Pak Oki, Sebaiknya sebelum melakukan pemboran sumur produksi shale gas horizontal dan perekahan hidraulik secara masif, dilakukan pemboran sumur vertikal terlebih dahulu (sumur eksplorasi-appraisal) dengan tujuan mengetahui karakter shale gas target kita. Berbagai shale gas reservoir yang telah diproduksi adalah unik, sehingga adalah penting untuk penentuan analogi yang paling sesuai bagi desain perekahan hidraulik, selain juga penentuan sweet spot dan karakter batuan (brittleness, mineralogi, stress field, parameter moduli, dll) serta komposisi gas.
Sumur vertikal juga dapat dimanfaatkan untuk observasi microseismic saat dilaksanakan perekahan hidraulik di sumur horizontal. Selain juga dimanfaatkan untuk uji coba casing dan tubular yang sesuai untuk digunakan pada sumur horizontal. Perlu diingat bahwa perekahan hidraulik yang akan dilakukan pada shale gas adalah perekahan multi stage dengan volume dan tekanan yang masif (biaya mencapai USD5-10jt per lokasi). Saya pikir terlalu beresiko untuk langsung dengan pemboran sumur horizontal bila belum ada data yang mencukupi. Ada sebuah kasus sumur pertama shale gas langsung berupa sumur horizontal seharga USD8jt yang ternyata tidak mampu dilakukan perekahan. Tetapi apabila telah dimiliki data-data terkait hal di atas dari sumur-sumur yang telah ada, tentunya bisa langsung mendesain sumur produksi horizontal maupun perekahan hidrauliknya. Kalau bisa malah side track dari sumur yang telah ada tersebut. Salam, WW Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: o - musakti <[email protected]> Date: Sat, 23 Jul 2011 02:13:40 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf Kan kudu horizontal well dan mengarah ke least tectonic stress supaya frac nya bisa optimum. Kalau ngetest pakai vertical well, jangan-jangan cuma gas sendawa aja yang keluar .... ; ) On Sat, 23 Jul 2011 14:49 ICT kartiko samodro wrote: >Mas Wikan > >Terima kasih infonya, menarik atau tidaknya shale tersebut bisa ditest >dengan memproduksi shale tersebut. > >Mungkin teman teman yang daerah bekerjanya berhubungan dengan Telisa, Gumai >atau Pematang shale bisa mengusulkan kemungkinan pilot project "gas shale", >dengan menggunakan sumur yang telah menembus formasi shale tersebut tapi >sudah tdk berproduksi ( main reservoirnya sudah habis ) atau melalui >deepening , yang tentu bisa menghemat biaya sumur untuk pilot project. > >Semoga saja bisa menarik dari sisi reservoir dan ekonomisnya....(kalau >geologinya kurang menarik kali ya ? explo shale sih...) > >Salam > >Kartiko >_________________________________________________________________________________________________________ > >> >> Dari sisi geologi, apabila dapat dibuktikan formasi dangkal seperti Telisa >> dan Gumai merupakan shale gas yang produktif tentunya akan menjadi resource >> yang menarik. Tetapi kalau saya belum yakin keduanya memenuhi kriteria >> sebagai self sourced shale gas. Sebagai jenis unconventional HC mungkin iya, >> seperti tight rock (shaly sand) oil. >> >> Dikaitkan dengan producing analog (Haynesville atau Marcellus shale gas), >> maka potensi basin center deep shale gas bisa jadi menarik, sebagai contoh >> Grup Pematang. Seperti producing analog tersebut, tipe overpressured clayly >> shale gas menjanjikan produksi yang cukup bagus. >> >> Salam, >> WW >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * kartiko samodro <[email protected]> >> *Date: *Fri, 22 Jul 2011 20:39:15 +0800 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * <[email protected]> >> *Subject: *Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf >> >> Mas Wikan dan Mbak Ratna, >> >> Kriteria yang saya sampaikan lebih kepada kalau hendak memproduksi gas >> shale di Indonesia seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Mas Vicky.... >> >> Apakah memang kita bisa menemukan shale source rock yang matang dengan >> kedalaman yang relative dangkal di Indonesia, sehingga bisa menekan biaya >> produksi untuk gas shalenya. Kalau ternyata ongkos untuk memproduksi gas >> shale ( dengan ribuan sumur dalam >1000 m , masih harus melakukan fracturing >> atau horizontal untuk meningkatkan recoverynya) ternyata lebih mahal dari >> CBM / konvensional gas di Indonesia, tentunya gas shale menjadi "kurang >> menarik". >> >> Oleh karena itu saya sempat menanyakan apakah sampai saat ini ada lapangan >> cbm yang sudah berproduksi secara ekonomis, sehingga bisa kita bandingkan >> dengan produksi gas konvensional atau di masa yang akan datang dengan "gas >> shale". >> >> 2011/7/22 <[email protected]> >> >>> Untuk kriteria dangkal, murah, dan mudah sepertinya tidak harus begitu. >>> >>> Beberapa lapangan shale gas berproduksi berada pada kedalaman yang cukup >>> dalam. Selain berkaitan dengan kematangan batuan sumber untuk berada pada >>> jendela gas, juga kondisi menghasilkan tekanan tinggi (overpressure) >>> merupakan kondisi yang akan mendukung untuk menghasilkan recovery yang lebih >>> tinggi. >>> >>> Sebuah penyiaran berita dari Woodmack menyebutkan bahwa saat ini shale gas >>> dari Haynesville (lebih dalam dan clayly) telah terproduksi (2.8 bcf) >>> melebihi Barnett (lebih dangkal dan brittle - 2.3 bcf). >>> >>> Sulit dan mahal adalah model investasi untuk shale gas. Estimasi biaya per >>> lokasi (pemboran dan perekahan hidraulik secara masif) sekitar USD15-20 jt >>> dan memerlukan ratusan hingga ribuan sumur produksi horizontal dan observasi >>> microseismic. >>> >>> Salam, >>> WW >>> >>> Powered by Telkomsel BlackBerry® >>> ------------------------------ >>> *From: * kartiko samodro <[email protected]> >>> *Date: *Thu, 21 Jul 2011 11:53:41 +0800 >>> *To: *<[email protected]> >>> *ReplyTo: * <[email protected]> >>> *Subject: *Re: [iagi-net-l] EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf >>> >>> maksud saya : banyak organik konten dan sudah matang sbg source rock. >>> >>> 2011/7/21 kartiko samodro <[email protected]> >>> >>>> sepertinya kriterianya tdk beda jauh dengan cbm.... >>>> harus banyak organic content, dangkal sehingga mudah dan murah untuk >>>> pemboran rapat /horizontal/ fracturing untuk meningkatkan recovery factor, >>>> volume dan area penyebaran yang luas sehingga ekonomis. >>>> >>>> Apakah ada gas/oil shale di Indonesia seperti kriteria di atas ? >>>> mong omong gimana progress produksi cbm ya ? apa sudah ada yang >>>> berproduksi secara ekonomis ? >>>> >>>> 2011/7/21 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >>>> >>>>> Dimana potensi Shale Gas dan Shale Oil di Indonesia ? >>>>> Telisa shale, Gumai Shale ? >>>>> >>>>> rdp >>>>> ------------------------------------------------ >>>>> EIA: Potensi Shale Gas di Dunia 6.622 Tcf >>>>> >>>>> KAMIS, 21 JULI 2011 07:20 WIB >>>>> JAKARTA - Penemuan shale gas di Amerika telah mengubah gambaran gas >>>>> secara dramatis. Peningkatan produksi shale gas telah mengubah AS dari >>>>> importir gas menjadi mandiri dan juga turut mendorong harga gas untuk >>>>> turun >>>>> secara alami. Bahkan, menurut Annual Energy Outlook dari U.S. Energy >>>>> Information Administration (EIA), output produksi gas AS diperkirakan >>>>> akan >>>>> meningkat hampir tiga kali lipat antara 2009 dan 2035. >>>>> >>>>> Kesuksesan shale gas yang mengesankan di Amerika, mengundang pertanyaan >>>>> tentang potensi shale gas global. Untuk itu, EIA menerbitkan laporan >>>>> perkiraan volume shale gas global di luar Amerika Serikat. Laporan ini >>>>> menandai upaya pertama perkiraan volume recoverable shale gas pada skala >>>>> global. Perkiraan dilakukan dengan menilai 48 cekungan shale gas di 32 >>>>> negara di luar AS (di mana sumber dayanya telah diketahui). Sumber daya AS >>>>> sendiri adalah sebesar 862 Tcf, sementara 48 cekungan global tersebut >>>>> diperkirakan mengandung recoverable sumber daya shale gas 5.760 Tcf. >>>>> Sehingga total recoverable sumber daya shale gas global menjadi sebesar >>>>> 6.622 Tcf. >>>>> >>>>> Dalam perspektif perbandingannya, perkiraan recoverable sumber daya gas >>>>> dunia saat ini (tidak termasuk shale gas) adalah 16.000 Tcf, yang berarti >>>>> sumber daya shale gas menambah lebih dari 40% volume gas dunia. >>>>> >>>>> Penelitian tersebut mengecualikan beberapa tipe potensi sumber daya >>>>> shale gas oleh karena keterbatasan data, juga mengecualikan potensi di >>>>> cekungan lepas pantai. Dengan demikian, potensi sumber daya shale gas >>>>> tentu >>>>> lebih besar dari ini hitungan awal ini. >>>>> >>>>> Namun demikian, pengembangan shale gas global mungkin akan terhambat >>>>> oleh isu kelestarian lingkungan, karena fluida fracking yang digunakan >>>>> dalam >>>>> proses pengeboran shale gas, ditengarai mencemari air tanah. Alasan >>>>> lainnya, >>>>> eksplorasi shale gas global di luar Amerika Serikat dapat tertunda bila >>>>> harga gas masih rendah. Akan lebih murah bagi negara-negara untuk membeli >>>>> gas daripada untuk mengembangkan sumber daya mereka sendiri. Meksiko >>>>> misalnya, saat ini membangun enam pembangkit listrik tenaga gas, tetapi >>>>> berencana untuk meningkatkan impor gas sebagai bahan bakar pembangkitnya, >>>>> meskipun perusahaan milik negara Petroleos Mexicanos (Pemex) baru saja >>>>> menemukan sebanyak satu triliun kaki kubik cadangan gas. >>>>> >>>>> Dengan isu pemanasan global, kita semua membayangkan sumber daya >>>>> terbarukan akan membangkitkan listrik kita di masa depan. Tetapi faktanya, >>>>> batubara, minyak, dan gas alam saat ini mencukupi lebih dari 80% kebutuhan >>>>> energi dunia. Kontribusi tenaga nuklir hanya 6%, dan energi terbarukan >>>>> hanya 2% dari energi global (yang akan meningkat paling tinggi 7% pada >>>>> 2035). Jadi sepertinya shale gas akan memainkan peran yang semakin penting >>>>> ke depan. (KO/SM) >>>>> >>>>> >>>>> http://www.esdm.go.id/news-archives/323-energi-baru-dan-terbarukan/4758-eia-potensi-shale-gas-di-dunia-6622-tcf.html >>>>> >>>>> -- >>>>> *"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"* >>>>> >>>>> >>>>> >>>> >>> >> -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

