juga dari crossplot elastic properties nya. terima kasih ya. fbs ________________________________ From: Radig Wisnu <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Wed, July 27, 2011 7:42:18 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Bentu & Segat Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf Pak Frans, Untuk pertanyaan pertama memang dari analisa isotop menunjukkan gas yang ada di Binio Fm adalah biogenic gas. Karena nilainya kurang dari -60 0/00. Pertanyaan kedua, seperti kita ketahui bersama keberadaan gas memang bisa kita ketahui dengan ada nya bright spot. Namun sayang nya bright spot ini tidak selalu menunjukkan keberadaan gas, bisa jadi berupa coal atau tuning thickness. Dan ini juga yang menjadi kekhawatiran kami sehingga melakukan AVO analysis untuk lebih menyakinkan kami mengenai keberadaan shallow gas di area ini. Dan dari AVO analysis yang sudah kami lakukan confirm dengan data sumur. Regards, -Radig Wisnu Y- ________________________________ From: Franciscus B Sinartio <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, July 26, 2011 4:47 PM Subject: [iagi-net-l] Bentu & Segat Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf Mau tanya tentang Bentu dan Segat: 1. Jadi sdh di confirm dari isotop C nya bahwa gas yang di Binio Fm itu biogenic gas? 2. bisa tolong di elaborate kenapa perlu analisa AVO untuk membedakan gas sand dan coal di Binio Fm.? apakah memang karena tidak bisa dibedakan di P-impedance nya? dulu pernah mengerjakan kedua block itu dengan cepat dan dengan RMS amplitude saja sudah bisa membedakan gas sand nya dan confirm dengan well. memang tidak bisa memperilhatkan seismic geomorphology yang memperlihatkan depositional system nya, karena amplitude nya sdh didominasi oleh gassandnya jadi yang kelihatan adalah amplitude yang confirm dengan structure. sukses selalu ya di Bentu dan Segat. fbs ________________________________ From: kartiko samodro <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, July 26, 2011 9:52:53 AM Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf Terima kasih Mas Radig kebetulan ada yang sudah mengirimkan ke saya. 2011/7/26 Radig Wisnu <[email protected]> Pak Kartiko, > > >Saya copy kan abstract dari paper mengenai biogenic gas di Bentu PSC yang di >kelola oleh Kalila. Jika tertarik membaca papernya akan saya kirim via japri. > > >ABSTRACT > > >Biogenic gas has become an economic target of exploration and exploitation, >due >to the high demand for gas. Its geological occurrence is easily interpreted, >it >is significantly widespread, shallow and gas is of good quality of gas with >>98% >content of CH4, low S and CO2 content. Production tests from this blocks >resulted in a production rate peak of 50 MMscfd at Segat field. This paper >presents a summary of Geology, Geochemistry and Geophysical aspects, to assess >Biogenic Gas accumulation in Bentu Block. > >Biogenic gas origins were shown by carbon isotope analysis to be of d13C CH4 >value -62 to -66 ‰. The main gas-bearing reservoir is a 7-25 foot thick sand >layer over a Late Miocene to Pliocene Binio Formation, at a depth of 600-2000 >feet below sea level. The Binio formation was deposited in a coastal >environment >that reflects the onset of marine regression. The gas is trapped along a NW-SE >anticlinal system, related to a reverse fault. > >Seismically, existing data clearly exhibits strong amplitude anomalies or a >“bright spot” as a Direct Hydrocarbon Indicator. Furthermore, advanced >geophysical analysis: AVO, seismic attribute and LMR methods, were carried out >to confirm gas presence. The result of this analysis has been helpful to >distinguish between coal and gas bearing reservoirs, where coal revealed a >similar appearance in the seismic data. Seismic data were also important to >delineate lateral gas distribution and to explore prospects & leads in Bentu >Block. > >Growing interest in gas exploration and development, and also a high demand >for >gas supplies, encourage the study of Biogenic gas, which has nowadays >become >important. > >Biogenic Gas characteristically occurs at a shallow depth and in high quality, >which makes this gas economically attractive for production. Bentu area, as >one >of the proven and potential Biogenic gas targets, provides a typical >integration >of Geological, Geochemical and also Geophysical aspects to assess gas >accumulation. > > >Keywords: Biogenic gas, shallow, good quality, exploration, development, >economic > > > > >Regards, >Radig Wisnu Y > > ________________________________ From: kartiko samodro <[email protected]> >To: [email protected] > >Sent: Monday, July 25, 2011 8:32 AM > >Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf > > > >Salam Mbak Ratna dan Mas Oki > >sudah ada paper yang publish tentang biogenic gas di kalila ini ? > > >2011/7/25 ratna asharina <[email protected]> > >Pak Dhe Rovicky mungkin bisa share soal Pematang Brown Shale di bekas daerah >jajahannya di Central Sumatra. Kalau nggak salah well MS DC di Malacca Strait >running test juga di Pematang shale karena gas reading yang tinggi kan? >> >>salam, >>rina >> >> >> >> >> ________________________________ From: kartiko samodro <[email protected]> >> >>To: [email protected] >>Sent: Sat, July 23, 2011 3:49:27 PM >> >>Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf >> >> >>Mas Wikan >> >>Terima kasih infonya, menarik atau tidaknya shale tersebut bisa ditest >>dengan >>memproduksi shale tersebut. >> >> >>Mungkin teman teman yang daerah bekerjanya berhubungan dengan Telisa, Gumai >>atau >>Pematang shale bisa mengusulkan kemungkinan pilot project "gas shale", >>dengan >>menggunakan sumur yang telah menembus formasi shale tersebut tapi sudah tdk >>berproduksi ( main reservoirnya sudah habis ) atau melalui deepening , yang >>tentu bisa menghemat biaya sumur untuk pilot project. >> >>Semoga saja bisa menarik dari sisi reservoir dan ekonomisnya....(kalau >>geologinya kurang menarik kali ya ? explo shale sih...) >> >> >>Salam >> >>Kartiko >>_________________________________________________________________________________________________________ >> >> >> >>>Dari sisi geologi, apabila dapat dibuktikan formasi dangkal seperti Telisa >>>dan >>>Gumai merupakan shale gas yang produktif tentunya akan menjadi resource yang >>>menarik. Tetapi kalau saya belum yakin keduanya memenuhi kriteria sebagai >>>self >>>sourced shale gas. Sebagai jenis unconventional HC mungkin iya, seperti >>>tight >>>rock (shaly sand) oil. >>> >>>Dikaitkan dengan producing analog (Haynesville atau Marcellus shale gas), >>>maka >>>potensi basin center deep shale gas bisa jadi menarik, sebagai contoh Grup >>>Pematang. Seperti producing analog tersebut, tipe overpressured clayly shale >>>gas >>>menjanjikan produksi yang cukup bagus. >>> >>> >>>Salam, >>> >>>WW >>> >>>Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >>>From: kartiko samodro <[email protected]> >>>Date: Fri, 22 Jul 2011 20:39:15 +0800 >>>To: <[email protected]> >>>ReplyTo: <[email protected]> >>>Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf >>> >>> >>>Mas Wikan dan Mbak Ratna, >>> >>> >>>Kriteria yang saya sampaikan lebih kepada kalau hendak memproduksi gas shale >>>di >>>Indonesia seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Mas Vicky.... >>> >>> >>>Apakah memang kita bisa menemukan shale source rock yang matang dengan >>>kedalaman >>>yang relative dangkal di Indonesia, sehingga bisa menekan biaya produksi >>>untuk >>>gas shalenya. Kalau ternyata ongkos untuk memproduksi gas shale ( dengan >>>ribuan >>>sumur dalam >1000 m , masih harus melakukan fracturing atau horizontal untuk >>>meningkatkan recoverynya) ternyata lebih mahal dari CBM / konvensional gas >>>di >>>Indonesia, tentunya gas shale menjadi "kurang menarik". >>> >>> >>>Oleh karena itu saya sempat menanyakan apakah sampai saat ini ada lapangan >>>cbm >>>yang sudah berproduksi secara ekonomis, sehingga bisa kita bandingkan dengan >>>produksi gas konvensional atau di masa yang akan datang dengan "gas shale". >>> >>> >>>2011/7/22 <[email protected]> >>> >>>Untuk kriteria dangkal, murah, dan mudah sepertinya tidak harus begitu. >>>> >>>>Beberapa lapangan shale gas berproduksi berada pada kedalaman yang cukup >>>>dalam. >>>>Selain berkaitan dengan kematangan batuan sumber untuk berada pada jendela >>>>gas, >>>>juga kondisi menghasilkan tekanan tinggi (overpressure) merupakan kondisi >>>>yang >>>>akan mendukung untuk menghasilkan recovery yang lebih tinggi. >>>> >>>> >>>>Sebuah penyiaran berita dari Woodmack menyebutkan bahwa saat ini shale gas >>>>dari >>>>Haynesville (lebih dalam dan clayly) telah terproduksi (2.8 bcf) melebihi >>>>Barnett (lebih dangkal dan brittle - 2.3 bcf). >>>> >>>> >>>>Sulit dan mahal adalah model investasi untuk shale gas. Estimasi biaya per >>>>lokasi (pemboran dan perekahan hidraulik secara masif) sekitar USD15-20 jt >>>>dan >>>>memerlukan ratusan hingga ribuan sumur produksi horizontal dan observasi >>>>microseismic. >>>> >>>>Salam, >>>>WW >>>>Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >>>>From: kartiko samodro <[email