Mas Yoga..
 
Sepertinya gak ada korelasi antara S1/S2/S3 terhadap keberanian ber-wiraswasta. 
Justru kalau ada data statistiknya, mungkin pengusaha banyak berasal dari S1. 
 
Saya melihat kewajiban ini adalah dalam rangka meningkatkan daya saing sarjana 
kita dalam rangka era-globalisasi. Jadi tidak ada salahnya, tapi bukan dalam 
rangka agar jadi pengusaha. Karena "ilmu" untuk jadi pengusaha, lain 
lagi..tidak harus S2 dan S3.
 
Salam,
Sigit
S1 yg selalu berusaha...

________________________________

From: yoga suryanegara [mailto:[email protected]]
Sent: Tue 2/7/2012 10:02 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Wajib publikasi S1/S2/S3


Mungkin karena konsep "buruh elite" ini lah tidak banyak sarjaun2 generasi muda 
kita yang berani mencoba menjadi wiraswasta dan pengusaha.
Alhasil orientasinya selalu mencari kerjaan ketimbang mencoba menciptakan 
pekerjaan.
 
Saya sih melihatnya wajib publikasi ini banyak positifnya, yah mungkin salah 
satunya dengan adanya publikasi ini akan muncul rasa proud and pede dari para 
fresh graduaters kita ama dirinya sendiri, yang ujung2nya diharepin bisa 
memotivasi rasa percaya dirinya ke arah yang lebih positif lagi (jadi pengusaha 
muda misalnya).
 
Salam,
Yoga

 
From: Eko Prasetyo <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, 7 February 2012 11:37 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Wajib publikasi S1/S2/S3


S1 wajib publikasi? S1 itu bukannya mempersiapkan anak didik jadi buruh elite? 
Apa gunanya WAJIB publikasi? 



        > Baru2 ini Dirjen Dikti membuat surat edaran yang mewajibkan mahasiswa
        > S1/S2/S3 harus telah menulis publikasi sebagai syarat kelulusan (S1
        > jurnal ilmiah, S2 jurnal nasional kalau bisa terakreditasi Dikti, S3
        > jurnal internasional). Alasan utama munculnya surat edaran ini adalah
        > bahwa publikasi Indonesia hanya sepertujuh dari negara tetangga kita,
        > Malaysia...8-)


-- 
Visit http://www.strivearth.com <http://www.strivearth.com/>  and be entertained




-- 
This message has been scanned for viruses and 
dangerous content by MailScanner <http://www.mailscanner.info/> , and is 
believed to be clean. 

-- 
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke