Lha yang dicari india sama cina itu yang dibawah 6000an.
Lebih mudah membuat minyak dari metan dari pada buat dari C. Kata orang (aku 
blm baca referensinya) tukang batu lah aku ini.
Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Ruskamto Soeripto" <[email protected]>
Date: Wed, 22 Feb 2012 08:43:24 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: RE: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 thn 
2012 (23 halaman, 6 feb 2012)
Sepanjang pengetahuan saya Coal Gas Liquifaction, Sasol menggunakan proses
pyrolisis (Fischer-Tropp) menghasilkan pyrolisates, sehingga feedstock coal
yang bagus adalah high rank karena preparation cost rendah dan efisiensi
proses tinggi. Kemudian  Pyrolisates dicairkan sesuai dengan spec liquid
fuelnya.    

    Sejarahnya Sasol mendevelop teknologi CGL karena kena embargo minyak
jaman politik apartheid, shg sekarang menjadi pemegang patent CGL. Untuk
feedstock brown coal yang low cal, high moisture dan ash content apakah
sekarang ekonomis ? Biaya yang mahal adalah proses preparation dan susut
dari feedstocknya. Apakah India dan China sudah melakukan dari brown coal ?
melihat kegigihan kedua negara untuk mensecure future Energy supply.. sangat
mungkin mengembangkan teknologinya  mumpung harga crude masih mahal, seperti
Sasol saat emargo.  Sekedar info sharing saja, maaf kalau kurang akurat.

Ruskamto-1061          

 

From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] 
Sent: 21 Februari 2012 16:14
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07
thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012)

 

Di india dan cina sdh lakukan. Maka sekarang mereka intensif cari lahan di
indonesia.

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: [email protected] 

Date: Tue, 21 Feb 2012 09:10:17 +0000

To: <[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07
thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012)

 

Kan masalah harga, kalau bisa lebih murah dari hasil minyakbumi, pasti
banyak yg investasi dalam coal rank coal jadi minyak. Kita kan sudah
menganut ekonomi pasar bebas. Kalau kita bisa jual lebih mahal ke luar
negeri mengapa harus dijual ke dalam negeri?

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: "Bandono Salim" <[email protected]> 

Date: Tue, 21 Feb 2012 08:52:53 +0000

To: <[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07
thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012)

 

Nah itu waktu kan aku sdh jawab ke Abah, kenapa tidak dibuat industri
lowrank coal jadi minyak. Kan di afsel sdh berhasil. Kita ini selalu takut
keluar biaya untuk buat sarana n prasarana, maunya belii terus dari luar. 
Kapan majunya?
Sasol dari Afsel itu swasta. Swasta aja bisa kembangkan sampai ubah btbr
lowrank jadi semua jenis minyak bakar lho.

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: Agus Budiluhur <[email protected]> 

Date: Tue, 21 Feb 2012 14:43:55 +0700

To: <[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07
thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012)

 

Pak Kusuma dan teman2 geologist Yth

 

Memang di republik kita ini kurang berkembang industri pengolohahan dan
pemakaian bahan baku tambang. Termasuk industri power plant berbahan baku
batubara, kalau ini bisa maju, seharusnya raw coal yang kebanyakan low rank
bisa dimanfaatkan di dalam negeri. Industri tambang batubara berkembang dan
kebutuhan listrik bisa terpenuhi. Termasuk bila bisa digalakkan pembangunan
mine mouth power plant, yang ini tentunya akan membuat wilayah Kalimantan
dan sebagian besar Sumatra tidak lagi kekurangan listrik. Untuk upgrading
low grade coal, sepertinya teknologi ini masih mahal belum lagi ditambah
dengan infrastruktur transportasi yang membuat tambah mahalnya opex, but let
see..

 

Salam hormat

-abl-

 

2012/2/21 <[email protected]>

Kalau batubara, export terbesar, harus diolah jadi apa yah, supaya bisa
diexpor dan tambangnya tdk ditutup? RPK 

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: Himawan Sutanto <[email protected]> 

Date: Tue, 21 Feb 2012 15:16:03 +0800 (SGT)

To: [email protected]<[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Bls: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 thn
2012 (23 halaman, 6 feb 2012)

 

Klo dilihat dari semangatnya sih, jelas bagus om Ok dan om2x lainnya, mosok
udah hari gini jualnya masih raw material aja. klo perlu migas juga kayak
gitu tuh.

