Memang sudah saatnya kita h tidak berhitung dalam kotak yang sempit, Misal, dari perhitungan suatu blok tambang/minyak jika dikerjakan perusahaan asing akan memberikan pendapatan yang besar, dibanding dikerjakan oleh perusahaan lokal. Kereta Api lebih murah impor kereta bekas dari jepang daripada pesan ke INKA. Pesawat lebih murah impor daripada pesan ke IPTN Alutista lebih murah impor daripada beli ke Pindad.
Apakah cuma karena dalam lingkup untung rugi jangka pendek suatu perusahaan saja yang dihitung? Padahal , jika perusahaan dan industri lokal maju, tentu industri pendukung/industri kecil akan juga ikut maju. Memang harga produksi lokal lebih mahal, tetapi berapa banyak lapangan kerja, bahan baku, industri jasa,dll. yang ikut maju. Kembali ke persoalan pengolahan barang tambang, jika ada industri pengolahan bahan tambang lokal. Berapa banyak pabrik , karyawan , warung nasi, perumahan, dst..yang mengikutinya. Hukum ekonomi? Pridusen akan mencari harga murah, misal impor saja baja China, baju2 China dll. Nah ini tugas pemerintah juga proteksi industri dalam negeri. Negara maju saja proteksi industrinya. On 2/21/12, [email protected] <[email protected]> wrote: > Kan masalah harga, kalau bisa lebih murah dari hasil minyakbumi, pasti > banyak yg investasi dalam coal rank coal jadi minyak. Kita kan sudah > menganut ekonomi pasar bebas. Kalau kita bisa jual lebih mahal ke luar > negeri mengapa harus dijual ke dalam negeri? > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: "Bandono Salim" <[email protected]> > Date: Tue, 21 Feb 2012 08:52:53 > To: <[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 > thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012) > > Nah itu waktu kan aku sdh jawab ke Abah, kenapa tidak dibuat industri > lowrank coal jadi minyak. Kan di afsel sdh berhasil. Kita ini selalu takut > keluar biaya untuk buat sarana n prasarana, maunya belii terus dari luar. > Kapan majunya? > Sasol dari Afsel itu swasta. Swasta aja bisa kembangkan sampai ubah btbr > lowrank jadi semua jenis minyak bakar lho. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Agus Budiluhur <[email protected]> > Date: Tue, 21 Feb 2012 14:43:55 > To: <[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 > thn > 2012 (23 halaman, 6 feb 2012) > Pak Kusuma dan teman2 geologist Yth > > Memang di republik kita ini kurang berkembang industri pengolohahan dan > pemakaian bahan baku tambang. Termasuk industri power plant berbahan baku > batubara, kalau ini bisa maju, seharusnya raw coal yang kebanyakan low rank > bisa dimanfaatkan di dalam negeri. Industri tambang batubara berkembang > dan kebutuhan listrik bisa terpenuhi. Termasuk bila bisa digalakkan > pembangunan mine mouth power plant, yang ini tentunya akan membuat wilayah > Kalimantan dan sebagian besar Sumatra tidak lagi kekurangan listrik. Untuk > upgrading low grade coal, sepertinya teknologi ini masih mahal belum lagi > ditambah dengan infrastruktur transportasi yang membuat tambah mahalnya > opex, but let see.. > > Salam hormat > -abl- > > 2012/2/21 <[email protected]> > >> Kalau batubara, export terbesar, harus diolah jadi apa yah, supaya bisa >> diexpor dan tambangnya tdk ditutup? RPK >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: *Himawan Sutanto <[email protected]> >> *Date: *Tue, 21 Feb 2012 15:16:03 +0800 (SGT) >> *To: *[email protected]<[email protected]> >> *ReplyTo: *<[email protected]> >> *Subject: *Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 >> thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012) >> >> Klo dilihat dari semangatnya sih, jelas bagus om Ok dan om2x lainnya, >> mosok udah hari gini jualnya masih raw material aja. klo perlu migas juga >> kayak gitu tuh. >> Apalagi klo bahan galian C, mineral logam dll, harga raw material bila >> dibanding dengan yg sedikit saja kena sentuhan