Mas Noor cocok ..korelasi tepatnya bukan ke harkat ..profesional Ind. yg di 
luar maupun didalam banyak yg dapat paket yg bagus/sangt layak koq skrg ini..  
Infonya kan angka kelas menengah di tanah air meningkat ckp tajam



On Feb 17, 2012, at 7:31, noor syarifuddin <[email protected]> wrote:

tahun 2005 UNESCO sebagai badan resmi dunia memang memandang harkat >Indonesia 
itu sangat rendah.

saya kok jadi bingung kenapa gaji rendah kemudian menjadi ekivalen dengan 
harkat yang rendah....mestinya bukan begitu yah....

UNESCO menetapkan standar itu kemungkinan berdasar indek kebutuhan hidup di 
masing-masing negara (yang mungkin berkorelasi dengan tingkat pendapatan per 
capitanya).....

Ini sekedar gambaran: UMR tahun 2012 sekarang ini sekitar 1,4-1,5 jutaan. 
Bandingkan dengan angka UMRnya Perancis (SMIC) yang di awal tahun 2012 itu 
sekitar 1400 euro (~ 16,8 juta dengan kurs Rp 12,000). Dari angka Upah minimum 
ini saja negara kita itu 1/12nya negara Perancis....

Di wiki ada list yang cukup lengkap tentang upah minimum tiap negara, tapi ini 
saya cuplikan beberapa yang berkaitan dengan diskusi (negara : Upah Minimum 
tahunan - %GDP per capita):

USA:        15,080 - 33%
Perancis:   17,701 - 53%
Pakistan:    2,484 - 93%
Kuwait:     12,341 - 33%
Malaysia:    4,735 - 34%
Philipina:   2,053 - 58%
Indonesia:   1,027 - 25%




salam,



--- On Fri, 2/17/12, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Gaji expat di Indonesia
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Friday, February 17, 2012, 5:02 AM

Rekans,
Saya ingin berbagi pengalaman masalah "honor" ataupun "gaji"
yang sedang
didiskusikan ini.
Tahun 2005 saya terlibat kerjasama internasional riset dan
pengembangan
pendidikan perguruan tinggi Asia dan Eropa melalui Program
Asia Link
dengan tema "Human Origins Patrimony in Southeast Asia -
HOPsea" yang
didanai oleh Uni Eropa.
Dari Asia: Indonesia (ITB-Penanggungjawab Prof.Y.Zaim) dan
Filipina (Univ.
Philippines Dilliman - Manila,Prof.E.Dizon), Eropa: Perancis
(Institut de
Paleontologie Humaine-Paris,Prof.F.Semah) dan Jerman
(Univ.of
Frankfurt,Prof.F.Schrenk dan Dr.C.Hertler),dengan Team
Leader-nya
Perancis. Masing2 perwakilan diminta membuat proposal
kegiatan dan anggota
tim yang terlibat, untuk dikumpulkan dan dirangkum oleh team
leader,
diajukan ke Uni Eropa untuk pendanaan.
Dalam usulan pendanaan, ada item "honor" peserta, meski
dalam ketentuan
komponen "honor" tersebut TIDAK BOLEH diterima pribadi,
melainkan untuk
operasional kegiatan, terutama untuk transportasi, karena
transportasi
tidak ditanggung oleh Uni Eropa dan menjadi tanggungjawab
masing2
perguruan tinggi yang terlibat. Oleh karena itu disepakati
transportasi
menggunakan dana dari "honor".
Setelah dirangkum team leader, diedarkan kembali ke
masing-masing negara
peserta dan ketika saya cermati masalah
pendanaan......sangat mengejutkan
dan menyakitkan!
Mengejutkan dan menyakitkan karena, coba lihat
perbandingannya:
Honor untuk orang Eropa (Perancis dan Jerman) ditulis
honornya: 2700 Euro,
Filipina: 500 Euro dan Indonesia: 300 Euro. Dalam pertemuan
di Paris, saya
marah besar dan protes keras, karena merasa ada diskriminasi
dengan kulit
putih, bahkan lebih rendah dari Filipina. Dalam pertemuan
itu dijelaskan
dan ditunjukkan dokumen oleh team leader, Prof. Semah bahwa
rujukan untuk
"honor" tersebut adalah resmi internasional yang dikeluarkan
oleh UNESCO,
dan Uni Eropa memang mensyaratkan setiap angka untuk
pendanaan harus ada
acuan resminya.Dalam pertemuan itu saya terdiam, malu juga
dengan teman2
Eropa dan Filipina,kok demikian rendah Indonesia di mata
UNESCO
Nah Rekans, ternyata,paling tidak pada tahun 2005 UNESCO
sebagai badan
resmi dunia memang memandang harkat Indonesia itu sangat
rendah. Coba
kalau kita buat perbandingan Eropa:Filipina:Indonesia =
2700:500:300 =
silahkan hitung.....
Jadi ya resminya, pengakuan dunia untuk "honor" juga mungkin
"gaji" orang
Indonesia memang sangat rendah.Sekedar untuk diketahui.....
Untuk kondidi sekarang, saya tidak tahu, karena Program Asia
Link selesai
tahun 2007.
Wasalam,
Zaim

kalau untuk pegawai lokal apa ada batasannya
juga?  kan sering dijadikan
senjata tuh sama hr bahwa "katanya" ada pembatasan gaji
nasional dari
"pihak berwenang".
kalau rasio expatnya 1:2:3 , orang indonesianya dibawah
1 atau di atas 3
ya
?
2012/2/16 o - musakti <[email protected]>

   Ganti topik sikit dari piramida
aah.

Baru dapat kiriman permen menkeu no. 258/2011
tentang BATASAN MAKSIMUM
BIAYA RENUMERASI TENAGA KERJA ASING UNTUK
KONTRAKTOR KONTRAK KERJASAMA
MINYAK DAN GAS BUMI.

Yang menarik, at least buat saya yang telah
terbiasa dengan hal yang
sama
di middle east, terrnyata Negara kita juga
menerapkan sistim 'kasta'
dalam
renumerasi berdasarkan warna pasport.

Ada tiga golongan pasport dalam permen ini :
1) kawasan Asia (asumsi saya ini mencakup India,
pakistan) Afrika dan
timur tengah
2) kawasan eropa, australasia (jepun, malaysia
masuk sini ?) dan amerika
selatan
3) tentunya yang paling tops dari amerika
utara.....

Bedanya batas maksimal renumerasi ini cukup
signifikan. Muhandis (
engineer) Aboud misalnya, bisa ber gaji max 287 K
per tahun sedangkan
untuk
Senor Diego batasnya 539 K dan Mister Smith sebagai
penguasa dunia bisa
punya gaji sampai 791 K, tentunya dollar semua.

Kuranglebih rasionya 1:2:3.......wow.....





--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas
akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are
advised to post the email to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information posted on its mailing lists, whether posted by
IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
liable for any, including but not limited to direct or
indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
resulting from loss of use, data or profits, arising out of
or in connection with the use of any information posted on
IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke