Dengan revolusi shale gas, AS sekarang kembali self sufficient bahkan mungkin tidak lama lagi bakal kembali menjadi exportir gas. Harga spot price di Henry hub sekarang turn jadi 2.37 $ per MMBTU sedangkan harga futurenya malah terendah dalam 10 tahun terahir. Ini meskipun sedang musim dingin di belahan utara plus demand meningkat dari jepang paska kecelakaan reaktor nuklir.
Kesimpulannya, kalau mau berburu gas, ya sekarang ini saatnya. Banyak analis meramalkan bahwa dalam 10 tahun mendatang glut gas masih akan tetap berlangsung. Buat saya, saat ini yang paling gampang ya impor saja LNG dengan kontrak jangka menengah dan panjang. Kalau perlu izinkan multinationals yang pegang kps untuk jadi importir LNG dengan syarat mereka bangun receiving terminal . Jangan jangan biaya untuk beli LNG plus bikin terminal bakal lebih murah ketimbang kalau kita mesti develop lapangan gas sendiri. sementara itu cari cara untuk bisa mengkomersialisasi lapangan2 yang sudah (dan akan) ditemukan yang saat ini tidak ekonomis alias stranded. Mayoritas lapangan gas Indonesia terlalu kecil untuk di LNG kan. Cari teknologi tepat guna dan tepat skala untuk mengembangkannya. Teknologi macam Natural Gas Hydrate (NGH) yang sedang dikembangkan di jepang dimana gas dirubah menjadi butiran padat (seperti dry ice) dan bukannya cairan seperti LNG mungkin bisa dijajaki.....

