Hebat Pak Iman, euy. 2012/2/7 RM Iman Argakoesoemah <[email protected]>
> Setuju sekali. Ada beberapa hal utk bahan diskusi: > > (1) publikasi utk S1 dan S2 cukup dilakukan pada jurnal lokal saja, tapi > bila memungkinkan akan lebih baik pada jurnal internasional. Khusus utk S3 > harus melalui jurnal internasional. > (2) Penulis utamanya bisa saja Pembimbingnya bila itu diminta oleh redaksi > publikasi internasional sebagai persyaratan. Sang mahasiswa cukup sebagai > penulis kedua saja. Tapi utk publikasi lokal sebaiknya Sang Mahasiswa > sebagai penulis utama. > (3) Bila ada teori baru yg kemungkinan sulit dipublikasi secara > internasional, bisa juga dilakukan secara lokal. Publikasi tsb seyogyanya > didukung dan disertai oleh Pembimbingnya sebagai penulis. > (4) Bisa juga penulisan oleh mahasiswa disertai juga oleh perwakilan dari > pihak perusahaan sebagai dukungan dan sekaligus kredit perusahaan tsb > sebagai kontribusinya kepada society. > (5) Publikasi tidak melulu melalui media cetak seperti bulletin, tapi bisa > saja melalui oral presentation pada forum seminar, conference, convention, > dsb. Bahkan mungkin cukup berupa poster ilmiah saja dan sebuah Abstract. > (6) Memang akan menjadi "kewajiban" bagi local society utk membantu, > seperti IAGI, HAGI, IATMI, dsb, utk mempublikasikannya. > (7) Dukungan juga perlu ada dari pihak government agency, seperti Migas, > BPMIGAS, P3G, Badan Geologi, dsb berupa surat permohonan resmi sebagai > tambahan surat dari Perguruan Tinggi (PT) agar mahasiswa tesebut dapat > menggunakan data perusahaan selama tidak menyalahi aturan yg berlaku. > (8) Bisa juga publikasi dilakukan pada forum-forum ilmiah lengkap dengan > proceedings-nya oleh PT lokal yang berkolaborasi dengan PT internasional > utk meramaikan acaranya atau kolaborasi beberapa PT lokal sekaligus. > (9) Data perusahaan yang digunakan bisa disamarkan identitas aslinya, yang > penting esensi dan isinya sesuai dan make sense secara ilmiah. > (10) Perusahaan yang datanya akan digunakan utk tesis sudah tahu akan > dipublikasikan, sehingga perlu dipilih datanya dan disesuaikan. > (11) Bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa Inggris sebagai arena > pelatihan juga. Ini sebaiknya dibiasakan sekalipun "sangat sulit" pada > awal2nya. > > Kalau aturan itu sudah menjadi "terbiasa", maka kekhawatiran langkanya > publikasi akan bisa diminimalkan ke depan. > > Any comments? > > Thanks. Iman > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of MINARWAN > Sent: Monday, February 06, 2012 10:29 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Wajib publikasi S1/S2/S3 > > Para anggota milis yth., > > Saya ingin berkomentar tentang topik ini. Di satu sisi saya mengerti niat > baik pemerintah untuk "memaksa" mahasiswa Indonesia mempublikasikan karya > mereka, namun di lain pihak, menggantungkan syarat kelulusan mahasiswa kita > kepada "instansi penilai makalah ilmiah mereka" bisa diartikan bahwa PT > tidak lagi independen dalam menentukan apakah mahasiswa mereka sudah > "berhak lulus" atau "belum berhak lulus". > > Mari kita bayangkan skenario terburuk seperti ini: seorang mahasiswa > memiliki sebuah teori fisika baru yang akan meruntuhkan teori lama yang > sudah "well established", kebetulan banget, juri penilai makalahnya untuk > jurnal-jurnal internasional adalah pencetus teori lama ini, mereka tak cuma > satu orang tapi banyak, intinya melawan mainstream begitu. Seandainya pun > ia mengirimkan makalahnya ke jurnal lain, editor jurnal lain akan > mengirimkan makalahnya kepada para penilai di kelompok yang berseberangan > dengan teori sang mahasiswa. > Mungkin kita berpikir bahwa "ilmuwan" akan "adil dan jujur" dalam menilai > sesuatu, tapi realita di luar sana mungkin saja lain, dalam arti teori yang > berlawanan dengan arus akan mudah disingkirkan. > Apalagi jika ego intelektual bermain dan penilai merasa keyakinannya > dimentahkan, wah, bisa jadi tidak sehat tuh. Skenario saya ini memang > mungkin terlalu ideal, tapi mungkin saja ada kejadian yang mirip nanti, > walaupun tidak sampai dalam kasus mengeluarkan teori baru. > > Untung bidang ilmu multitafsir seperti geologi, adalah mungkin nanti > muncul beberapa "competing research" untuk wilayah yang sama, jika kita > tidak berhati-hati dan tidak sanggup berkompetisi secara sehat, saya > khawatir akan muncul masalah untuk mahasiswa jika publikasi makalah menjadi > syarat wajib untuk kelulusan mereka. > > Ada cara lain untuk membuat mahasiswa menulis makalah, yaitu dengan > mendesain skripsi/disertasinya menjadi beberapa topik yang saling berkaitan > dan menghilangkan struktur penulisan disertasi yang kaku. > Topik-topik khusus ini masing-masing akan menjadi makalah mandiri sehingga > bisa langsung dikirimkan ke jurnal/konferensi. > > Salam > Minarwan > > > 2012/2/6 Leonard Lisapaly <[email protected]>: > > > > Bapak/Ibu, > > > > Baru2 ini Dirjen Dikti membuat surat edaran yang mewajibkan mahasiswa > > S1/S2/S3 harus telah menulis publikasi sebagai syarat kelulusan (S1 > > jurnal ilmiah, S2 jurnal nasional kalau bisa terakreditasi Dikti, S3 > > jurnal internasional). Alasan utama munculnya surat edaran ini adalah > > bahwa publikasi Indonesia hanya sepertujuh dari negara tetangga kita, > > Malaysia...8-) > > > > Di satu sisi, aturan ini benar dapat meningkatkan jumlah publikasi > > kita, tetapi di sisi lain, ia dapat memperlambat lulusnya sang > > mahasiswa (antri agar publikasinya diterima). Sepertinya HAGI/IAGI > > harus berperan membuka peluang bagi para mahasiswa untuk memenuhi > persyaratan ini. > > > > Istilah "publish or perish" kini menjadi sangat nyata....8-) > > > > LL > > > > > -- > - when one teaches, two learn - > http://www.phpbber.com/phpbb/index.php?mforum=geotutor > http://www.linkedin.com/in/minarwan > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir > pengiriman abstrak 28 Februari 2012. > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics > not directly related to Geology, users are advised to post the email to: > [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran > anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > > ________________________________ > > Keep it on screen - think before you print > > ________________________________ > > Any information in this email is confidential and legally privileged. It > is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is > addressed and others authorized to receive. If you receive this e-mail in > error, please reply this e-mail or call +6221 2995 4777 then delete this > email including any attachment(s) from your system since any disclosure, > copying, distribution or taking any action in reliance on such contents is > strictly prohibited. MedcoEnergi does not accept liability for damage > caused by any of the foregoing. This e-mail is from MedcoEnergi Companies ( > www.medcoenergi.com). > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir > pengiriman abstrak 28 Februari 2012. > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > >

