VOTING ...usul yang super sekali (meminjam bahasa Mario Teguh) :) ...setuju 
dengan voting, minimal supaya debat kusir ini segera berakhir :) ...

Daripada kebanyakan berargumentasi, kalau boleh usil mengusulkan konten voting 
sbb.:

SETUJU / TIDAK SETUJU kah anda apabila :
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, 
dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan, terutama Pasal 32, ayat-1 yang 
berbunyi " Bahasa Indonesia WAJIB digunakan dalam forum yang bersifat nasional 
atau forum yang bersifat internasional di Indonesia".
Digunakan sebagai acuan pelaksanaan PIT IAGI, PIT HAGI, Konferensi Bersama 
IAGI-HAGI ?

Pak Moderator, mungkin sudah saatnya diskusi untuk subyek ini masuk ke milis 
OOT...

Salam,
MJP


From: rakhmadi avianto [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, October 04, 2011 9:58 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI & 
HAGI (?)

Ini debat mengenai "kum" ini bisa ngarah ke debat kusir lho, apalagi di komen 
seolah2 industri itu nulis untuk sharing knowledge dan tak bernilai, apa bener 
begitu?

Subject pokoknya pak Awang punya usul untuk IAGI di Inggriskan, ada yg setuju 
ada yg tidak, nah kalo kepepet ya di voting aja.

Kalau menurut saya, penggunaan bhs Inggris di forum ilmiyah itu penting kenapa 
karena untuk dapat kerja dg gaji yg bagus basic bahasa Inggris ini perlu, apa 
lagi lokal market sudah mulai saturated, shg lulusan geologi perlu melongok ke 
SEA, ME Eropa, US dan Latin America. Dan fakatanya sudah banyak alumnus Univ 
Indonesia yg melanglang buana spt itu, sebelum GO International ga ada salahnya 
IAGI sbg wadah / training ground untuk ber Inggris ria, Nah UUD khan (ujung2e 
duwit)

Sebagai tambahan yg pertama mengkonsep Seq.Strat adalah dari Industri bukan 
dari kampus, ya orang industri kan lulusan kampus juga toh, gah usah repot lah 
yg gini2 ini kok arahnya gengsi2 an antara kampus dan industri, sebenere kampus 
dan industri itu sangat erat hubungannya melebihi saudara

Agak aneh kalo ada seorang peneliti yg ngga paham bahasa Inggris rasanya ngga 
ada, itu setau saya, lha kalau memang tidak ada handicap ya monggo kita pake 
bahasa Inggris di IAGI.

Suwun
Avi NPA 0666

2011/10/4 Fajar Lubis <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Jangan salah paham dulu mas..

Penilaian Kum di pemerintahan (institusi penelitian atau pendidikan) adalah 
berdasarkan makalah yang disajikan itu di"review" atau tidak, serta ditampilkan 
dalam seminar atau makalah yang memiliki dampak ("citation impact") yang tinggi 
atau bukan.

Jadi dalam kasus PIT IAGI atau IPA, makalah ini akan memiliki nilai kum yang 
sama (nilai kumnya akan lebih kecil kalau prosidingnya tidak di"review", 
bersifat nasional dan diterbitkan pada saat pertemuan berlangsung).

Berbeda untuk kalangan industri, makalah yang ditampilkan akan dipilih dalam 
forum dengan minatan dan komunitas tertentu. Sehingga diharapkan dapat menjadi 
ajang promosi, sharing informasi atau keperluan perusahaan lainnya. Tidak ada 
unsur kum dalam hal ini, karena memang tidak dihitung.

Untuk soal gengsi, lebih baik mari kita bersama-sama menuliskan hasil terbaik 
kita dan publikasikan dalam PIT IAGI. Sejalan dengan waktu, itu akan terus 
meningkatkan kualitas PIT IAGI kita ini.


Salam,
Fajar (2448)


________________________________
Mas Minarwan <[email protected]<mailto:[email protected]>> sampun nyerat

Saya jadi tergelitik untuk berkomentar. Dari berbagai diskusi yang
saya pantau di topik ini, fakta yang muncul adalah:

1. Kum untuk makalah yang dipresentasikan di IPA lebih tinggi daripada
kum makalah yang dipresentasikan di PIT IAGI. Kalau memang demikian
faktanya, ternyata pemerintah memang menganggap PIT IAGI tidak lebih
penting daripada IPA Convention.

2. Jika kita mencari kum, mengirimkan makalah ke IPA Convention tentu
lebih menguntungkan daripada mengirimkan makalah ke PIT IAGI. Sayang
sekali, IPA Convention hanya untuk orang-orang yang bermain di bidang
migas, kalau mereka berasal dari bidang Tata Lingkungan, mereka tidak
memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan nilai kum yang sama
sehingga saya pikir kok kurang adil. Maaf, bukan hendak memanas-manasi
lho.

Jadi, kita memang perlu mencari jalan keluar untuk meningkatkan gengsi
PIT IAGI, minimal di mata pemerintah dulu sehingga nanti makalah
terbaik dari bidang migas juga akan dikirimkan ke PIT IAGI.

Salam
Minarwan
NPA 1590


***** This message may contain confidential and/or privileged information. If 
you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you 
must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any 
information herein. If you have received this communication in error, please 
notify us immediately by responding to this email and then delete it from your 
system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete 
transmission of the information contained in this communication nor for any 
delay in its receipt. *****

Kirim email ke