Dari tulisan Pak Wid di milis sebelah.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Widjajono Partowidagdo <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 20 Jan 2012 07:24:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [IA-ITB] Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi Subsidi Harga BBM






Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi Subsidi Harga BBM
 
Oleh: Widjajono Partowidagdo
 
Tahun 2011 subsidi harga BBM untuk transportasi dan LPG adalah Rp. 165 Triliyun 
dan subsidi untuk listrik (yang sebagian besar diakibatkan oleh BBM) Rp. 90 
Trilyun, sehingga totalnya Rp. 255 Trilyun, padahal pendapatan pemerintah dari 
migas Rp 272 trilyun. Lebih baik subsidi harga BBM tersebut digunakan untuk 
membuat  orang2 miskin menjadi lebih sejahtera, perdesaan dan daerah lebih 
maju, infrastuktur lebih baik dan kemampuan nasional meningkat sehingga kita 
bisa lebih mandiri (produksi migas dan tambang, pertanian, pesawat, mobil, 
kapal, kereta api, senjata Nasional meningkat) dan Indonesia lebih cepat 
menjadi Negara Maju yang Terpandang..
 
Jangan membandingkan Indonesia dengan Nigeria. Cadangan minyak terbukti Nigeria 
36 milyar barel dan Indonesia 3,7 milyar barel, produksi minyak Nigeria 2,6 
juta barel per hari sedang Indonesia 0,9 juta barel per hari, penduduk Nigeria 
136 juta dan Indonesia 241 juta sehingga konsumsi minyak Nigeria diperkirakan 
0,65 juta barel per hari dan Indonesia 1,3 juta barel per hari. Jadi, kalau 
penduduk Nigeria protes harga BBM dinaikkan maka wajar saja karena Nigeria kaya 
minyak. Hanya negara yang kaya minyak seperti Saudi dan Venezuela BBM nya murah 
sekali. Produksi minyak Indonesia 2011 adalah 902 ribu B/D, ekspornya 361 ribu 
B/D dan Impor minyak 272 ribu B/D dan BBM 499 ribu B/D. Mengimpor (Minyak dan 
BBM) 771 ribu barel per hari menunjukkan bahwa kita tidak kaya minyak, padahal 
minyak adalah energi yang paling mahal. Orang yang tidak kaya tetapi memakai 
barang mahal pasti hidupnya susah.
 
Negara2 Amerika Latin yang anti Neolib seperti Brasil, Argentina dan Chili BBM 
nya tidak disubsidi, akibatnya BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Industri Nasional 
(mobil, pesawat, senjata dan pertanian) nya berkembang. Bahkan Brasil sekarang 
menjadi Negara Idola disamping Rusia, India, Cina dan Korea (BRICK) . Brasil 
bahkan sudah menguasai Teknologi Migas Lepas Pantai disamping Cadangan dan 
produksi minyaknya meningkat pesat. Petrobras adalah Perusahaan Migas 
terpandang di Dunia. Di India maupun Cina  dan bahkan Vietnam tidak ada subsidi 
BBM tetapi transportasi umum disubsidi sehingga nyaman dan Industri Nasionalnya 
meningkat pesat.
 
  




Ada beberapa Cara untuk mengurangi Subsidi Harga BBM::
Naikkan harga premium untuk mobil pribadi tiap tahun, sebagai contoh 1 April 
Tahun 2012 menjadi Rp 6.000 per liter, 2013 menjadi Rp 7.000 per liter dan 2014 
menjadi Harga Pasar (sekirtar Rp 8.000 per liter). 
 
Naikkan harga premium untuk mobil pribadi secara otomatis 5% tiap bulan. 
Akibatnya dalam 18 bulan harga menjadi Rp 8100/ liter.  Hal ini pernah 
diberlakukan di Inggris untuk penyesuaian harga listrik. Naikkan harga premium 
1 April 2012 menjadi harga pasar (sekarang Rp 8200/liter) untuk Jakarta 
dulu lalu disusul daerah2 lainnya sampai akhir 2014.  
Harga Premium terdiri dari Biaya Premium + Alpha + Pajak. Saat ini biaya 
premium ( USD 110/ barel) atau Rp 6.500/ liter dan margin Rp 700 /liter serta 
pajak (15%) Rp 1.000/liter maka Harga Premium adalah Rp 8200/ liter. Apabila 1 
April 2012 ini Alpha (Biaya distribusi + Margin) dan Pajak ditanggung 
Pemerintah maka Harga Premium adalah Rp 6500/liter. 1 April 2013 bisa hanya 
Pajak yang ditanggung Pemerintah sehingga Harga Premium Rp 7200/liter dan 1 
April 2014 dikenakan Pajak maka Harga Premium Rp 8200/ liter (tergantung harga 
minyak dan kurs dolar). 
 
Catatan: Untuk semua opsi diatas mulai 1 April 2012 (bahkan sebaiknya mulai 
hari ini) perbaiki transportasi umum dan kendaraan umum beralih ke BBG. 
Kendaraan pribadi dapat memakai memakai BBM tidak bersubsidi atau BBG. 

Kirim email ke