pengolahan, harganya sudah >> naik puluhan bahkan ratusan kali lipat. >> >> Masalah ke khawatiran Geologist jadi sulit kerja karena ditakutkan >> aktivitas eksplorasi menurun, klo menurut saya terlalu paranoid. Klo >> nggak >> salah kan wajib melakukan pengolahan di dalam negeri, tapi bukan berarti >> ngolah sendiri, tapi yg penting ngolahnya di dalam negeri. Jadi harusnya >> jika berjalan dengan benar maka akan terbuka lapangan usaha baru, yaitu >> pengolahan barang tambang tsb. Ketika kuliah di S2 Tambang ITB, ini >> menjadi >> rencana topik penelitian saya juga. Terutama bahan galian gol. C, mudah >> didapat, nggak repot nyari dan bisa padat karya. Harga Raw material >> golongan C sangat memprihatinkan, misalnya Kaolin, bentonit atw Zeolit >> bahkann BARIT yg kebutuhannya cukup tinggi di Indonesia. Hanya dengan >> proses pemurnian sangat sederhana, cuman diayak saja agar besar butir >> Kaolin bisa terpisah secara seragam, harganya sudah beda jauh, raw >> material >> Kaolin waktu itu hanya IDR 50/kg sementara yang sudah diayak IDR 2500/kg. >> Sudah naik 50 x lipat, ini belum klo kita bikin itu kaolin siap buat >> dipakai pabrik ban dll. yang selama ini konon kita harus impor dari >> berbagai negara tetangga yang justru raw materialnya dari negara kita >> dengan harga SUPER MURAH. >> >> Lagi pula Geologist sekarang kan udah makin hebat, nggak sekedar >> mencari..ada yg bikin uil kumpeni, perusahaan tambang, pertanian, >> perkebunan, peternakan bahkan mungkin sampai nyari Piramida. Nggak akan >> kuranglah lapangan kerja buat GEOLOGIST. >> >> cheers, >> HS >> >> ------------------------------ >> *Dari:* kartiko samodro <[email protected]> >> *Kepada:* [email protected] >> *Dikirim:* Selasa, 21 Februari 2012 13:44 >> *Judul:* Re: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 thn >> 2012 (23 halaman, 6 feb 2012) >> >> optimis pak ok , >> makin banyak bahan olahan yang akan diekspor , akan meningkatkan >> kebutuhan >> bahan bakunya yang akan meningkatkan eksplorasi dan membutuhkan banyak >> geologist yang ok ok... >> >> 2012/2/21 Ok Taufik <[email protected]> >> >> Seperti diketahui, pada 6 Februari 2012, Menteri ESDM Jero Wacik baru >> saja menerbitkan Permen ESDM No.7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai >> Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral. >> Dalam Permen tersebut, beberapa tambang mineral termasuk dalam jenis >> komoditas tambang >> mineral logam yang wajib diolah dan/atau dimurnikan di dalam negeri. >> “Pemegang IUP [Izin Usaha Pertambangan] Operasi Produksi untuk mineral >> logam wajib melakukan pengolahan di dalam negeri. >> >> Jelas banyak lowongan untuk ekstraksi dan metalurgist, kebutuhan >> Geologist >> explorasi mungkin akan tergantung akan aktifitas produksi dalam negeri. >> Bahan tambang tidak bisa di ekspor langsung ke LN. Bisa jadi ada >> penurunan >> kebutuhan tenaga Geologist(?). >> >> >> 2012/2/21 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >> >> Godang yang baik, >> Memangnya ada apanya ? >> Mungkin Mas Godang bisa menuliskan dan memaparkannya disini. >> >> RDP >> 2012/2/21 <[email protected]> >> >> Mohon pendapat dr bpk2/ibu2 IAGI : >> >> Apakah indonesia Siap dgn >> Permen ESDM No.07 thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012 : oleh menteri ESDM, >> pak jero wacik). >> >> Dunia pertambangan mineral indonesia akan "mati suri". >> Akan banyak geologist yg ngangur. >> >> GodangS >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> >> >> >> >> -- >> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* >> >> >> >> >> -- >> Sent from my Computer® >> >> >> >> >> >> > > -- *********************************** Amir Al Amin Operations/ Wellsite Geologist (62)811592902 amir13120[at]yahoo.com amir.al.amin[at]gmail.com ************************************ -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