protected]> >>>>Date: Thu, 21 Jul 2011 11:53:41 +0800 >>>>To: <[email protected]> >>>>ReplyTo: <[email protected]> >>>>Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf >>>> >>>>maksud saya : banyak organik konten dan sudah matang sbg source rock. >>>> >>>> >>>>2011/7/21 kartiko samodro <[email protected]> >>>> >>>>sepertinya kriterianya tdk beda jauh dengan cbm.... >>>>>harus banyak organic content, dangkal sehingga mudah dan murah untuk >>>>>pemboran rapat /horizontal/ fracturing untuk meningkatkan recovery factor, >>>>>volume dan area penyebaran yang luas sehingga ekonomis. >>>>> >>>>>Apakah ada gas/oil shale di Indonesia seperti kriteria di atas ? >>>>>mong omong gimana progress produksi cbm ya ? apa sudah ada yang >>>>>berproduksi >>>>>secara ekonomis ? >>>>> >>>>>2011/7/21 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >>>>> >>>>>Dimana potensi Shale Gas dan Shale Oil di Indonesia ? >>>>>>Telisa shale, Gumai Shale ? >>>>>> >>>>>>rdp >>>>>>------------------------------------------------ >>>>>>EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf >>>>>> >>>>>>KAMIS, 21 JULI 2011 07:20 WIB >>>>>>JAKARTA - Penemuan shale gas di Amerika telah mengubah gambaran gas >>>>>>secara >>>>>>dramatis. Peningkatan produksi shale gas telah mengubah AS dari importir >>>>>>gas >>>>>>menjadi mandiri dan juga turut mendorong harga gas untuk turun secara >>>>>>alami. >>>>>>Bahkan, menurut Annual Energy Outlook dari U.S. Energy Information >>>>>>Administration (EIA), output produksi gas AS diperkirakan akan meningkat >>>>>>hampir >>>>>>tiga kali lipat antara 2009 dan 2035. >>>>>> >>>>>>Kesuksesan shale gas yang mengesankan di Amerika, mengundang pertanyaan >>>>>>tentang >>>>>>potensi shale gas global. Untuk itu, EIA menerbitkan laporan perkiraan >>>>>>volume >>>>>>shale gas global di luar Amerika Serikat. Laporan ini menandai upaya >>>>>>pertama >>>>>>perkiraan volume recoverable shale gas pada skala global. Perkiraan >>>>>>dilakukan >>>>>>dengan menilai 48 cekungan shale gas di 32 negara di luar AS (di mana >>>>>>sumber >>>>>>dayanya telah diketahui). Sumber daya AS sendiri adalah sebesar 862 Tcf, >>>>>>sementara 48 cekungan global tersebut diperkirakan mengandung recoverable >>>>>>sumber >>>>>>daya shale gas 5.760 Tcf. Sehingga total recoverable sumber daya shale >>>>>>gas >>>>>>global menjadi sebesar 6.622 Tcf. >>>>>> >>>>>>Dalam perspektif perbandingannya, perkiraan recoverable sumber daya gas >>>>>>dunia >>>>>>saat ini (tidak termasuk shale gas) adalah 16.000 Tcf, yang berarti >>>>>>sumber daya >>>>>>shale gas menambah lebih dari 40% volume gas dunia. >>>>>> >>>>>>Penelitian tersebut mengecualikan beberapa tipe potensi sumber daya shale >>>>>>gas >>>>>>oleh karena keterbatasan data, juga mengecualikan potensi di cekungan >>>>>>lepas >>>>>>pantai. Dengan demikian, potensi sumber daya shale gas tentu lebih besar >>>>>>dari >>>>>>ini hitungan awal ini. >>>>>> >>>>>>Namun demikian, pengembangan shale gas global mungkin akan terhambat oleh >>>>>>isu >>>>>>kelestarian lingkungan, karena fluida fracking yang digunakan dalam >>>>>>proses >>>>>>pengeboran shale gas, ditengarai mencemari air tanah. Alasan lainnya, >>>>>>eksplorasi >>>>>>shale gas global di luar Amerika Serikat dapat tertunda bila harga gas >>>>>>masih >>>>>>rendah. Akan lebih murah bagi negara-negara untuk membeli gas daripada >>>>>>untuk >>>>>>mengembangkan sumber daya mereka sendiri. Meksiko misalnya, saat ini >>>>>>membangun >>>>>>enam pembangkit listrik tenaga gas, tetapi berencana untuk meningkatkan >>>>>>impor >>>>>>gas sebagai bahan bakar pembangkitnya, meskipun perusahaan milik negara >>>>>>Petroleos Mexicanos (Pemex) baru saja menemukan sebanyak satu triliun >>>>>>kaki kubik >>>>>>cadangan gas. >>>>>> >>>>>>Dengan isu pemanasan global, kita semua membayangkan sumber daya >>>>>>terbarukan akan >>>>>>membangkitkan listrik kita di masa depan. Tetapi faktanya, batubara, >>>>>>minyak, dan >>>>>>gas alam saat ini mencukupi lebih dari 80% kebutuhan energi dunia. >>>>>>Kontribusi >>>>>>tenaga nuklir hanya 6%, dan energi terbarukan hanya 2% dari energi global >>>>>>(yang >>>>>>akan meningkat paling tinggi 7% pada 2035). Jadi sepertinya shale gas >>>>>>akan >>>>>>memainkan peran yang semakin penting ke depan. (KO/SM) >>>>>> >>>>>>http://www.esdm.go.id/news-archives/323-energi-baru-dan-terbarukan/4758-eia-potensi-shale-gas-di-dunia-6622-tcf.html >>>>>> >>>>>> >>>>>>-- >>>>>>"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !" >>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>> >>>> >>> > >> > > >