Apalagi klo bahan galian C, mineral logam dll, harga raw material bila
dibanding dengan yg sedikit saja kena sentuhan pengolahan, harganya sudah
naik puluhan bahkan ratusan kali lipat.

 

Masalah ke khawatiran Geologist jadi sulit kerja karena ditakutkan aktivitas
eksplorasi menurun, klo menurut saya terlalu paranoid. Klo nggak salah kan
wajib melakukan pengolahan di dalam negeri, tapi bukan berarti ngolah
sendiri, tapi yg penting ngolahnya di dalam negeri. Jadi harusnya jika
berjalan dengan benar maka akan terbuka lapangan usaha baru, yaitu
pengolahan barang tambang tsb. Ketika kuliah di S2 Tambang ITB, ini menjadi
rencana topik penelitian saya juga. Terutama bahan galian gol. C, mudah
didapat, nggak repot nyari dan bisa padat karya. Harga Raw material golongan
C sangat memprihatinkan, misalnya Kaolin, bentonit atw Zeolit bahkann BARIT
yg kebutuhannya cukup tinggi di Indonesia. Hanya dengan proses pemurnian
sangat sederhana, cuman diayak saja agar besar butir Kaolin bisa terpisah
secara seragam, harganya sudah beda jauh, raw material Kaolin waktu itu
hanya IDR 50/kg sementara yang sudah diayak IDR 2500/kg. Sudah naik 50 x
lipat, ini belum klo kita bikin itu kaolin siap buat dipakai pabrik ban dll.
yang selama ini konon kita harus impor dari berbagai negara tetangga yang
justru raw materialnya dari negara kita dengan harga SUPER MURAH.

 

Lagi pula Geologist sekarang kan udah makin hebat, nggak sekedar
mencari..ada yg bikin uil kumpeni, perusahaan tambang, pertanian,
perkebunan, peternakan bahkan mungkin sampai nyari Piramida. Nggak akan
kuranglah lapangan kerja buat GEOLOGIST.

 

cheers,

HS

 

  _____  

Dari: kartiko samodro <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Selasa, 21 Februari 2012 13:44
Judul: Re: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 thn 2012
(23 halaman, 6 feb 2012)

 

optimis pak ok , 

makin banyak bahan olahan yang akan diekspor , akan meningkatkan kebutuhan
bahan bakunya yang akan meningkatkan eksplorasi dan membutuhkan banyak
geologist yang ok ok...

2012/2/21 Ok Taufik <[email protected]>

Seperti diketahui, pada 6 Februari 2012, Menteri ESDM Jero Wacik baru
saja menerbitkan Permen ESDM No.7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai
Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral.

Dalam Permen tersebut, beberapa tambang mineral termasuk dalam jenis
komoditas tambang
mineral logam yang wajib diolah dan/atau dimurnikan di dalam negeri.

"Pemegang IUP [Izin Usaha Pertambangan] Operasi Produksi untuk mineral
logam  wajib melakukan pengolahan di dalam negeri.

 

Jelas banyak lowongan untuk ekstraksi dan metalurgist, kebutuhan Geologist
explorasi mungkin akan tergantung akan aktifitas produksi dalam negeri.
Bahan tambang tidak bisa di ekspor langsung ke LN. Bisa jadi ada penurunan
kebutuhan tenaga Geologist(?).

 

 

2012/2/21 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>

Godang yang baik,

Memangnya ada apanya ?

Mungkin Mas Godang bisa menuliskan dan memaparkannya disini.

 

RDP

2012/2/21 <[email protected]> 

 

Mohon pendapat dr bpk2/ibu2 IAGI :

Apakah indonesia Siap dgn
Permen ESDM No.07 thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012 : oleh menteri ESDM, pak
jero wacik).

Dunia pertambangan mineral indonesia akan "mati suri".
Akan banyak geologist yg ngangur.

GodangS
Powered by Telkomsel BlackBerryR




-- 
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"





-- 
Sent from my ComputerR
 

 

 

 


Kirim email ke